"Sekarang kau tidak akan bisa lari ke mana pun."
"Kematian yang menyakitkan menunggumu dari segala arah."
"Serahkan nyawamu sekarang juga."
"Wahai engkau pendosa terkeji di muka bumi ini."
Ethaniel membacakan dialog cerita dari buku yang dia pegang dengan nada lantang, dia sedang memperagakan salah satu tokoh utama yang ada di novel nya.
"Bagaimana?" tanya Ethaniel pada Dimitris.
"Bagaimana apanya? Itu sangat jelek."
"Sial." Umpat Ethaniel lalu menatap Dimitris keji.
Dimitris mengabaikan tatapan Ethaniel, tiba tiba dia teringat sesuatu.
"Hei apa yang kau lakukan dengan putra Alpheus itu?" Tanya Dimitris.
"Owh dia sudah Atha teleport ke kediaman Lucas, aku yakin sedang terjadi drama yang seru disana." Jawab Ethaniel.
"Atha ikut kesana juga?"
"Ya kagak la, cuma bagian teleport aja dianya." Ethaniel tersenyum. "Kau ingin menonton dramanya?"
Dimitris langsung menunjuk ke arah Jennette yang sedang berlari mendekati mereka dengan wajah merah padam, sepertinya dia baru mengetahui kalau Ijekiel menghilang. "Bagaimana kita mengatasinya sekarang?"
"Saudara! hiks hiks."
"Heuh ada apa lagi?" Ethaniel menggaruk lehernya pelan.
"Aku baru saja mendengar kabar kalau Ijekiel menghilang sejak beberapa hari lalu hiks hiks." Air mata Jennette seketika keluar.
"Bukankah kabar itu memang sudah dari beberapa hari yang lalu? ke mana saja kau selama ini?" Ethaniel menatap Jennette aneh. "Bukankah seorang tunangan harusnya lebih dulu mengetahui hal itu dari pada orang asing?"
"B-bagaimana bisa aku tahu?"
"Bagaimana mungkin kau tidak membaca surat kabar yang terus saja berdatangan itu?" Tanya Ethaniel sinis. "Tuan putri macam apa yang tidak tahu perkembangan dan kasus yang terjadi dinegerinya sendiri?"
Sindiran Ethaniel membuat Jennette semakin menangis, Jennette memang baru mengetahui kabar itu beberapa saat lalu karena dia sendiri tidak terlalu suka membaca surat kabar, Jennette pergi ke kamarnya lalu menangis kencang, baginya semua perkataan Ethaniel itu benar adanya.
Hiks Ijekiel..
-Jennette
"Bukankah kau terlalu kejam?" Ucap Dimitris sedikit kasihan dengan Jennette.
"Kejam? Aku?"
"Bisa jadi pikirannya terguncang hebat."
"Sejak kapan kau mulai mempunyai belas kasih terhadap monster itu?" Kata Ethaniel dingin.
Dimitris langsung merinding. "Ya walau kita tahu dia itu naif, polos cenderung pendengki, sekarang perasaannya sedang sangat buruk, berbaik hatilah sedikit."
"Biar apa? kenapa aku harus bersikap baik kepada makhluk sialan yang menjadi alasan dari kematian adikku?" Tanya Ethaniel sedikit emosi. "Apa kau terkena godaan dari sihir hitam miliknya sehingga kau bisa merasa kasihan dengan monster berwujud manusia itu?"
Dimitris langsung menggeleng cepat. "Setiap hari aku selalu memurnikan manaku asal kau tau itu!"
"Heee benarkah?"
Ethaniel mulai melakukan sihir teleportasi, Dimitris langsung bertanya. "Mau kabur kemana kau?"
"Rumah adik ipar."
ESTÁS LEYENDO
Different Fate For My Athanasia
FanfictionLee Jihye, wanita muda yang bereinkarnasi sebagai salah satu tokoh di novel yang dia baca sebelum tidur... Dari semua tokoh yang ada di novel itu kenapa malah jadi dirinya? 'Aku harus kabur' 'Mau kabur kemana kau tuan putri?' Kenapa kau... Just fanf...
