Terniat buat nambah extra part
Selamat membaca
Ternyata banyak juga yang baca cerita ini
GBGB | Extra Part | 02
~Good Boy Gone Bad~
Berbalut seragam putih abu-abu, Karin duduk menyamping di jok bagian belakang motor milik Jay. Sport hitam. Ups. Itu bukan motor Jay. Melainkan motor Kiki yang baru saja pria itu beli. Kiki selalu mendapat kiriman uang dari kakek dan neneknya, rajin menabung juga, sehingga ia bisa membeli sendiri motor kelas anak gaul itu. Harganya berapa? Jangan ditanya. Mehong.
"Karin," panggil Jay dari balik helm fullface-nya. Sesekali ia melirik Karin yang sedang duduk di belakang lewat kaca spion.
"Kenapa?" Karin jadi menatap ke depan, melirik kaca spion, Jay memperhatikan dirinya lewat sana.
"Nggak."
Balasan dari Jay membuat Karin merasa heran.
Jay membatin, "ucapan seribu maaf dariku saja tidak bisa melunasi kesalahan bodoh itu."
Kemudian ia mempercepat laju motornya setelah berkata, "pegangan. Aku mau ngebut!"
Pikiran Karin tentu melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Jay. Bisa-bisa ia melayang melawan angin karena laju motor pria itu terlalu kencang. TAPI INGAT!!! Ia berpegangan pada tas hitam yang Jay gendong. BUKAN PADA PINGGANG PRIA ITU!!! Karin masih canggung.
Serta takut. Meski wajah Jay begitu melelehkan saat tersenyum. Tapi Karin masih takut. Perlakuan bad pria itu padanya sungguh tidak bisa ia lupakan begitu saja.
Tapi secara perlahan, ia berusaha melupakan semuanya. Julukan bad mungkin tidak hanya untuk Jay, tapi juga untuk dirinya. Karin merasa lebih buruk karena menyukai pria kejam itu.
07.15 WIB
SMA Bumi Pertiwi masih terkesan lenggang. Belum banyak siswa-siswi yang datang. Mungkin karena di sekolah itu akan diadakan pemilihan Ketua OSIS berikutnya. Saat itu adalah hari Selasa.
Lima belas menit sebelum itu, Karin datang naik motor yang sama dengan Jay. Itu membuatnya merasa cukup malu karena Jay adalah Ketua OSIS dan sebentar lagi akan menjadi mantan. Mantan Ketua OSIS, bukan mantan Karin. Saat mereka datang, Fino dan Reno yang akan ke gazebo melihat mereka berdua, memperhatikan seraya menggumamkan sesuatu.
"Cieee yang udah punya ... ehm." Kiki menyambut kedatangan Karin ke kelas XII IPA 1 dengan ledekan.
Membuat Karin tersenyum, malu. "Gak usah ledekin," ujarnya seraya mendorong lengan Kiki agar menyingkir dari ambang pintu. Ia akan masuk ke kelas.
"Akhirnya dateng juga!" Alvin. Pria dengan predikat tertampan di kelas XII IPA 1 mungkin akan segera gugur karena sudah ada Kiki di kelas itu. Ia berjalan menuju posisi duduk Karin. "Pinjem rangkuman materi buat Ujian."
"Pinjem lagi?" Karin tahu jika Alvin sering meminjam catatannya. "mau catat hari ini juga?"
"Ya enggak lah! Hari ini mau pilih calon OSIS baru, ngapain ribet buat nyalin rangkuman."
Karin memberikan buku catatannya yang berisi rangkuman materi Ujian Nasional. "Tapi jangan sampe kesiram minyak lagi."
Alvin tertawa. "Masih inget aja kejadian waktu itu. Haha. Aku aja udah lupa tapi inget balik." Alvin mengangkat sedikit buku Karin lalu berjalan menuju bangkunya. "Aku balikin besok."
KAMU SEDANG MEMBACA
Good Boy Gone Bad
Fiksi RemajaLENGKAP ✔️ Jay, good boy yang menjadi sosok pria kejam. Tapi ia berhasil kembali menjadi good boy karena seorang gadis. Gadis itu menyelamatkan kepribadiannya. Ia diluluhkan oleh seorang gadis biasa. Karin, cintanya itu terbalas oleh pria yang ia su...
