Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

Alergi

1.3K 134 36
                                        

"Berasa kek tawanan plis. " Ucap Athanasia parau.

"Gak ada tawanan tinggal di tempat mewah begini! " Ujar Ethaniel kesal.

"Huaaa aku mau latihan, aku mau main pedang pedangan, aku mau makan sosis dijalanan pasar, aku mau kencan, aku mau mergokin Dimitris pacaran huweee. " Adu Athanasia sedih. "Mana Raphael udah pulang lagi, bebeb masih di menara sihir, Dimitris sama Haven masih nyari tongkrongan. "

"Terus kau mau kabur gitu? " Tanya Ethaniel malas.

"Ya! Aku mau pulang! Ke Huale! Tau gitu tadi aku nyelinap aja ke kereta kuda Raphael. " Curhat Athanasia kesal.

Jadi mereka tuh dikurung gais di istana, gak boleh keluar sebelum ada perintah dari Claude, udah seharian mereka dikurung. Raphael udah pulang ke Huale, Lucas dipanggil ayahnya untuk segera ke menara, sedangkan Dimitris dan Haven masih belum ada kabar sejak kemarin.

Athanasia curiga mereka sengaja kabur biar gak ikut ditahan juga.

"Daripada itu lebih baik kita mengkhawatirkan ayah, sejak kemarin dia bersama 'mereka' dan belum kembali. " Ucap Ethaniel resah. "Jika bukan karena pelindung sihir ini, kita sudah bebas sejak tadi. "

Athanasia melihat keluar jendela tampak jelas pelindung sihir itu di depan matanya, dia tersenyum sinis. Mengingat Jennette juga mempunyai pelindung yang serupa.

Tok tok tok..

Ketukan pintu yang mengeluarkan bunyi yang mengesalkan, Athanasia dan Ethaniel bersiap berdiri mungkin saja itu ayah mereka atau Alisha yang sejak tadi menghilang entah kemana, tapi Alisha itu biasanya langsung ngedobrak jadi agak gak mungkin, pintu terbuka menampilkan Jennette tersenyum dengan Lili yang membawa beberapa kue dan teh melati.

Oh bagus disaat seperti ini?
-Athanasia dan Ethaniel-

"Saudara!" Panggil Jennette senang. "Aku membawakan beberapa cemilan. "

Ya sekarang dia memakai bahasa informal
-Athanasia dan Ethaniel(2)-

Jennette duduk dikursi sedangkan Lili menghidangkan cemilan, setelah selesai menghidangkan Lili berdiri dibelakang Jennette.

"Silahkan dinikmati. " Ucap Jennette, Athanasia mengambil salah satu kue dan melahapnya langsung, sedangkan Ethaniel masih diam.

Perkara lagi lagi cangkir dan tempat kuenya berwarna pink.

"Terimakasih tuan putri. " Kata Athanasia seperlunya.

"Berhenti memanggilku tuan putri kita kan saudara. " Koreksi Jennette. "Panggil aku dengan nama saja. "

Sok akrab
-Ethaniel

Kok aku ngerasa aneh ya?
-Athanasia

Brak-

Tolonglah Alisha
-Athanasia

Alisha menggebrak pintu, seperti biasanya. Jennette dan Lili terkaget, Ethaniel bangkit dan berjalan ke arah Alisha dengan wajah murung.

"Permen. " Pinta Ethaniel singkat.

Alisha langsung merogoh sakunya dan memberikan permen ke Ethaniel. "Jangan terlalu sering memakan permen tuan muda. " Omel Alisha.

"Alishaaa. " Rengek Athanasia manja. "perutku sakit, kepalaku pusing, tanganku gatal. "

Alisha segera mengecek Athanasia, dan bertanya-"Apa nona muda baru saja memakan sesuatu?"

Athanasia menunjuk kue yang dibawa Jennette, dia tidak bohong sejak tadi dia merasa aneh, perutnya sakit dan mulai terasa gatal, Athanasia mulai merasa ada ruam yang muncul.

Different Fate For My AthanasiaHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora