Undangan 2

12 1 0
                                        

"Ra, lagi ngapain?."suara bunda dari bawah tangga.

"Lagi nggak ngapa-ngapain, ada apa Bun?."jawab Zahra yang hanya memainkan pensilnya, ia bingung dari tadi belum menemukan kata yang tepat untuk mencurahkan isi hatinya ke dalam bentuk tulisan di buku diary nya.

"Ini ada undangan buat kamu."

"Undangan?...,Siapa lagi yang mau nikah?." Zahra mengernyitkan dahi. Ia pun berjalan menuruni anak tangga.

"Siapa yang ke sini Bun?."tanya Zahra menerima undangannya lalu membukanya.

"Nggak tahu juga siapa, cuma bilang ada undangan buat kamu dari yayasan Cinta Kasih, gitu aja."

"Yayasan Cinta Kasih?...kirain undangan nikah dari teman."

"Kalau dari teman kamu pasti ngabarin kamu juga kan.."

"Iya juga ya bun, Zahra diminta untuk ikut acara kegiatan anak yatim piatu di yayasan ini Bun."kata Zahra setelah membaca dari isi undangannya.

"Ya udah ikut aja, kalau kamu mau."jawab kata Bunda lalu melangkah pergi ke ruang makan.

"Pikir-pikir dulu aja deh."bisik Zahra yang juga ikut melangkah pergi ke kamarnya dengan menaiki tangga.

Zahra duduk di kasur empuknya menimbang-nimbang apa ia akan mengikutinya sembari masih memandangi satu lembar kertas di tangannya.

Matanya refleks melotot melihat tulisan nama yang ada di pojok kanan bawah.

"F-H-El-H...El? El? Apa mungkin Fachri Hasan El Hamdani???."kini matanya kembali melotot lebih besar karena tidak menyangka apa yang ia kira, baru kemarin  ia bertemu dengannya.

Zahra menelan ludah, apa El yang memiliki yayasan itu kak Fachri?

Kluting, bunyi pesan whatsapp masuk, Zahra meraih ponselnya.

"Ra, besok ke sana nya bareng ya. Kamu ikut kan?"pesan dari Rini.

"Kemana?..."

"Ke yayasannya kak Fachri lah, kamu diundang kan?."

"Jadi...bukan cuma aku dong yang diundang."Zahra meringis tersipu malu.

"Diundang kok, jadi...sejak kapan kamu tahu kalau yayasan itu punya kak Fachri Rin?kamu nggak cerita sih ke aku."

"Tunggu jangan ngambek dulu, aku juga baru-baru ini tahu kok. Kata mas Dio yang kenal kak Fachri diundang gitu. Tapi mungkin kenalan yang dekat-dekat aja."

"Otomatis ini kayak reunian gitu dong?."

"Mungkin, gimana ikut nggak?aku nanti sama mas Dio bakal jemput kamu ke rumahmu."

"Kalau gitu, ikut aja deh. Tapi aku nanti bakal jadi nyamuk dong di mobil."

"Tenang kamu nggak bakal jadi nyamuk, tetap manusia kok. Aku nggak bakal mesra-mesraan di mobil kok. Suerr."

"Oke besok aku tunggu..."

"Oke zheyeng..."

Zahra merebahkan badannya ke kasur. Lalu memejamkan matanya karena ngantuk.

))

"Aduh duh, cantik kali zheyengku ini. Gemoy ih..."kata Rini mencubit pipi Zahra.

"Kamu juga cantik kok Rin, udah ada yang punya lagi."ganti Zahra yang mencubit Rini.

"Itu pasti dong."timpal Rini senyum.

"Yang, aku di belakang aja yah nemenin Zahra."kata Rini manja.

"Terserah kamu saja."jawab Dio sembari membukakan pintu mobil.

"Makasih zheyeng..."tak lupa juga Rini mencubit suaminya itu.

Zahra hanya bisa menggelengkan kepala dan pura-pura tidak melihat keuwuan mereka ini. Ia merasa geli saja dengan tingkahnya Rini.

"Khemm, gerah sekali hari ini."bisik Zahra.

"Kenapa Ra?."

"Ah nggak kok."

"Udah siap kan?."tanya Dio sembari menyalakan mobilnya tanpa menoleh ke belakang.

"Siap dong yang."

Mereka pun siap meluncur menuju yayasan Cinta Kasih.

))







Why? (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang