Chapter 29

1.5K 265 27
                                        

Nayeon dan yang mulia ratu terus berlari dari kejaran orang-orang yang mengejar mereka. Walaupun gadis itu masih semangat untuk berlari tapi wanita di sampingnya terlihat sudah kelelahan, mungkin faktor umur juga mempengaruhinya, beda halnya dengan gadis itu yang sudah beberapa kali terjebak dalam keadaan seperti ini mungkin sudah membuatnya tak terlalu canggung lagi.

"Yang mulia bertahanlah," ujar Nayeon tampak cemas.

"Aku sudah tidak kuat lagi berlari putri mahkota. Lebih baik tinggalkan aku di sini aku akan menahan mereka kau larilah dan cari bantuan," ujar ratu tulus gadis itu langsung menggeleng.

"Tidak! Aku tidak akan melakukannya," kata Nayeon menggenggam tangan ratu ia juga terus menoleh kebelakang melihat orang-orang itu yang terus mendekat.

Ia langsung menarik tangan wanita itu yang masih ngos-ngosan dan sembunyi di balik semak-semak.

"Apa kau tidak takut putri mahkota?"

"Bahkan jauh dari kata takut yang mulia, karena terlalu sering mendapatkan keadaan seperti ini," jujur Nayeon pada ratu, seketika ada wajah iba di wajah ratu mendengar ucapan Nayeon.

"Kau selalu selamat, dan hari ini pasti akan selamat juga," kata Ratu ia harus bisa menyembunyikan ketakutannya, ia tidak boleh terlihat lemas di depan gadis muda ini, seharusnya ia yang bertindak melindunginya.

"Jika langit tak pernah bosan menolongku, mungkin akan selamat."

Ratu tersenyum mendengar jawaban Nayeon yang terkesan apa adanya.

"Aku tidak boleh membiarkan ratu dalam bahaya, dia harus aman," batin Nayeon ketika melihat orang-orang itu berpencar mencari mereka.

"Aku akan mengalihkan perhatian mereka, jika mereka sudah menjauh, Yang mulia harus mencari bantuan," ujar Nayeon yang langsung mendapatkan penolakan.

"Kau ingin menjadikan dirimu umpan?" Bisik ratu.

"Hanya itu caranya agar kita bisa selamat, aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu yang mulia, aku sudah menganggapmu seperti ibuku sendiri," kata Nayeon tersenyum.

"Tapi itu terlalu berbahaya," ratu berusaha menghentikan rencana Nayeon.

"Aku akan baik-baik saja. Aku sudah terbiasa menghadapi keadaan ini, setidaknya aku sudah memiliki pengalaman untuk melindungi diri," kata Nayeon langsung keluar dari persembunyiannya dan menarik perhatian orang-orang itu.

Seketika Nayeon langsung berlari menjauh dan orang-orang itu langsung mengejarnya tanpa sadar jika satu perempuan lagi tidak ada, dan sekarang sedang sembunyi tanpa mereka sadari mereka pergi melewati tempat persembunyian ratu.

Perasaan ratu berada diantara rasa lega dan rasa cemas sekarang, dia selamat tapi di satu sisi gadis itu dalam bahaya, ia menatap keseliling hutan belantara dan ia juga mendongak keatas sambil melepaskan napas gusar.

Ia sendiri bingung mencari bantuan kemana, tempat ini tak terlihat memiliki jalan pasti yang bisa di tuju.

Ratu meneguhkan hatinya, ia tidak boleh menyerah gadis itu pasti menunggu pertolongan sekarang, ia mengusap keringatnya dan menuruti kata hatinya ke mana kakinya akan melangkah sekarang berharap ia akan menemukan bantuan.

Nayeon terus berlari sambil terus mengumpat dalam hatinya.

Apakah bakatnya adalah seorang atlet lari bukan seorang artis, saat terjebak di tempat ini ia pikir ia lebih banyak berlari belakangan ini.

"Ibu, aku ingin pulang!!!" Teriak Nayeon tak jelas.

"Tolong maafkan aku ibu, mungkin Tuhan tidak akan menolongku lagi saat ini, dia mungkin sudah bosan membantuku," Nayeon mengeluarkan keluhannya yang merasa jika hari ini ia tidak akan beruntung seperti hari sebelumnya.

CROWN (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang