27. Viano lagi Kesambet

11.1K 1.1K 27
                                        

Ditinggal Viano, terus bakal diam saja? Nope! Lusi punya seribu cara untuk bertindak. Dia mulai drama, pura-pura pusing-mual-lunglai.

"Jangan drama, deh, Lus!" Viano tahu pasti kalau Lusi cuma acting.

Aneh, dia, memang tidak malu dilihat orang? Bisa dikira ngidam. Terus kalau begini, bahaya, dong? Viano bisa dituduh yang macam-macam.

"Kayaknya aku salah makan, deh." Lusi cari alasan. Yah, paling tidak, kalau bukan ditebengi Viano dia bisa tunggu taksi pesanan datang. Menyesal juga tadi tidak bawa kendaraan sendiri. Niatnya mau modus, malah dikacangin.

Lusi cari kesempatan dengan pegangan di tangan Viano. "Pegangin aku," pintanya.

Oke, atas dasar kemanusiaan Viano pegang tangan Lusi.

Makin lama, itu cewek makin modus. Dia sekarang malah menautkan lengannya ke lengan Viano. Orang-orang yang melintas memperhatikan mereka.

Barusan si Edo--staf perusahaan X-- menjuluki mereka pasangan serasi. Lusi cantik Viano tampan. Bikin iri.

"Awas, Lus, ada uler di bawah kaki kamu." Viano berujar datar.

Sontak Lusi berjingkat sambil teriak, "Mana?"

Fix, Lusi cuma bohong. Dari awal juga sudah curiga, cuma Viano masih punya perasaan kalau mau langsung tinggalkan dia.

"Nggak ada!" Viano melepas paksa cengkraman tangan Lusi. Selanjutnya, dia rapikan lengan kemejanya yang sedikit kusut.

"Tega kamu, Vi!" Lusi merasa dipermainkan.

Lusi marah? Viano bakal peduli? Dia sudah tahu, kok, jawabannya.

"Saya ingetin kamu sekali lagi, Lus. Nggak peduli soal hubuungan ibu kamu dengan mama saya atau hubungan pertemanan kita. Selama jam kerja, biasakan panggil Pak!"

Selesai bilang begitu, Viano pergi. Masih untung Viano tidak marah soal kelakuan Lusi barusan.

Kalau bukan memikirkan malu dan image dia sebagai perempuan cantik juga berkelas, sudah pasti Lusi mau teriak-teriak.

***

Satu jam Nesta keliling, kasih brosur ke orang-orang yang lewat. Kadang ada yang tanya, 'K-Mart itu, apaan?'

Toko Kevin memang kurang terkenal. Dia mukanya tidak setampan oppa, sih. Coba kalau bening kinclong, bakal Viral pasti.

Apa Nesta kasih saran ke dia supaya beli minuman kolagen?

'Kan, berguna juga karena zaman sekarang semakin goodlooking semakin gampang cari penghasilan. Uang Nesta yang kemarin sebagian disisihkan untuk biaya perawatan kulit.

Jangan salah. Biar miskin, penampilan tetap harus dijaga. Lagu-lagu dari girl Band saja sudah menyebutkan dengan jelas kalau penampilannya selalu menguntungkan--yang cantik yang di lirik.

Untung bawaan lahir Nesta tidak jelek-jelek amat. Masih bisa dibilang manis untuk ukuran lokal.

Sudah habis brosurnya, Nesta pilih untuk kembali kembali ke toko.

Sampai di toko, Raja kelihatan antusias menyambut Nesta. Kasihan juga, tuh, anak. Saking niatnya mau bertemu Nesta sampai harus rela duduk diam diangguri begitu.

Dari tadi, Nesta sudah menawarkan Raja untuk pulang saja atau hubungi Mia biar ada kawannya. Pilihan Raja masih tetap: menunggu Nesta.

So sweet, deh dia. Tebakan Nesta kalau sudah besar nanti, Raja pasti jadi tipe cowok yang setia. Semoga saja.

Kevin dari meja kasir melambaikan tangan, dia baru saja selesai melayani pembeli.

"Panas banget, ya?" Sembari memasukkan uang, Kevin ajak ngobrol Nesta.

Arrogant vs Crazy Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang