2- SEPATU NYANGKUT

1.4K 141 63
                                        

Semoga Suka^^

•••

Rere melangkahkan kakinya menuju gerbang sekolah, ketiga temannya sudah pulang dan ia harus pulang terakhir sebab piket. Rere memberhentikan langkahnya, menengok ke bawah, berdecak sejenak lalu berjongkok.

Membernarkan tali sepatunya yang lepas. Setelah selesai, Rere mendongak, menatap sekeliling yang sudah sepi. Tunggu, Mata Rere menangkap seseorang yang ia kenali. Rere menyipitkan matanya, menyelidik lebih dalam orang itu.

Renald. Yah, Rere kenal itu Renald. Cepat-cepat Rere berdiri sembari mengepalkan tangannya kesal. Kejadian kemarin benar-benar membuat ia kesal dengan sosok lelaki itu. Dan sekarang, saatnya balas dendam.

"Lo!"

Jari telunjuk Rere menyodor tepat di depan wajah Renald. Matanya melotot tajam. Kehadiran Rere membuat Renald yang ada di atas motornya membuang muka jengah.

"Lo ngapain di sini huh?!" tanya Rere tidak bisa santai.

Renald menoleh, menatap Rere jengkel. "Suka-suka gue."

"Mau buat onar pasti. Cowok berandalan kayak lo pasti--"

"Bisa enggak jangan nilai orang dari cover nya doang?" potong Renald cepat.

Rere semakin mengepalkan tangannya erat-erat, seakan jika di sisi Renald membuat ia langsung naik darah. Bertemu Renald di dalam hidupnya adalah suatu kesialan.

"Sadar dong! Lo kemarin juga asal nilai gue gitu aja, sok-sokan bilang gue bad girls. Itu kalau bukan asal nilai orang dari covernya apa?"

Renald kicep, ia memutar bola matanya malas. Tapi apa yang dikatakan Rere memang benar. Tapi Renald tidak mau melanjutkan perdebatan ini lagi. Renald tidak mau Rere masuk lebih dalam ke kehidupannya.

Renald turun dari motornya, ia menghela napas sejenak dan hendak masuk ke dalam area sekolahan. Tapi Rere menghalangi langkahnya.

"Mau apa sih lo, cil?"

"Gue enggak akan biarin penyusup masuk ke dalam sekolahan gue!" gertak Rere dengan mata tajamnya.

Renald menggeleng lirih sembari terkekeh pelan. Apa Rere bilang? Sekolahnya? Renald seakan ingin tertawa meledak-ledak. Tidak tahu saja Rere bahwa sekolah ini milik kakeknya Renald.

Untungnya Renald bukan tipe cowok sombong. Malas rasanya untuk sombong, apalagi yang disombongkan bukan miliknya. Terlebih sombongnya pada gadis semacam Rere. Oh, tentu Renald tak sudi.

"Emang lo bisa apa buat cegah gue huh?" tanya Renald sembari melipat kedua tangannya di depan dada dan menaik-turunkan alisnya.

Ekspresi Renald itu seakan mengejeknya. Rere berkacak pinggang, sama sekali tak takut dengan Renald yang gagah. Rere menyunggingkan senyum miringnya.

Perlahan tapi pasti, Rere melepaskan sepatu kirinya. Dan bersiap-siap melemparkan nya ke wajah Renald. Sayangnya Renald langsung menangkap sepatu itu. Dan ... Renald melemparnya ke atas pohon hingga nyangkut.

Rere membelalakkan matanya melihat sepatu mahalnya nyangkut di pohon. Pandangannya langsung beralih ke Renald, yang sekarang menatapnya dengan cengiran menyebalkan.

"Ih! Asli ya lo ngeselin! Ambilin nggak!"

Rere berusaha menarik-narik tangan Renald, tetapi lelaki itu terus menghindar dan menggeleng.

"Ambilin!"

"Hah? Apa?" tanya Renald sok-sokan tidak mendengar.

"Ambilin sepatu gue! Tinggi!" pekik Rere keras-keras.

Renaldy[Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang