Sfk: srek...srek...srek... (Anggap aja bunyi surat surat yang diletakkan diatas meja).
Suara lemparan kertas tepat dimeja tamu disebuah kediaman yang terlihat asri.
Dua insan tersebut duduk dikursi tamu dengan wajah khawatir, mereka dihadapkan dengan seseorang yang mereka panggil ayah.
"Se..setidaknya nilai kami sangat bagus ayah, benarkan Atha?" Ethaniel menyenggol bahu Athanasia.
"I..iya kan ayah sendiri tahu walau kami itu sangat pintar, apalagi saat praktek." Athanasia menelan salivanya kasar.
"Memang benar, tapi ada yang bisa menjelaskan tentang sekotak penuh surat panggilan yang ada dimeja ini?" Anastasius menunjuk sekotak surat panggilan atas nama dirinya yang tertera surat surat tersebut.
Padahal Anastasius mengira anak anaknya itu sudah tobat akan perilaku kurang ajar mereka, itulah mengapa akhir akhir ini dia tak mendapat surat panggilan.
Ternyata De Alger bersaudara itu menyembunyikan surat panggilannya, entah bagaimana mereka menyadap pos surat akademi disana. Dan saat liburan, Alisha mengemas semua barang barang mereka, termasuk dengan surat panggilan tersebut.
Ya memang Alisha tidak tahu menahu, sesampainya mereka di mansion, Alisha langsung memberikan sekotak penuh surat panggilan kepada Anastasius.
Hanya karena nama Anastasius tercap dalam semua surat tersebut. Alhasil sidang untuk Ethaniel dan Athanasia dimulai sekarang.
Padahal mereka baru saja selesai mandi dan berniat makan siang dengan tenang.
"Jatah bulanan kalian akan dipotong."
"APA?" Serentak Ethaniel dan Athanasia.
"Ayaaahh!"
"Kami bukan anak anak lagi!"
"Benarkah?" Tanya Anastasius dengan wajah sok polos.
"Bagaimana kami akan membeli barang dan baju nanti?" Tanya Ethaniel sedih.
"Kaliankan sudah dewasa, berarti kalian bisa menghasilkan uang sendiri kan?." Anastasius tersenyum seram.
"Kita juga baru pindah kemari, gimana caranya?" Tanya Athanasia.
"Berfikirlah kan bukan anak anak lagi." Jawab Anastasius.
"Ck Ayah ayolah." Bujuk Ethaniel.
Setelah perdebatan panjang berlalu Athanasia dan Ethaniel memutuskan untuk keluar dari mansion untuk mencari udara segar.
Dan perkerjaan.
Ibukota Huale:
Athanasia pov:
Hah lihat! Sekarang aku dan Ethan menjadi pengangguran, berjalan jalan tanpa pengawal satupun, aku melihat kesegala arah.
Apa yang bisa ku lakukan sebagai pekerjaan di negara adi kuasa ini?
Tapi menurutku ini terlalu normal untuk negara yang selalu berperang, kios buah, pernak pernik, makanan, butik, dan lain lain.
Aku kira negara adi kuasa akan sangat sepi dan menakutkan tapi ini malah seperti negara biasa, ya harus kuakui banyak toko peralatan perang dijalanan yang ku lalui ini.
"Hei tidak kah kau berfikir ayah terlalu berlebihan?" Tanya Ethaniel padaku tiba tiba.
"Yah lebih baik dari pada dikurung dimansion selama liburan."
"Tapi tetap saja ini berlebihan, ayah macam apa yang menyuruh anaknya berkerja diusia muda seperti ini?"
"Ya sudah lah ayah hanya memotong jatah bulanan kita, lagi pula kita tidak seboros itu jadi tidak perlu berkerja kan?" Jawabku tapi wajah Ethaniel malah menjadi murung, aku yakin dia menginginkan sesuatu.
ESTÁS LEYENDO
Different Fate For My Athanasia
Hayran KurguLee Jihye, wanita muda yang bereinkarnasi sebagai salah satu tokoh di novel yang dia baca sebelum tidur... Dari semua tokoh yang ada di novel itu kenapa malah jadi dirinya? 'Aku harus kabur' 'Mau kabur kemana kau tuan putri?' Kenapa kau... Just fanf...
