"Ayolah dengarkan ini, Aku dan kakakku tidak ada niatan apapun! kami tidak tertarik menetap atau melakukan kudeta jenis apapun! Bahkan sebentar lagi kami akan pergi dari kerajaan kalian." Jelas Athanasia tanpa sopan sopannya.
"Ya dan jangan libatkan ayah kami, dia tidak ada maksud apa apa! kami disini hanya untuk sekedar liburan." Lanjut Ethaniel sedikit kesal.
Ya, sekarang mereka sedang berada diruang singgasana, dihadapan Claude, Jennette, Felix, dan yang lainnya, mereka dituduh merencanakan kudeta rahasia. Kenapa itu bisa terjadi?
Flashback yang mengesalkan...
Pagi hari yang damai damai saja.
"Rezeki anak baek." Athanasia melihat laporan keuangannya yang meningkat pesat. "Gak sia sia tahan mental ngajarin si bego."
"Nona mengajar siapa?" Tanya Haven.
Sepertinya dia sudah mulai menerima Athanasia menjadi tuannya, dengan raut wajah senang Athanasia melihat ke arah Haven. "Yang pasti orang bodoh."
Haven hanya terdiam, dia tak tahu apapun. Athanasia hanya tertawa ringan lalu melihat kedua tangan Haven yang tidak menggenggam apapun. "Kenapa kau tidak memakai tongkatmu?"
"Saya sudah menghafal semua denah ruangan yang ada dirumah ini, karena itulah saya tidak memerlukan tongkat itu lagi."
"Kau cukup cerdas." Ucap Athanasia terkesan.
Brak-
Astagfirullah kaget.
"Nona muda, anda kedatangan tamu." Ucap Alisha dengan raut wajah yang tidak enak.
"Ha? siapa pagi pagi yang datang kemari?" Tanya Athanasia curiga.
"Itu tuan put—" Ucapan Alisha terhenti saat Jennette muncul dari belakang.
"Selamat pagi nona Philo—" Mata Jennette terbuka lebar saat melihat Athanasia dalam wujud sebenarnya, maksudnya tanpa sihir pengubah mata permatanya. "Mata anda—"
Holy Shit!
"Tha! Pedangku yang kemarin kau simpan dimana?" Ucap Ethaniel yang masuk dari jendela luar, tentu saja dengan mata permatanya juga.
Eh Buset!
"Kalian berdua—"
Selesai...
Syukur Anastasius sedang tidak ada dirumah. Jadi tuh awalnya Jennette mau buat suprise untuk guru gurunya yang tersayang, capek capek dia minta izin sama Claude siang dan malam, sekali di izinin malah dia yang terkejut.
"Jadi papa juga punya anak lain?" Tanya Jennette polos.
"Enggak gitu!" Jawab Ethaniel keras, Athanasia hanya geleng geleng kepala, yah setidaknya dia bisa berkata kasar sekarang dengan bebas.
"Jadi kalian?" Bingung Jennette.
Athanasia dan Ethaniel menunduk hormat untuk memperkenalkan diri, toh udah gak guna juga dirahasiakan. "Nama saya Ethaniel De Alger Obelia dan ini adik perempuan saya, Athanasia De Alger Obelia."
"Kami berdua adalah anak ada Anastasius De Alger Obelia." Sambung Athanasia.
"A-Athanasia?" Ucap Felix terkejut. "Tapi Athanasia kan-"
"Hiyaaa kalian nguburin jasad siapa tu-" Goda Athanasia. "Canda elah, tegang amat tu muka."
"Sekarang bukan waktunya ngelucu." Tegas Ethaniel kesal.
"Jadi selama ini tuan putri masih hidup?" Lili langsung memeluk Athanasia. "Tuan putri hiks hiks."
"Eh eh jangan peluk anak asuh saya!" Ucap Alisha tidak terima, maksudnya bukan cemburu tapi entar gaun Athanasia kotor kena air matanya, dia lagi yang harus mencucinya.
ESTÁS LEYENDO
Different Fate For My Athanasia
FanfictionLee Jihye, wanita muda yang bereinkarnasi sebagai salah satu tokoh di novel yang dia baca sebelum tidur... Dari semua tokoh yang ada di novel itu kenapa malah jadi dirinya? 'Aku harus kabur' 'Mau kabur kemana kau tuan putri?' Kenapa kau... Just fanf...
