"Sah?"
"SAH!"
Diiringi doa yang panjang dan khidmat di situ Nesta tahu dia sudah halal buat Viano. Dan, pada akhirnya dapat juga jatah unboxing isi di balik baju Viano yang sudah dari kapan hari bikin Nesta mupeng.
Pertama dapat jatah salim tangan dulu, terus dikecup di kening sama Viano. Fotographer bilang tahan dulu, Nesta pikir itu sebuah anugrah.
Gileee! Bibir seksi Pak Bos yang biasa dipakai buat marahin dia sekarang menempel di kening dengan diawali Bismillah. Mana nolak disuruh lama-lama.
Oh iya, semalam --sebelum ijab qabul--Viano iseng upate foto di media sosial-nya. Masih ingat, dong, dia pernah ambil foto Nesta diam-diam. Nah, iti dia pakai buat di-up.
Keterangan fotonya itu, bikin sejagad raya huru-hara.
She's my queen.
Singkat begitu, tapi banjir komentar.
Komentarnya bagus, pujian semua. Tapi bikin nyesek batin Nesta pas baca. Berasa dia jadi gadis yang dipojokkan.
[Ya Allah, cari di mana cowok yang bisa terima cewek apa adanya gini?]
[Beruntung banget ya dicintai cowok se-gentle gitu.]
[Ih, gue mau banget, deh, dapet cowok kayak dia.]
Terus saja scroll ke bawah, komennya mengagungkan Viano. Upik abu mah, cuma bisa nyelip di pojokkan.
Oke, balik lagi soal pernikahan.
Yato hari ini kelihatan cakep pakai tukxedo lengkap dengan dasi kupu-kupu. Tidak disangka, anak buluk kalau didandanin dikit bisa bikin segar mata juga.
Uh, alamat jadi fuckboy itu anak. Dari tadi kalau ada taju cewek yang kelihatan bening langsung sigap tampil terdepan. Coba kalau kakaknya yang minta tolong, alamat kudu berantem dulu.
Raja juga makin kece. Biar masih bicah bibit ganyengnya sudah kelihatam. Bangga Nesya nanti punya keluarga cakep-cakep semua. Semoga saja, nih, ya, anak Nesta nanti tidak gagal. Minimal 70% wajib mirib bapaknya. Biar cakep!
Tamunya banyak. Mulai dari kawan sekolah, teman kampus, teman kerja, keluarga, rekan bisnis. Humh, kuat ini kaki mereka duduk bangun menyambut tamu yang ajak salaman.
Kevin datang sama cewek. Kirain pacarnya, tidak tahunya pas dikenali ternyata adik kandung.
"Selamat ya, Nes." Senyumnya Kevin tulus. Bikin Nesta tidak mau dia cepat turun.
"Moga cepet nyusul, ya, Vin."
"Ehem!" Viano sudah kasih kode. Awas, ya, kalau sampai ada pelukan dari mantan. Bisa ribut, nih!
Kevin akhirnya turun.
"Lama amat salamannya. Ngomongin sarden mini market, ya?/
"Mulai, deh!" Nesta mendengus, "orang kita lagi bahas masa lalu."
"Masa lalu kamu nggak jauh-jauh dari sarden."
"Kamu bikin istri ngambek, awas nggak kebagian 'jatah',"
"Nggak apa. Paling juga kamu nanti yang nyerah duluan."
Beuh! Seratus persen betul itu!
Yang fenomenal berikutnya, Ivan, dong!
Dia datang sama Lusi. Mana bajunya batik couple. Serasi banget kelihatannya. Walau si Lusi judesnya tidak berkurang, cuma tamoang Ivan yang selalu happy dan lempeng malah jadi kelihatan seimbang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arrogant vs Crazy
PoesiaCari duit tidak segampang yang ada di drama atau novel. Dalam dunia khayalan, perempuan bisa jadi 'barang mahal' yang diperjuangkan habis-habisan sama CEO atau jadi mujur dengan dinikahi paksa sama tuan muda tampan kaya raya. Dunia nyata tidak begi...
