Selamat datang di nuasa baru part ini dan part selanjutnya!:)
biar pas revisi gak bongkar semua,hehe selamat membaca❤
🍀
Saat ini Allard sedang berada di warbet bersama teman-teman nya yang lain. Allard datang karena akan ada pertemuan antara Allard dengan Alumni SMA Onderwijs yang saat se usia Allard menempati atau bahkan menguasai sekolah lalu menjadikan nya warbet sebagai tempat perkumpulan nya.
Allard mengeluarkan handphone nya. Tak lupa memberi kabar ke gadisnya nya itu.
AllardBgskra
jgn lupa mkn siang.
Mutiara!❤
Iya oke.
Allard terkekeh pelan melihat jawaban singkat dari kekasihnya itu. Keisha pasti bosan karena Allard tidak jadi mengajaknya pergi. Karena urusan mendadak dan menurut Allard teman nya juga lebih penting.
"Assalamualaikum."
Semua penghuni warbet termasuk Allard berdiri menyambut senior nya itu.
"Bang Ryan.." Allard menyapa nya dengan sopan.
Bang Ryan itu mantan ketua yang kedudukan nya di tempati Allard sekarang. Dulu, jaman dia itu lebih sulit dan banyak tawuran membuat Bang Ryan sempat di Scors selama 1 minggu.
"Abang sendirian?" tanya Allard.
"Enggak, ada Ivan sama Verrel juga." Bang Ryan menjawab sambil melihat seisi ruangan warbet ini.
"Banyak juga yang berubah ya." lanjutnya.
Allard tersenyum simpul. "Bang ini tangan kanan kepercayaan Allard." ucap Allard sambil menarik Dylan untuk berdiri di sampingnya.
Bang Ryan mengangguk. "Ini yang namanya Dylan toh?"
"Iya bang." jawab Dylan.
"Gak usah kaku gitu, anggep aja Abang sepantaran sama kalian." kata Bang Ryan sambil duduk di bangkunya.
"Abang mau ngomongin sesuatu." katanya lagi.
"Soal apa ya bang?" tanya Allard serius.
"Abang dari dulu pengen bikin nama buat kelompok ini. Rasanya gak enak kalau harus bawa-bawa nama sekolah." jelasnya.
Tiba-tiba Gavin yang tadi nya diam, seperti mendapat hidayah yang membuat dia ada ide untuk nama kelompok yang di bicarakan Bang Ryan.
Saat Gavin hendak berbicara-
"Kira-kira udah berapa lama memangnya bang kelompok ini tidak ada nama?" tanya Allard.
Gavin menghela nafasnya, terpotong lagi..
"Kurang lebih 3 tahun, bahkan saat abang di posisi kamu, abang berusaha keras buat mikirin apa namanya. Tapi gak dapat juga." ucap nya kecewa.
Gavin tersenyum senang, ini saat nya.
"Gu-"
"Kalau gitu nanti kita coba buat mikirin apa nama nya ya bang." tukas Dylan.
"sabar Gavin sabar." ucap Gavin dalam hati sambil mengelus dada nya.
Allard berdiri dan menepuk tangan nya. Meminta perhatian dari semua teman-teman nya. "Dengar, hari ini kita coba diskusikan untuk membentuk kelompok kita agar lebih sempurna jika ada nama nya, dan lebih mudah di sebut. Kalo ada yang memiliki ide bisa di utarakan." ucap Allard tegas.
Gavin menghentakan kaki nya keras sambil berdiri. "Gue dari tadi ada ide!" kesalnya.
"Biasa aja kalee bang." ledek Reno.
"Ck, abisan kesel gue dari tadi mau ngomong lo potong terus!" omel Gavin ke Allard.
Allard menatap Gavin dengan wajah yang datar. "Apa ide lo?"
Gavin tersenyum senang. "Gimana kalo nama nya Graster?"
Dylan mengeryit heran, "Graster? ada artinya gak?" lanjutnya.
Gavin mengangguk antusias. "Ada."
Allard menatapnya jengah, kenapa tidak langsung di ucapkan saja? kelamaan jika begini terus.
"Artinya Gragas Terus." jawab Gavin dengan suara nya yang lantang.
Bang Ryan langsung bangkit dari bangku nya. Membuat Allard dan Dylan di baluti rasa khawatir, takut jika Gavin akan di hajar abis-abisan karena memberikan nama asal.
Bang Ryan menghampiri Gavin dan menepuk pundaknya.
Deg!
Bang Ryan memeluk Gavin. "Gue bangga sama lo, gue udah 3 tahun yang lalu mikirin buat nama kelompok ini begitu sulit. Tapi dengan otak lo yang gue tau gak pinter-pinter amat tapi bisa ada ide jenius juga." jelas Bang Ryan sedikit meledek Gavin.
Gavin sedikit tersinggung oleh ucapan Bang Ryan, tapi apa boleh buat? di depan nya ini mantan ketua yang sama seperti Allard.
"Thanks ya." Bang Ryan menepuk pundak Gavin dan memanggil kedua teman nya. Verrel dan Ivan.
"Sama-sama bang." ucap Gavin.
"Van besok lo buat bendera namanya Graster. Kalo bisa hitam merah warna nya, tanda berani dan misterius." pinta Bang Ryan yang di hadiahi anggukan oleh Ivan.
Allard menarik nafasnya panjang. "Oke mulai saat ini, Perjalanan Graster di mulai." ucap Allard telak.
Semua penghuni di warbet bersorak ramai, mereka merasa senang karena geng nya ini sudah memiliki nama jadi tidak perlu bingung lagi jika di tanya dari kelompok mana. Bahkan sang pemilik tempat, Pak Beti ikut berteriak padahal ia sedang membuat bakso pesanan Reno wkwk.
Mulai detik ini, mulai saat ini perjalanan Graster dimulai!
🐾
jangan lupa meninggalkan jejak!❤
JANGAN LUPA KOMEN NYA HIHIHI.
*Graster; Gra: Gragas. Ter: terus. (Gragas Terus)
yang artinya jika ada salah satu dari anggota itu tersakiti, terlukai, atau bahkan terancam, Graster tidak akan diam. Dia akan menghabisi nya terus menerus tanpa henti. Jadilah Gragas Terus.
❤
KAMU SEDANG MEMBACA
ALLARD [HIATUS]
Подростковая литература[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA KARENA BEBERAPA PART ADA YANG DI PRIVATE] [AKAN DI REVISI JIKA PART SUDAH LENGKAP] Allard Aksa Bagaskara, Ketua osis sekaligus ketua Graster's yang anggotanya menjadi para incaran kaum hawa di SMA Onderwijs. Tak hanya ke...
![ALLARD [HIATUS]](https://img.wattpad.com/cover/219246131-64-k344706.jpg)