Seorang pria dengan gagahnya berjalan melewati lorong-lorong dengan angkuhnya serta wajah datarnya yang sama sekali tak berubah namun, karismanya tak luput dari kehisterisan para siswi-siswi yang memuja ketampanannya.
Wajah datarnya seyia mendampingi perjalanannya menuju tempat sang pujaan hatinya dan jangan lupa dibelakangnya ada 3 temannya mereka biasa dipanggil dengan sebutan Geng Bradelga (Brandal SMA Derlangga) itu hanya anggota inti saja masih banyak lagi anggota lainnya di sekolah itu.
Geng itu akan diam jika tidak diusik tapi mereka akan bertindak kejam jika diganggu "Musuhmu juga musuh kita semua." Jadi jangan mencoba mencari masalah dengan mereka apalagi dengan King mereka lebih kejam dari siapapun.
Andre, Aiden, Morgan, dan Moris ketampanan mereka menjadi prince di sekolah tak luput juga disertai kenakalan mereka sering bolos, ngerokok, urakan, tawuran, Tapi mereka tak pernah menggangu orang lain.
"Bos mau kemana sih ini gue capek elah balik ke warung Mak Ijah aja napa," ucap Morgan untuk ke tempat biasa mereka ngumpul.
"Momo lo bisa diem kagak suara bikin pencemaran si bos pengen ngapel biasa lah," ucap Moris dengan panggilan khas milik Morgan.
Plakk...
"Lo bisa gak sih jangan manggil gue Momo dah ganteng ganteng gini dipanggil gitu." Sebuah jitakan mendarat di kepalan Moris.
"Oh lo mulai berani jitak-jitak gue sekarang hah?" Moris mengambil ancang ancang dengan menggulung baju lengannya dan membuka 2 kancing baju asasnya.
"Plis Mor gue gak sengaja jangan masukin hati elah lu baperan sih Mor hehe piss," Morgan mengacungkan tangannya membentuk huruf V.
"Gak akan gue dah lama pengen nge hajar lo!" Moris mulai melangkah kedepan mendekati Morgan.
"Kaburrr..." Morgan berlari kencang dibelakangnya ada Moris yang mengejarnya.
"Berhenti lo Mor habis lo ditangan gue," sementara Andre dan Aiden masih menonton mereka dengan acara kejar kejarannya dengan menggelengkan kepalanya.
" Huh ampun Moris gue gak bakal ngelakuin itu lagi nanti gue cariin cecan aja ya sebagai gantinya mau berapa biar gue cariin nanti?" Ucap Morgan sambil berlari dengan nfas terengah engah.
"Hmm boleh juga tuh tawarannya," Moris pun berhenti berlari.
"Hah... hah... gue capek nih," Morgan pun ikut berhenti dan mendekati Moris.
"Jadi sepakat nih ntar gu..."
"Hahahah dapet juga lu Momo." Sebelum ucapan Morgan selesai Moris mencekal lengannya.
"Heh kok lo inker sih Mor katanya setuju cowok kok ingkar janji sih pliss dong Mor lepasin gue," ucap Morgan dengan wajah memelasnya.
"Gak akan lo abis di tangan gue hahah," tawa jahat terdengar dari Moris yang membuat merinding.
"Hahah rasain tu Mo celaka deh lo ntar malem gak bakal bisa ketemuan sama inces Bela lo hahah," teriak Aiden dari belakang.
"Lo kok gak dukung gue sih Aden awas ntar gue potong jatah lo," celetuk Morgan.
"Bisri aj serah lo wlee pikirin aja nasib lo kali ini hahah." Aiden kali ini hanya ingin Morgan tersiksa dengan kelakuan Moris.
Disisi lain.
Andre tetap berjalan tak menghiraukan ketiga temannya itu, sekarang tujuannya adalah Queen menjadi yang utama. Sudah lama dia ingin bertemu dengan Queen tapi selalu saja ada penghalang tapi kali ini keputusannya sudah bulat dia hanya ingin Queen seorang.
Andre memasuki kelas Queennya berada disampingnya ada kedua temannya sesaat setelah itu dia menoleh dan tatapan mereka bertemu.
Degg....
Perasaan yang sama milik Andre tak pernah berubah sekalipun meski Queen membencinya tapi cintanya akan tetap ada selamanya. Dia melangkahkan kalinya mendekati Queen bahkan pandangan mereka tak pernah lepas satu sama lain.
"Queen aku mau ngomong sesuatu sama lo boleh kan," ucap Andre walau terdengar canggung karna sudah 2 hari mereka tak bertemu, Queen seakan sadar dia langsung memalingkan wajahnya dengan masam.
"Soory gue sibuk,"
"Pliss Queen kali ini aja ya gak lama kok cuman kasih aku waktu 5 menit aja ya," Baru kali ini King Berderelga memohon kepada seseorang biasanya tia tak pernah menerima sebuah penolakan tapi kali ini berbeda dia tak berdaya didepan gadis ini.
"Lo gak denger gue sibuk lo budeg apa?" kali ini Queen meninggikan suaranya.
"Oke gue pergi kali ini tapi inget seberapa kuat kamu ngehindar, aku akan tetap berusaha buat dapetin kamu lagi, dan segala sesuatu yang udah di iklaim sebagai milik King Berderalga gak akan mudah lepas begitu saja," Ucap Andre lalu melangkah keluar kelas Queen.
Queen merasa tak kuat lagi pertahanannya telah runtuh dia, menautkan wajahnya ke meja tempat duduknya air mata mulai mengalir, wajahnya dia tutupi dengan telapak tangan.
"Kenapa ini semua terjadi sama gue, apa gue emang gak pantes bahagia hikss... hikss..." ucapnya sambil sesenggukan.
"Udah Queen lo harus bisa kuat semuanya akan berakhir kita akan selalu ada buat lo." Usapan lembut Kaila membuat Queen sedikit tenang.
"Iya Queen kita gak masalah kok nemenin lo setiap saat yang penting kita bahagia sekarang senyum dong," ucap Luna yang mencoba menenangkan Queen.
"Makasih kalian memang yang terbaik gue gak tau jadinya kalo gak ada kalian di hiduo gue," Queen memeluk kedua sahabatnya menyalurkan rasa bersyukurnya karna masih mempunyai sandaran yang selalu ada untuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Queen ( END )
RandomKenangan bagaikan mimpi buruk, dilupakan dan diingat. Bayangan tentang rindu mengambang di atas kepala baik buruknya takdir hanya tuhan yang tau. Rasa itu ada ,namun tak terlihat oleh mata bukan karna rasa sakit menjadikan halangan. Aretta punya ba...
