Insiden perjamuan

1K 120 7
                                        

Pengawal yang mengantar Duo Alger bersaudara itu pergi berjalan menuju tempat perjamuan, terlihat kaisar beserta sang ratu duduk disinggasana masing masing.

"Yang mulia kaisar, yang mulia ratu hamba menghadap."

Pengawal itu menceritakan semua kejadian yang terjadi mulai dari surat undangan dan yang terjadi dikamar Raphael, kaisar yang awalnya tidak berminat setelah mendengar perlakuan 'teman teman' Raphael itu kaisar langsung menarik senyum.

Sedangkan sang ratu hanya diam tanpa berkata apa apa, kaisar menyuruh pengawal itu untuk memanggil Raphael dan teman temannya itu kemari, pengawal itu langsung pergi ke kamar Raphael.

"Yang mulia kaisar memerintahkan untuk membawa pangeran mahkota dan teman temannya ke tempat acara."

Athanasia, Raphael, dan Ethaniel yang sedang perang bantal dikamar langsung memasang wajah shock mereka, apa lagi Raphael yang awalnya tersenyum menjadi suram.

Kayaknya ada yang gak beres nih.
-Athanasia.

Hawa istana suram ini sudah menjelaskan semuanya.
-Ethaniel.

Raphael bergegas keluar diikuti Ethaniel disamping kiri dan Athanasia disamping kanan, sedangkan Celson berada dibelakang mereka dengan tatapan khawatir.

"Kalian kenapa malah berjalan disampingku?"

"Kami bukan pelayanmu, kami temanmu!" Serentak De Alger bersaudara.

Raphael tersenyum tipis.

Mereka berjalan bersama, pengawal yang tadi kembali tempat dia berjaga, saat masuk ke dalam acara banyak pasang mata yang melihat mereka saat sampai di depan singgasana mereka bertiga memberi hormat.

Anastasius sudah memperkirakan bahwa anak anaknya itu akan membuat masalah di perjamuan kali ini.

Hukuman apa yang cocok untuk mereka?

"Kudengar pangeran mahkota mempunyai teman?"

"Ya yang mulia mereka teman saya saat diakademi." Raphael melihat wajah kaisar dengan garang.

"Pssstt bukankah kau terlalu dingin pada ayahmu?" Bisik Athanasia pelan pada Raphael.

"Jangan jadi anak durhaka Rap gak baik." Ethaniel juga berbisik.

Perempatan muncul di dahi Raphael, teman temannya malah melucu disaat seperti ini, memang tidak ada yang waras.

"Etika kalian mana? tuh orang kaisar!" Tekan Raphael.

"Kan ayahmu Rap, iya kan paman?" Tanya Athanasia polos.

Semua orang terpelongo bahkan kaisar dan ratu sekalipun, Ethaniel menoyor pelan kepala Athanasia dari belakang.

"Sakit bego!"

"Kau yang bego!"

Raphael hanya semakin menunduk antara kesal, malu dan menahan tawa.

"Itu anak anakmu tuan Arkin?" Tanya salah satu bangsawan didekat Anastasius.

Entahlah aku tidak yakin mereka anakku apa bukan.

"Haha bisa dibilang." Anastasius tertawa hambar.

"Kalian berasal dari keluarga mana?" Giliran sang ratu yang berbicara.

Different Fate For My AthanasiaHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora