"Wah kalian bangsawan ya?"
Saat kalimat itu keluar, Athanasia dan Ethan langsung memasang aba aba siaga level satu. Berbalik menatap anak laki laki dibelakang mereka.
"Tunggu mata kalian? Kalian dari Obelia kan?"
Ethan menarik Athanasia kebelakangnya, seakan akan menyembunyikan Athanasia karena identitasnya.
"Ya, kami dari Obelia." Jawab Ethan lugas.
Anak laki laki tersebut berpose seperti orang yang memikirkan sesuatu, setelah itu dia terseyum mengulurkan tangannya kepada Ethan.
"Yah aku tidak terlalu tahu kalau Raja Obelia pernah punya anak, namaku Matheo Doric Mehtar, pewaris pertama kerajaan Barja. "
Ethan menjabat tangan Matheo, untungnya anak laki laki didepannya ini tidak tahu menahu tentang Obelia.
Dan jika Ethan berkata jujur pun disini ada aturan untuk tidak menyebarkan apapun yang berhubungan data pribadi dan Cremos sediri kepada orang luar.
"Ethaniel De Alger Obelia, dan ini adikku Athanasia De Alger Obelia, kami kerabat jauh Raja."
Athanasia mengintip dari belakang, perkataan Ethan bukan sepenuhnya sebuah kebohongan.
"Salam kenal." Athanasia bersuara.
"Kerabat jauh yaa Aku rasa kita bisa akrab, hem Kamar kalian nomor berapa?"
"094" Jawab mereka serempak.
"ternyata tidak jauh, kamarku nomor 103. Apa hanya kalian berdua saja yang dari Obelia?"
"Kalau murid memang hanya aku dan kakak." Athanasia menjawab.
"Dan kau? Apa hanya kau sendiri yang dari Kerajaan Barja?" Ethan balas bertanya.
"Tidak, sebenarnya ada kakak perempuanku juga, dia sudah tahun ketiga disini."
Mereka bertiga berbincang lama, sesekali saling menertawakan satu sama lain. Para ketua yang memberikan kata sambutan mulai membicaran tentang aturan dan hal hal lainnya mengenai Akademi dan sistem pembelajaran.
Setelah selesai para ketua membubarkan para murid, mereka dapat mengunjungi dan melihat lihat area yang ada di Cremos.
Athanasia, Ethan dan Matheo menjadi semakin akrab. Mereka sekarang sedang berjalan mengunjungi area keperluan khusus, karena mereka harus membeli beberapa peralatan.
Athanasia yang pada awalnya kaku mulai terbiasa dan bersikap santai kepada Matheo.
"Ku kira kau itu anak yang pemalu."
Begitulah kata Matheo saat melihat Athanasia berteriak menyumpahi lantai yang membuatnya terjatuh itu.
Mereka sampai di tempat khusus untuk alat alat keperluan misi, mulai dari tenda, makanan dan minuman instan, pil energi, pakaian khusus misi, cap lambang akademi dan sebagainya.
"Apa yang akan kita beli?" Tanya Athanasia.
"Tidak ada." Jawab Ethan dan Matheo serempak.
"Lah kalo gitu ngapain kita kesini! Emosi nih!!"
"Ya liat liat aja hehe." Ethan yang sudah siap dengan kuda kudanya berlari secepat mungkin, Athanasia mengerjarnya dengan kesal.
"Kakak kau! Tunggu woi!!"
Matheo yang tak habis pikir hanya ikut mengejar duo bersaudara tersebut sampai ke gedung utama.
Langkah kaki mereka terhenti didepan lima pria dewasa yang berpakaian rapi.
"Ah anak anak.." Anastasius tersenyum penuh arti.
"Eh pama—maksudku ayah?" Kenapa Athanasia memanggil Anastasius ayah? Karena status Athanasia dan Ethaniel di bio perkenalan adalah saudara kandung.
ESTÁS LEYENDO
Different Fate For My Athanasia
FanfictionLee Jihye, wanita muda yang bereinkarnasi sebagai salah satu tokoh di novel yang dia baca sebelum tidur... Dari semua tokoh yang ada di novel itu kenapa malah jadi dirinya? 'Aku harus kabur' 'Mau kabur kemana kau tuan putri?' Kenapa kau... Just fanf...
