Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

17 Years old (2)

1.1K 124 14
                                        

"Gimana yah? Bangga gak punya anak kayak kita?" Sombong Ethaniel pada Anastasius sambil memperlihatkan sertifikat kelulusannya.

"Nahan malu sih iya." Jawab Anastasius tidak habis pikir.

"Jahat banget sama anak." Keluh Ethaniel.

"Ayyaaaahh!" Athanasia langsung menerjang Anastasius dengan pelukan. "Aku dapet pesangon dari miss Clein."

"Ini lagi bikin malu!"

"Hehe."

Sekarang mereka ada dilantai dua, sambil menunggu acara selesai. Anastasius hanya berbincang bincang dengan para orang tua lainnya tentang anak mereka masing masing.

Ada juga yang bertanya tentang asal usulnya dan ada juga yang bertanya tentang—

"Tuan tidak tertarik mencari ibu baru untuk anak anak?"

Anastasius hanya tertawa hambar, mengurus dua anak saja rasanya sudah seperti apa, bagaimana jika dia punya istri? Dude I don't want to think about it.

"Paman Alex!" Panggil Athanasia tanpa adab. "Minta hadiah!"

"Si bego malah malak raja!" Ethaniel menendang kaki Athanasia.

"Sakit bodoh nanti kalau aku jatuh gimana? Gak elit dong!" Kesal Athanasia.

Kaisar Alexander hanya menahan tawanya, berjalan bersama Raphael mendekati Athanasia, hubungan mereka sepertinya sudah tidak terlalu buruk.

"Jadi nona muda ini ingin hadiah seperti apa?"

"Wilayah!"

Mendengar hal itu Ethaniel semakin menendang kaki Athanasia dengan keras, dia minta wilayah ke seorang tiran loh.

TIRANN!!

"Dibaikin malah ngelunjak!"

"Baiklah." Jawab kaisar.

"HAH?!" Ethaniel memasang wajah aneh.

"Yey makasii paman Alex." Athanasia terlihat senang.

"Mana bisa gitu! Aku juga mau!" ikut Ethaniel membujuk kaisar Huale itu.

"Iya untuk kalian berdua, nanti datang saja ke istana."

"Hilih mana bisa gitu!" Ucap Athanasia tak terima.

Raphael melihat ayahnya dengan pandangan iri, tangan kanannya sudah dia angkat ke atas. "Aku juga mau minta hak sebagai anak biologis."

"Kau nanti setelah ikut aku berperang."

"Tertigakan aku! anakmu sebenarnya siapa sih?" Raphael mendumel kesal.

Mereka semua hanya tertawa lalu berbincang bincang seperti biasa, tak lama kemudian para anak pamit undur diri karena akan ada tarian perpisahan di lantai bawah.

Ethaniel menemui pacarnya yang sedang berselingkuh dengan salah satu teman seangkatannya.

"Heh cabe kita putus!" Ucapnya kasar.

"Eh cewe rambut merah mau jadi patner dansa aku gak?" Tanya Ethaniel pada salah satu gadis berambut merah yang sedang berbincang ria.

"Hah?"

"Mau dansa kagak?"

"Mau lah."

"Ya udah hayuk!"

Ya secepat itu Ethaniel mengobati rasa terselingkuhinya, Ethaniel itu memang selalu terselingkuhkan tapi selalu dia yang memutuskan duluan hubungannya.

Harga diri bro

Disisi lain Matheo sudah berdansa dengan Yesenia sambil berbunga bunga, beberapa kali melempar candaan receh pokoknya mereka yang paling romantis lah diantara yang lain.

Different Fate For My AthanasiaHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora