Sebagai laki-laki dewasa yang memiliki perasaan sama dengan Nesta, Viano suka-suka saja dipeluk seperti ini. Masalahnya, lama-lama dia merasa tidak enak dengan tatapan orang di sekitar mereka.
"Nes, udah!"
"Masih enak, Pak."
"Bahasa kamu kotor banget, Nes. Ini kita dilihatin orang!" Viano pura-pura garuk kening supaya bisa menutupi wajahnya.
Aduh, iya lupa Nesta kalau ini masih di pinggir jalan. Habisnya Viano body-nya pelukable. Meski berat Nesta lepas dekapannya.
"Diam-diam, kamu nafsu banget sama saya, ya!" Viano merapikan kemejanya yang kosong kusut.
Omong-omong pelukan Nesta tadi membuat seluruh tubuh Viano rasanya menggelora. Untung saja dia masih bisa kendalikan diri.
Menatap Nesta sebentar. Kalau tengah bersemu dia manis juga.
"Lain kali, enggak boleh agresif kayak gitu lagi! Kamu itu perempuan!" Dikuseknya kepala Nesta. "Punya harga diri sedikit. Jangan main nyosor aja. Kalau laki-lakinya bejat, kamu bisa diapa-apain!"
Nesta memamerkan barisan giginya. Berarti Viano bukan laki-laki bejat? Buktinya dia dari kemarin ahresif tidak diapa-apakan sama sekali. Semakin cinta, Nesta. Mau buru-buru ajak kw KUA.
"Saya mau ambil cuti dua hari ke depan supaya bisa ke rumah kamu. Makanya, hari ini saya harus ke kantor untuk urus beberapa berkas."
"Bapak mau langsung temuin orang tua saya?"
"Mmh." Viano menggumam. "Saya udah bilang, nggak ada waktu lagi buat pacaran atau main-main. Bagi saya kamu udah, Raja juga suka sama kamu."
"Secepet ini, Pak?"
"Kenapa, kamu ragu mau nikah sama om-om?"
Nesta malah terkikik. "Biar kata selisih 10 tahunan, bagi saya kelihatan kayak ABG yang imut-imut
"Saya nggak percaya."
Viano punya cermin di rumah. Bisa tahu sendiri bagaimana tampilannya. Untuk ukuran tampan, memang tidak memungkiri dia termasuk golongan orang tampan. Namun, kalau sampai dibilang kayak ABG ... BULLSHIT.
"Kamu kerja lagi, saya mau ke kantor. Awas ya jangan sampai macam-macam sama Kevin. Kalau dia berani lihat-lihatan sama kamu, semprot aja mukanya pakai semprotan nyamuk."
"Saya nggak bisa kerja lagi, Pak. Barusan saya dipecat sama Kevin. Apa saya ngelamar kerja lagi?"
"Hah! Beraninya dia pecat kamu!" Viano kacak pinggang. "Memangnya, dia bos ter 0nama atau mini market ini udah saking larisnya, jadi berani pecat kamu."
Nesta mengernyit. Kenapa Viano jadi marah-marah? Bukannya dari kemarin dia yang memaksa Kevin buat pecat Nesta. Dikabulkan malah marah.
Ini, kelakuan absurdnya kumat lagi.
"Untuk ukuran pemilik minimarket yang kecil dan sepi begini dia terlalu sombong." Viano sudah menggulung lengan kemejanya. "Harus saya kasih tau supaya jangan semena-mena!"
"Eh, Bapak mau ke mana?" Nesta menahan Viano.
"Menemui mantan bos kamu. Seenaknya dia, memang kamu salah apa?"
"Salah saya banyak, Pak." Nesta masih menaham Viano untuk menemui Kevin.
Sekarang Viano memelotot di hadapan Nesta. "Emangnya kamu buat salah apa?
"Mikirin Bapak setiap detik!"
"Cuma gitu--"
Ah, sial. Batal marahnya, ini Viano malah mau meleleh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arrogant vs Crazy
PoetryCari duit tidak segampang yang ada di drama atau novel. Dalam dunia khayalan, perempuan bisa jadi 'barang mahal' yang diperjuangkan habis-habisan sama CEO atau jadi mujur dengan dinikahi paksa sama tuan muda tampan kaya raya. Dunia nyata tidak begi...
