night

431 37 2
                                    

Malam hari ...

Saat semua orang berada di alam mimpinya masing-masing.

Sasa terbangun dan menangis. Aku ikut terbangun. Aku melihat ke popoknya. Mungkin basah. Tapi popoknya masih kering. Aku mencoba menyusuinya karena ku pikir ia lapar. Tapi ia menolaknya.

Aku membawanya keluar kamar. Berharap tangisannya akan mereda. Ku tepuk-tepuk pantat mungilnya. Tapi Sasa masih menangis. Tuan Kim ikut keluar dari kamarnya karena tangisan Sasa.

"Maafkan saya sudah mengganggu tuan" aku hendak masuk kembali ke dalam kamarku. Tuan Kim sudah bekerja keras dari pagi hingga malam. Tidak baik bagi kesehatannya jika ia terganggu tidurnya.

Tapi tuan Kim berjalan ke arahku. Ia kemudian menggendong Sasa. Baru saja Sasa berada dalam dekapannya, tangisannya mereda.

Akhirnya Sasa tertidur dalam dekapan tuan Kim. Ia kemudian menaruh Sasa dalam box bayinya.

Begitulah akhirnya setiap malam tuan Kim lah yang menidurkan Sasa. Bila tuan Kim berada di luar kota atau di luar negri, aku menempatkan baju bekas pakai tuan Kim di dekat Sasa.

Sasa yang menghirup aroma tuan Kim akan merasa tenang dan tertidur.

🌄🌄🌄

Saat pagi hari ...

Aku biasanya membawa Sasa keluar untuk mengantar tuan Kim bekerja. Tuan Kim akan mencium Sasa sambil berpesan "Sasa harus jadi anak yang baik. Kasihan eomma kalau Sasa rewel"

Saat sore hari, bila terdengar suara mobil tuan Kim datang, Sasa akan memintaku untuk membawanya keluar. Entah kenapa ia selalu tau kalau mobil yang datang itu membawa ayahnya.

Sasa sudah terlalu lengket dengan ayahnya.

Tidak ... Ini tidak boleh terjadi ...

Bila Sasa terlalu dekat dengan ayahnya, bagaimana bila sudah tiba waktunya perpisahan kami?

Mr. Kim Nam JoonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang