34. Dua Ex Boyfriend

299 17 2
                                        

Happy reading!
.
"Kak,itu Afrizal!" seru Qinan sambil menunjuk kearah motor ninja hitam yang menuju kaerah gerbang sekolah dimana disitu ada Qinan dan Raka.

Raka-pun langsung mengikuti arah telunjuk Qinan dan bersiap menghentikan motor Afrizal. Dan pada saat yang tepat motor Afrizal terhenti lalu Afrizal membuka kaca helm yang menutupi wajahnya.

"Lo masih inget gue kan?" tanya Raka

Afrizal mengingat-ingat.

"Gue yang bawa Qinan ditaman pas Qinan pingsan waktu itu," lanjut Raka

Kemudian Afrizal mengangguk,"Ah iya gue inget. Kenapa?"

"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Raka

"Boleh," jawab Afrizal sambil membuka helm nya dan melihat kesamping Raka.

Qinan, batin Afrizal kemudian ia memberikan senyuman hangat pada Qinan yang juga menatapnya.

"Kita ngobrol nya di kedai deket-deket sini aja," seru Raka

"Oh.. Oke"

"Lo mau ikut siapa?" tanya Raka pada Qinan

Qinan yang sedari tadi diam karena melamun melihat kedua mantannya berbicara seperti itu langsung tersadar.

"Ikut kakak aja," jawab Qinan

Raka-pun langsung melangkahkan kaki nya menuju mobil begitupun Qinan namun saat Qinan melewati motor Arfizal,tangannya dicekal oleh Afrizal.

"Gue seneng bisa liat lo lagi," ujar Afrizal sambil tersenyum

Qinan tidak tahu harus memberikan reaksi apa pada Afrizal. Sudah beberapa bulan tidak berkomunikasi dan bertatap muka membuat Qinan canggung apabila harus seperti ini. Untung saja Raka menghampiri Qinan dan Raka menyalakan klakson mobilnya untuk menyuruh Qinan segera masuk.

Sebelum melepaskan cekalan dari Afrizal, Qinan hanya tersenyum kecil dan singkat pada Afrizal lalu masuk kedalam mobil.

"Gue rindu banget sama lo Qinanta," gumam Afrizal lalu memakai helm nya untuk membawa Raka ke kafe terdekat dari sekolahnya.

***

"Mau ngomong apa?" tanya Afrizal memecahkan kecanggungan yang sedari tadi menghinggapi diantara mereka sejak sudah sampai di kedai.

Raka berdehem lalu menegakkan tubuhnya  dan melihat kearah Qinan yang duduk diantara dirinya dan Afrizal. Namun gadis itu hanya menundukkan kepalanya. Demi apapun,ini bukan Qinan yang biasanya kali ini ia banyak diam dan bertingkah seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa.

Begitu-pun Afrizal, ia langsung menoleh kearah Qinan mengikuti gerak bola mata Raka.

"To the point aja. Gue minta maaf sama lo karena gue gak bisa jaga Qinan seperti yang lo minta sama gue waktu itu," ujar Raka

Afrizal mengernyitkan kedua halisnya.

"Kenapa? Bukan nya waktu itu lo bilang lo cal-"

"Kita batal nikah. Dan perlu lo tau kita udah gak ada hubungan apa-apa," sela Raka karena jujur Raka tidak ingin mendengar kata 'calon suami Qinan' atau 'Qinan calon istri Raka'. Sungguh,Raka sakit mendengarnya.

Afrizal nampak bingung dengan ucapan Raka. Apa iya?

"Terus?"

"Gue juga minta maaf karena-" Raka menggantungkan kalimatnya lalu mihat kearah Qinan yang memainkan jari jemarinya sendiri

SKDT [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang