Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

Ada suatu-

1K 133 27
                                        

"Aku gak pernah sekecewa ini dalam 17 tahun Kehidupanku." Ucap Athanasia kepada Claude.

"Apalagi kali ini? " Tanya Claude.

Athanasia mengeluarkan permen yang ada di sakunya dan meletakkannya dihadapan Claude.

"Ini permen untukku pagi ini, ini permen untukku siang nanti, dan ini permen untukku nanti malam." Ucap Athanasia sedih.

"Dan?"

"Dimana jatah permen untuk sore nanti?" Protes Athanasia kepada Claude. "Bagaimana yang mulia bisa lupa memberikan jatah permenku untuk sore nanti?"

"Makan saja jatah permen malammu itu."

Athanasia menggeleng cepat, bagaimana bisa Claude melakukan ini padanya? "Tidak tidak! Permen rasa Raspberry ini khusus nanti malam, aku tidak akan memakannya di sore hari!"

"Kenapa tidak boleh?"

"Karena memang tidak boleh." Jawab Athanasia mantap.

Mata Claude terfokus dengan Athanasia. "Siapa yang melarangmu?"

"Ayahku." Jawab Athanasia, entah kenapa mood Claude mulai memburuk dia langsung menyuruh Felix meninggalkan mereka berdua.

"Ayahmu?" Tanya Claude pelan. "Kenapa bajingan itu melarangmu?"

Athanasia bangkit dari tempat duduknya, dia memperagakan bagaimana Anastasius saat melarang dirinya dan kakaknya dulu.

"Ayahku bilang seperti ini— ehem ehem." Athanasia mulai mengatur suaranya.

"Jangan memakan permen dimalam hari! Khususnya yang manis karena bisa merusak gigi kalian! Jika kalian tetap memakan permen manis itu aku akan memotong anggaran bulanan kalian!" Ucap Athanasia meniru Anastasius, dengan postur tubuh dan jari telunjuk yang dia keluarkan.

Claude hampir tertawa jika dia tidak menahannya, membayangkan kakak sialannya berkata tentang hal itu membuatnya ingin tertawa terbahak bahak.

"Hm— berapa umurmu saat dia mengatakan hal aneh itu?"

"Delapan tahun." Ujar Athanasia. "Sampai saat ini aku masih teringat dengan omelan ayah bodohku itu, aku juga heran kenapa dia sering sekali mengomel."

"Mungkin itu alasan mengapa kau sering mengoceh tidak jelas." Ucap Claude. "Sekilas kau mirip dengannya."

"Tentu saja, dia kan ayahku."

"Bisakah kau berhenti mengatakan hal itu."

"Mengatakan apa?"

"A—" Ucapan Claude terhenti, apa yang baru saja ingin dia katakan? Kenapa dia merasa kesal setiap kali Athanasia memanggil Anastasius ayah?

Aku harus sadar!
-Claude

"A apa?" Tanya Athanasia.

"Bukan hal penting."

Athanasia menatap Claude penuh pertanyaan, jika bingung kenapa mereka berdua akur, itu karena Athanasia bilang gak ingin nambah musuh.

"Ya sudahlah aku mau pergi." Athanasia membuka salah satu jendela yang ada di ruangan. "Aku akan merayu Lili atau siapapun agar mendapat permen. "

Claude yang terdiam langsung saja bertanya "Kenapa kau suka sekali memanjat jendela?" Tanya Claude dengan wajah datar.

"Ini tuh namanya style, yang mulia tidak akan pernah menemukan gadis yang seperti aku di Obelia." Athanasia pun melompat keluar.

Makhluk itu—
-Claude

.
.
.
.
.

"Beb ambilin buku yang di pojok kanan sana." Perintah Athanasia kepada Lucas.

Different Fate For My AthanasiaHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora