Sequel of the story "RASYA"
.
.
.
.
.
Arion, sosok lelaki tampan yang mempunyai sifat dingin, arogan, dan otoriter
Ia meraih kesuksesannya diusia yang masih muda
Valerie, gadis cantik yang mempunyai sifat lembut, baik hati, penyayang, dan ramah
Dia...
"Bayinya berhasil kami keluarkan. Anak bapak cantik. Namun untuk saat ini bayinya harus di inkubator karena lahirnya prematur. Dan ia belum memiliki kemampuan bernapas optimal, belum bisa menghisap ASI secara maksimal, dan suhu tubuhnya belum normal,"
"Terus gimana keadaan istri saya dok ?"
"Istri bapak kritis. Pasien banyak kehilangan darah, baik dari pendarahan waktu operasi caesar maupun banyak darah yang keluar dari luka di badannya. Terutama dibagian luka tembaknya. Untuk saat ini istri bapak akan di pindah ke ruang ICU," jelas dokternya
"Apakah keduanya boleh di jenguk dok ?" tanya mami Acha
"Untuk saat ini belum bisa bu. Tapi keluarga bisa melihat kondisi pasien dan bayinya melalui jendela kaca,"
"Terimakasih dok. Tolong berikan penanganan yang terbaik untuk istri dan anak saya,"
"Baik pak itu sudah tugas kami. Kalau begitu saya permisi,"
Dokter itu pergi meninggalkan Rion dan keluarganya
"Kamu harus kuat nak. Vale pasti bisa melewati masa kritisnya. Sumber kekuatan Vale terletak pada suaminya," ucap mami Acha
"Kita saling menguatkan mi. Udah sore, sebaiknya Mami pulang aja sama Yoan. Yoan juga harus istirahat,"
"Gak mau. Yoan mau disini,"
"Pulang dek," ucap Rion
"Gak mau bang,"
"Pulang sekarang atau abang gak izinin kamu datang kesini," ancam Rion
"Iyaudah kita pulang. Nanti mami kesini lagi,"
. . .
Kini hanya Rion yang berada di rumah sakit. Ia tidak mau meninggalkan istri dan Putri kecilnya. Bahkan bi ijah dan pak ujang datang kerumah sakit dan memaksa Rion untuk makan dan mengganti pakaiannya dengan baju yang bersih
Rion berdiri di depan kaca. Disana ia melihat Putri kecilnya yang berada di dalam inkubator
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.