Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

Jadi-

1.1K 135 21
                                        

Ijekiel membuka matanya, ada perasaan pusing dan asing yang datang bersamaan, Ijekiel melihat sekeliling dan dia baru sadar kalau dia ada diruangan gelap, Ijekiel tidak bisa melihat apa apa.

Ijekiel mencoba mengingat pelan-pelan apa yang terjadi padanya.

Flashback: on

"Kakak!" Panggil Athanasia saat melihat Ethaniel yang berjalan ke arahnya.

"Apa!" Jawabnya tidak santai.

"Buset pms."

"Pria gak pms Tha, tapi mimpi basah." Jelas Ethaniel lalu duduk dikursi dekat Athanasia. "Hm? Ada tuan muda Alpheus?"

Ethaniel berpura pura terkejut, lalu tersenyum ramah. "Ada hal apa sampai sampai tuan muda Alpheus bisa bersama adik kecilku ini?"

"Nona muda De Alger tadi mengajak saya untuk berbincang sebentar." Ucap Ijekiel.

"O aja." Jawab Ethaniel malas.

Ijekiel bangkit dari tempat duduknya lalu memberi hormat kepada dua sejoli itu. "Karena tuan muda De Alger sudah datang, saya undur diri dahulu."

Saat Ijekiel berjalan pergi tiba tiba kepalanya pusing dan pandangannya menjadi buram, sedikit demi sedikit kesadarannya habis.

Setelah dia benar benar pingsan, Ijekiel mendengar suara suara samar yang tidak terlalu jelas.

Flashback: end

Sekarang Ijekiel tidak bisa melihat apa apa hanya ruangan gelap dan sempit, Ijekiel berpikir apa dia baru saja disekap? Apa ini lemari? Sangat sempit.

Sudah berapa lama dia ada disini?

Beberapa kali Ijekiel menggedor tapi dia hanya membuat tangannya memar kemerahan, kepalanya masih sedikit pusing sejak dia sadar tadi.

Bagaimana aku keluar?

.
.
.
.
.

Disisi yang lain:

"Aku tulis apa disini?" Tanya Athanasia bingung pada dirinya sendiri.

"Ugh padahal ini harus cepat dikumpulkan."

"Kenapa aku terhasut bisikan iblis yang membuatku harus menunda hal ini."

Athanasia bergelud dengan kertas kertas dan tinta, sejak tadi dia terus saja mengomel tidak jelas.

"Aku harus tulis apaan coba?"

"Status? Aku belom nikah sama Lucas!"

"Kerjaan? Masih jadi pengangguran enak."

"Target pencapaian? Gila aku mah penting idup enak aja! Kagak cepat mati."

"Kakak juga setelah nyekap Ijekiel malah langsung pulang! Bukannya ngebantu!"

"Kakak macam apa?"

Tiba tiba saja terdengar bunyi ketukan pintu, ternyata Felix yang mengantarkan jatah permen Athanasia, Felix menaruh permen permennya di atas meja.

"Apa yang sedang nona pusingkan?"

"Gak ada." Jawab Athanasia lalu menyembunyikan surat surat dari akademinya. "Kau keluar saja."

"Baik nona." Felix pun keluar.

"Fyuh." Athanasia melihat surat suratnya dan melirik ke lemari yang dia tutup rapat.

Gila udah dua hari tuh pemeran utama dikekep disana

Kagak bangun bangun, mati kali ya?

Different Fate For My AthanasiaHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora