-Part 20-

8.5K 366 82
                                        

Selamat membaca!❤
jangan lupa vote dan coment di setiap part nya ya!🌻

***

"Jangan pake 'kak' gue gak suka. Panggil sayang aja."

blush!

Pipi Keisha saat ini terasa panas, sepertinya sudah memerah seperti di tampar janda tua.

***

Allard sedang berkumpul bersama teman-teman nya di Warbet. Setelah kegiatan perkemahan kemarin Allard dan Keisha pulang dengan keadaan hubungan yang sudah membaik.

"Strategi nya gimana?" tanya Gavin.

"Ya tunggu dia nyerang aja." jawab Leo.

"Kita harus samperin duluan." ucap Allard.

Semua menoleh ke Allard.

"Jangan kaya siput yang kalo terancam malah ngumpet di balik cangkangnya." lanjut Allard.

"Bagus! berarti kita serang aja." seru Gavin.

"Kapan?" tanya Dylan.

"Sekarang." jawab Allard.

Disisi lain Keisha menunggu kabar dari Allard. kemana pacar nya itu jam 9 malam tidak mengabari nya dan mengucapkan selamat tidur? katakan lah Keisha memang ingin manja dengan Allard saat ini.

"Ck, Kebiasaan deh." umpat Keisha.

Kembali ke Allard yang sedang melaju dengan motornya dengan kecepatan yang melebihi batas.

Menuju basecamp SMA Brawijaya!

"Serangg!"

"Bantenn!" teriak Gavin.

plak!

Leo menjitak Gavin. "Jangan bercanda goblok, lu kata ini dufan." jitak Leo.

Sebagian kumpulan anak SMA Onderwijs mengancurkan basecamp SMA Brawijaya. Dari yang jendela nya di pecahkan, meja di patahkan. Hingga pada akhirnya sang dalang keluar..

Nathanael!

"MAKSUD LO APA BANGSAT!"

"Gak akan ada asap kalau gak ada api." ucap Allard.

"Cih bajingan."

Nathanael langsung meluncurkan bogeman nya ke wajah tampan Allard. Allard belum siap tentunya.

"Sialan lo!" Allard membalasnya bertubi-tubi tanpa henti.

"Mampus lo macan di bangunin si!" ledek Gavin.

Bugh!

"GAVIN!" jerit Dylan.

Gavin terjatuh tak sadarkan diri karena terkena serangan dari belakang, ia dipukul dengan balok kayu tepat di pundaknya.

"Maju lo setan!" ucap Leo dan Dylan kompak!

Keadaan semakin tak kondusif, semakin banyak yang terluka dan babak belur. membuat sang dalang, Nathanael. Mundur dan menyerah.

"Mundur!" perintah Nathan.

Kumpulan anak SMA Brawijaya itupun menjauhi kelompok Allard.

"Cemen lo!" ledek Rehan, Anggota SMA Onderjiws.

Allard dengan nafas yang memburu menghampiri Gavin. "Vin!" Allard menepuk-nepuk pipinya.

"Kebiasaan ni orang gak pernah serius." gumam Dylan.

ALLARD [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang