Part 48

9.4K 415 273
                                        

absen nya lagi dong? suka semangat aja gitu kalo pada say "hi" ke aku hihihi:).

absen nya lagi dong? suka semangat aja gitu kalo pada say "hi" ke aku hihihi:)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tak ada lagi senyuman nya, tawa nya, romatis nya, dan pelukkan hangatnya. Kupikir saat dia kembali, ia tak akan pergi lagi, nyata nya ia pergi bahkan lebih jauh. Setidaknya, kata terakhir yang ia ucapkan kalau dia mencintaku. Aku pun begitu."
-Keisha

(Glenn Fredly - sekali ini saja)
jangan lupa di play!♥

🍁


Ruangan bernuansa putih itu di isi dengan suara tangisan yang begitu dalam, kejadian itu terlihat persis di depan mata teman-teman nya. Saat Keisha dan Allard kecelakaan.

Pagi ini Aletta tak ingin pulang, begitupun Qiara dan Nayya, mereka tak perduli jika hari ini ada ulangan Bahasa Indonesia. Mereka setia menemani Keisha yang masih berbaring dengan infusan di tangan nya. Bahkan, mereka belum pulang kerumahnya masing-masing.

"Ta, ayo pulang. Bunda nanti nyariin, kamu juga harus ganti baju dulu." rayu Dylan kesekian kali nya, karena tak tega melihat Aletta yang terus-terusan menangis.

Jangan salah, Dylan pun juga menangis, tapi lebih histeris Gavin ketimbang dirinya.

"Kak.." tangan Aurel mengelus puncak kepala Keisha, matanya sudah sembab karena nangis terus menerus.

Leo berdiri di belakang Aurel memberi kekuatan pada gadisnya itu, "Sabar ya sayang.."

"Kei bangun Kei, kita ketawa lagi, belajar lagi, curhat-curhatan lagi." lirih Aletta sambil menangis, Dylan setia mendekap tubuhnya.

Keisha dan Allard berbeda ruang namun bersebelahan, Gavin masih di ruang Allard melakukan drama nya. Tapi memang, ia sungguh sedih.

"Bangun nape Al, traktir gue lagi, laper nih. Graster gak ada namanya tanpa lo Al, bangun. Nanti gue jajanin es kiko, janji." kata Gavin sambil menatap Allard yang sedang koma, bahkan sekujur tubuhnya penuh selang dan infusan.

tok tok tok

Pintu ruang Allard terbuka, menampakkan sahabat-sahabatnya. Dylan dan Leo.

"Mereka baru aja bahagia Lan, gue jadi sedih." Gavin menoleh ke arah Dylan sambil menyeka air matanya.

Dylan berdiri di samping Gavin, di susul Leo. "Kita semua juga sedih Vin." jawab Dylan.

"Baru aja gue mau beliin dia es kiko."

Sontak mata Dylan dan Leo menatapnya sengit. "Lo gila ya?" kata Leo sewot.

"Namanya takdir gak ada yang tau, toh semua kan memang balik kepada sang penciptanya. Kalau memang Allard dikasih kesempatan, gue rasa mereka emang di takdirin buat berjodoh." kata Dylan.

ALLARD [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang