Jennette terbangun dipagi hari, matanya berkedip beberapa kali dengan perasaan bingung.
Kemana para kakak pelayan yang biasa melayaniku?
-Jennette
Setelah beberapa saat Jennette baru tersadar, dia tidak tinggal di istana lagi. Tapi anehnya pelayan dirumah itu hampir tidak terlihat atau bahkan tidak ada sama sekali.
Jadi siapa yang akan menyiapkan gaunku?
-Jennette
Tak lama setelah Jennette merenung, Alisha datang sambil membawakan gaun untuk Jennette, Alisha mengerjakan semuanya dengan terampil, cepat dan akurat. Jennette sampai terpesona karena pekerjaan yang biasa dilakukan oleh banyak pelayan bisa dilakukan Alisha seorang diri.
Apa aku bawa saja dia ke istana nanti?
-Jennette
Setelah selesai Jennette pun keluar, terlihat Anastasius, Ethaniel dan Dimitris sedang sarapan bersama, awalnya mereka berbicara panjang tapi pas Jennette datang mereka jadi diam.
"Ehem paman aku ke kota saja, hari ini aku ada janji dengan salah seorang wanita. " Ucap Dimitris lalu berteleportasi keluar.
Jennette hendak duduk disamping Ethaniel namun dia langsung mendapat tolakan. "Kau duduk ditempat lain saja. "
"Kenapa? " Tanya Jennette.
"Itu kursi Athanasia. " Ucap Ethaniel. "Kau tidak boleh duduk disitu. "
Jennette hanya tersenyum kikuk, mereka lanjut sarapan lalu pergi ke urusan masing masing, Ethaniel pergi berlatih, Anastasius kembali dengan pekerjaannya dan Jennette kembali ke kamar.
Saat berjalan kembali ke kamar Jennette berpapasan dengan Haven, Haven bersikap seperti tidak tahu apa apa, Jennette ingin menyapa tapi Haven langsung pergi begitu saja.
Jennette hampir ingin menangis, kenapa sulit sekali baginya untuk akrab dengan keluarganya sendiri.
Disisi lain Athanasia:
Lili memanggil para pelayan lain untuk membangunkan Athanasia dan merapikan tempat tidur, namun saat masuk ke kamarnya mereka tidak melihat Athanasia sama sekali, hanya kamar yang sudah rapi dan lantai yang mengkilap.
Mereka mencari ke seluruh istana, bahaya kalau tuh anak ilang bisa ngamuk keluarganya. Setelah lama mencari akhirnya Athanasia ditemukan tengah manjat pohon ngambil buah.
"Nona Athanasia! " Teriak Lili kencang. "Nona bisa jatuh. "
"Mangganya belum terambil. " Ucap Athanasia yang masih meraih mangga tersebut. "Yes dapet satu. "
Athanasia melompat turun, Lili hampir saja spot jantung dibuatnya. "Kenapa nona mengambil buah yang belum matang sempurna itu?"
"Ha? Oh aku ingin makan rujak. " Ucap Athanasia. "Jadi dimana dapurnya?"
"Itu—"
"Apa disana? " Tunjuk Athanasia lalu berlari ke arah tunjukannya.
"Tunggu nona—" Teriak Lili lalu kembali mengejar Athanasia.
Athanasia berlari sampai ke dapur, mencuci mangga tersebut dan mencari pisau untuk mengupas kulit mangga itu. "Buset mana bosan lagi, gak ada yang bisa dikacau."
Athanasia mengerucutkan bibirnya.
Huhu pengen pulang.
"Nona— biar kami saja. " Ucap Lili.
"Ga usah entar lagi juga selesai. "
"Tapi nona. "
"Nah sudah selesai. " Ucap Athanasia bangga memamerkan potongan mangga muda tersebut pada Lili dan pelayan lain.
ESTÁS LEYENDO
Different Fate For My Athanasia
FanfictionLee Jihye, wanita muda yang bereinkarnasi sebagai salah satu tokoh di novel yang dia baca sebelum tidur... Dari semua tokoh yang ada di novel itu kenapa malah jadi dirinya? 'Aku harus kabur' 'Mau kabur kemana kau tuan putri?' Kenapa kau... Just fanf...
