36. MEMBUKA LEMBARAN BARU

902 71 18
                                        

SELAMAT MEMBACA^^

•••

BUGH!

Revan mendaratkan pukulannya tepat di pipi Renald. Selanjutnya, Gavin menendang bokong Renald. Dilanjut oleh Tono, Andri, dan Jefri. Ke-5 cowok itu memukuli Renald dengan membabi buta.

"Bangsat! Mati lo!" umpat Gavin emosi.

Renald meringis sakit, lalu menendang ke-5 cowok itu. Renald meringis, merasakan sakit di sekujur tubuhnya.

"Bangsat lo semua!" umpat Renald kesal, menatap ke-5 cowok itu. Ia kembali mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.

Flashback on.

Revan, Jefri, Gavin, Tono dan Andri. Mereka mengamati Renald dan Raisa. Sedari tadi mereka membuntuti cowok itu. Dan sampailah di sini.

"Anjir anjir! Mereka mau ke kamar!" pekik Gavin mulai heboh, sambil menepuk-nepuk pundak Rama.

"Cegah cepet cegah!" seru Andri.

"Eh, jangan!" kata Tono. "Jangan ganggu orang yang mau gitu an lah. Takut kena karma. Ntar kalau kita mau gituan, diganggu gimana? Nggak enak ah!"

Beramai-ramai mereka menjitak kepala Tono. "Eh!  Kita nikah masih lama njir! Atau lo udah ada rencana gituan sama cewek lo?!" seloroh Jefri.

"Sstt! Tau aja lo! Jan bilang-bilang cewek gue tapinya."

"Bangsat lo!" Jefri kembali mengamati Renald yang membopong Raisa. "Si bos bego banget. Kemakan gitu sama umpannya Mauren."

"Mauren emang ular sih. Gue aja dulu pernah diporotin," sahut Gavin.

"Gue ... mau bilang takut ah!" Semua langsung menoleh pada Tono. Seolah meminta cowok itu berkata. "I-itu, gue nyesel punya bos kayak dia. Jangan bilang-bilang bos ya. Gue masih mau ngerasain malam pertama."

Andri menjitak lagi kepala Tono. "Diem lo nyet! Udah sana lo cegah mereka."

"Eh? Gue kan udah bilang, gue takut kena karma."

"Ya kali kita biarin aja. Gue sih kasian bu bos ya!" imbuh Jefri.

"Ya tapi--"

"Bacot!" Revan ikut nimbrung. "Kita masuk. Gue bawa Renald, lo bawa Raisa."

Tono langsung menggeleng keras kala Revan menunjukkan. "Jangan gue bang epan! Gue takut khilaf nanti!"

"Pikiran lo ya!" kesal Gavin.

"Lo aja deh, Van. Iman lo kan lebih kuat dari gue. Apalagi si Raisa lagi mabuk gitu. Takut nggak bisa nahan gue anjir!"

Revan berdecak kesal, ia menyesal mengajak Tono ke sini. Dan pada akhirnya ia pula yang harus membawa Raisa pulang. Mereka memasuki kamar yang dimasuki Renald dan Raisa.

Mereka terkejut, kala melihat Raisa sudah terbaring di kasur. Tapi di mana Renald?

"Cepet bawa! Keburu diterkam Renald!" Andri mendorong-dorong tubuh Revan.

Saat Revan sudah membopong tubuh Raisa. Tiba-tiba seorang cowok keluar dari kamar mandi. Itu Renald.

Ke-5 cowok itu saling tatap, detik selanjutnya Jefri, Gavin, Tono dan Andri, mereka menerkam Renald. Jefri dan Tono mengangkat kaki Renald, Gavin membekap mulut Renald dan mengangkat kepalanya. Dan Andri ikut membantu membopong Renald.

Flashback off

Dan mereka, mengantar Renald ke rumah cowok itu. Mereka berlima memukili habis-habisan Renald. Tanpa ampun. Bahkan Renald tidak diberi kesempatan untuk berbicara sebentar saja.

Renaldy[Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang