Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

Malam pesta

1.1K 128 30
                                        

"Beb, bagusnya aku pakai jas warna ini atau yang ini." Lucas menunjukkan jas warna merah dan hitam.

"Yang hitam aja deh beb, bagus." Jawab Athanasia bosan.

"Tapi beb masa hitam polos, gak ada gradasi warna gitu?" Tanya Lucas.

"Ya udah warna merah aja." Kata Athanasia.

"Tapi nanti gak serasi sama kamu beb." Ucap Lucas mode sopan.

"Astagfirullah beb! Terserah kau saja muak aku!" Kata Athanasia kesal lalu menendang kaki Lucas.

Athanasia sudah jengah sejak tadi, sebenarnya untuk gaun dan jas mereka tidak perlu mengeluarkan uang atau capek capek mendatangkan desainer dari negeri tetangga.

Cuman tinggal ctak ctak pake jari udah jadi sesuai keinginan.

Tapi biasanya wanita lah yang paling pusing soal setelan atau pakaian lainnya, namun ini malah para prianya yang pusing memilih setelan.

Bahkan Athanasia sudah siap dari satu jam yang lalu sedangkan kakak, pacar, dan teman temannya masih bingung mencari jas yang tepat.

Kecuali Matheo yang memang sudah siap dari awal dengan jas hitam dan jubah emasnya, mereka bilang mau tampil serasi satu sama lain tapi sampai sekarang mereka masih bertengkar.

Athanasia memakai gaun putih dengan berbagai ornamen mutiara, sebenarnya Athanasia juga ingin memakai jas karena menurutnya akan sulit bergerak jika memakai gaun.

Tapi para kaum adam memaksanya memakai gaun.

Sekarang lihatlah, malah mereka yang sepertinya kewalahan mencari warna yang pas, butuh waktu yang lama menyelesaikan hal ini, Athanasia saja sudah menghabiskan satu cetak kue coklat yang ada diatas meja.

Bahkan Alisha mengomelinya karena terlalu banyak makan.

"Akhirnya setelah satu dekade aku menemukan warna yang pas!" Teriak Lucas sambil lompat lompat kegirangan. "Beb cocok gak?"

"Hm..." Athanasia langsung keluar tanpa basa basi.

Dia kira pacarnya itu menemukan warna yang luar biasa, ternyata hanya dibuat gradasi merah darah campur hitam dengan sedikit glitter, Athanasia sudah menyesal karena terlalu banyak berharap.

Punya pacar gini amat.
-Athanasia

Akhirnya Athanasia keluar sendirian, terlihat Anastasius sudah menunggu dengan setelan yang tak kalah mewahnya, wajar saja dia dikejar kejar dengan banyak wanita.

Athanasia langsung menarik Anastasius masuk kedalam kereta kuda dan menyuruh Alisha untuk langsung pergi ke istana meninggalkan para remaja tersebut.

"Tenang saja ayah mereka tidak akan nyasar."

Anastasius hanya menghela nafas, sudah jelas Athanasia sedang jengkel saat ini, dia sangat mengenal putri nakalnya itu dalam sekali lihat.

Setelah beberapa waktu mereka pun sampai ke istana, banyak orang yang terpesona kepada mereka berdua, mulai dari para wanita bangsawan yang melihat Anastasius dan para tuan muda yang melirik Athanasia.

Mereka sudah memasang sihir supaya tidak ada yang bisa mengenali mereka.

"Hai." Sapa seorang pria kepada Athanasia.

Anastasius hanya terkekeh lalu menjauh dari Athanasia, dia sangat tahu apa yang akan terjadi pada pria malang itu jika mendekati Athanasia.

"Hm?" Jawab Athanasia cuek.

"Perkenalkan nama sa—"

"Aku udah punya pacar, bye." Ucap Athanasia spontan lalu menjauh dari pria tersebut.

Different Fate For My AthanasiaHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora