13. E kuadrat K

12.8K 1.3K 72
                                        

Turun dari mobil, Viano tergesa-gesa masuk rumah. Sampai di ruang tamu, dia dapati Garseta tengah duduk menyilang kaki ditemani secangkir teh hangat.

"Ma?" Masih dalam napas tersengal dia menyapa.

"Tergesa-gesa, Vi?" Ada nada sindiran di dalam ucapan perempuan paruh baya di hadapan Viano.

Viano mengatur napas, mengendurkan dasi lebih dulu sebelum duduk di hadapan ibunya.

"Mama ada perlu apa ke sini?"

"Menunggu putra kesayangan pulang." Garseta yakin, Viano tahu kalau sekadar berkunjung bukan alasan sebenarnya.

"Kita nggak perlu basa-basi, Ma. Mama ada perlu apa ke sini?"

"Besok Mama ada acara makan siang dengan kolega bisnis. Lusi juga akan datang."

Viano tahu, ujungnya bagaimana.

"Lusi akan datang juga!" Garseta menandaskan.

Viano menggeram, tadinya dia pkir akan ada urusan mendesak. Ternyata perkara sepele.

"Mama bisa telepon-"

"Telepon?" Nada bicara Garseta meninggi. "Mama bukan cuma mau sampaikan itu aja, Vi!"

Viano menegang.

"Mama mau besok kamu datang, tanpa anak itu."

"Raja, Ma!" Viano tidak suka kalau mamanya menyebut kata anak itu. Seolah Raja sama sekali tidak berharga. "Mama harus tau, kalau dia anak kandung-"

"Apa aku pernah mengakuinya?" Garseta menyentak Viano. "Jangan coba-ciba korek luka lama Mama, Vi!"

Suasana tegang.

Garseta mendesah. "Kalau kamu masih menganggap Mama orang tua, jemput Mama besok pagi."

"Tanpa, anak itu!" Garseta mengingatkan kembali.

Viano tidak bisa membantah. Dua-duanya, sama-sama menjebak.

Menyampirkan tas kecil, Garseta beranjak dari duduknya.

"Mama tunggu kamu besok!"

"Mmh." Viano mengggumam. "Mama mau pulang?"

"Bukannya kamu yang mau mama cepat pergi?"

Viano memegang dahi sebentar. "Bukan begitu maksudnya, Viano cuma nggak mau Mama marah dengan Raja."

Garseta bergidik pelan. "Nggak perlu basa-basi, Vi. Mama tau isi hati kamu."

Diam. Begitulah Garseta, terus berpkiran negatif tentang Viano, meski sang anak telah bersusah payah untuk menunjukkan baktinya.

Semua, hanya karena satu perkara. Viano tidak mau berpisah dari Raja.

•°•

Mamanya pulang, Viano ke atas menuju kamar Raja. Kebetulan, Mia baru keluar.

"Raja gimana, Sus?"

Arrogant vs Crazy Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang