Di perjalanan seseorang dibawa dengan mobil sedan hitam dikawal dengan dua mobil yang berada di depan dan belakang. "Kenapa jemput saya?" ucap seseorang dengan nada datarnya ke bodyguard yang duduk di kursi depan
Mendapat pertanyaan dari nonanya, apalagi diberi tatapan yang dingin, otomatis pengawal itu melihat ke kursi belakang untuk menjawab pertanyaan nonanya. "Kami menjemput anda karena suruhan ayah anda nona".
"Ayah dimana sekarang?"
"Dirumah nona" jawab pengawal itu
Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan. Orang itu hanya diam sambil menatap ke arah jendela.
Akibat terlarut dalam renungannya, tanpa sadar mobil sedan itu sudah memasuki pekarangan rumah. Melihat rumah itu, membuatnya kembali mengingat kejadian itu.
Terdapat dua bodyguard menunggu di depan pintu rumah. Salah satu mereka membuka pintu mobil. "Silahkan masuk nona, tuan sudah menunggu di dalam"
Dia memajukan langkahnya. "Maafkan ayah, Reanka" seru Rendra yang setelah dia masuk, dia langsung berlari memeluk Rea sambil menangis.
Rea terdiam sejenak tidak membalas pelukan ayahnya. "Ayah minta maaf sama bunda bukan sama Rea," ucap Rea dengan muka datarnya, melepas pelukan ayahnya.
"Tapi maafin ayah Nak" Rendra ingin berlutut di kaki anaknya.
Dengan cepat Rea menghambat ayahnya yang mau berlutut di kakinya.
"Rea udah maafin ayah, tapi ayah nggak boleh ketemu bunda lagi kalau ayah masih ngelakuin hal yang sama lagi!" titah Rea.
"Iya Nak.. ayah janji... ayah janji," Rendra menarik anaknya kepelukannya
Rea menahan tangisnya. Terbesit rasa rindu dengan pelukan ayahnya. Rea belum sepenuhnya membiarkan ayahnya rujuk dengan bundanya. Dia masih mengawasi ayahnya dari jauh, memastikan kalau ayahnya bersungguh-sungguh atau tidak.
••••••
Seperti biasa Rion sedang menyuruh salah satu murid untuk mengerjakan tugas-tugas miliknya.
"Cepat kerjainnya!!" Pekik Rion kepada orang itu karena lambat dalam menyelesaikan tugasnya dan sebentar lagi bel akan berbunyi.
"Ni..h p..r lo" ucap siswa yang mengerjakan tugas Rion
Kringg.... kringg
Guru yang mengajar sudah masuk ke kelas mereka "Ok anak-anak kita lanjut..........."
Bel istirahat sudah berbunyi. "Rion" panggil Dimas,"lihat tuh siapa yang datang"
Rion melihat kearah pintu masuk kelas dan melihat pujaan hatinya yang tak lain tak bukan Irene sedang berjalan ke arahnya dengan dua orang teman di belakang.
"Irene kamu ngapain kesini?" tanya Rion secara halus
Lalu Irene menyodorkan sebuah kotak makan "Aku mau kasih ini ke kakak buat dimakan entar sore. Hari ini kakak ada ekskulkan." ucap Irene sambil tersipu malu
"Oh iya makasih. Kamu mau ke kantin bareng aku nggak?" tawar Rion
"Aku takut nanti teman kakak yang lain terganggu"
"Enggak kok, iya kan" ucap Rion dan langsung memberikan petunjuk ke teman-temannya agar menjawab 'iya'
"Iya kok ngakpapa" seru semua teman Rion sambil terkekeh kecil
"Jadi kamu mau kan?" tanya Rion lagi yang dijawab anggukan
"Yuk" menggandeng tangan Irene secara tiba-tiba. Irene sempat terkejut atas perlakuan Rion padanya tapi dia tetap senang diperlakukan seperti itu. Dia kemudian menatap Rion dengan senyum di bibirnya, Rion juga membalas senyuman Irene.
"Dasar bucin" ledek Dimas dari belakang yang dibalas deheman dan anggukan oleh Leo dan Andra. Sedangkan dua orang teman Irene, yaitu Andine dan Mika tertinggal di paling belakang, "Ayo buruan. Kita ditinggal nih" ucap Mika,
"Yaudah ayo" balas Andine
Sampai di kantin yang terlihat sangat ramai. Semua bangku penuh dengan murid-murid. Tapi saat Rion mendekati salah satu meja, semua murid yang ada di situ langsung mengangkat semua nampan mereka lalu pergi mencari meja yang lain.
"Kamu mau apa Ren?" tanya Rion
"Kak gini aja.. aku aja yang pesenin, kakak mau apa?" tanya Irene balik
"Nggak usah Ren nanti kamu capek. Mending Andra aja yang pesenin, kamu bilang ke dia mau pesan apa"
"Kok gue la.." melihat tatapan tajam dari Rion, Andra terdiam "iya" ucapnya sambil menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal.
"Gakpapa kan kak Andra? Aku nggak enak jadinya" tanya Irene lagi
"Gakpapa kok, mau pesen apa? sekalian juga kalian semua catat aja di sini soalnya nanti gue lupa" Andra menyodorkan sebuah kertas dan pena
Setelah makanan datang mereka memakan makanan mereka sambil berbincang-bincang.
Rion melihat terdapat saus di sudut bibir Irene setelah menghabiskan sepotong sandwich. Dengan cepat Rion mengelapnya dengan tissue "Kamu makan kaya anak kecil" sambil tertawa kecil
"Maaf kak" ujar Irene, tak sadar jika ada semburan merah dipinya yang membuat Rion gemas dan mengacak rambut Irene
"Kak jangan gitu, rambut aku jadi berantakan"
Tanpa sadar aktivitas mereka daritadi dilihat oleh Kenan. Irene masih pacar gue, gumamnya dalam hati.
•••••••••••••••••••••
Tbc...
KAMU SEDANG MEMBACA
Hostium (END)
General FictionReanka adalah gadis pendiam dengan sejuta rahasia, yang hidup di keluarga broken home. Di sekolahnya ia sering ditindas oleh Darion Xaverius. Reanka tidak mengetahui alasan mengapa pria itu sangat membecinya. Bertahun-tahun ia menjauh, namun hal it...
