Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

Perjamuan bangsawan

1.1K 136 9
                                        

Anastasius sedang memasang dasinya didepan cermin besar, hari ini ada acara perjamuan para bangsawan di Istana kerajaan Huale, sebagai bangsawan dan investor baru yang menetap dikerajaan Huale Anastasius diundang secara langsung oleh kekaisaran.

Anastasius sebenarnya tidak mempermasalahkan undangannya tapi yang sedikit memberatkannya bahwa anak anaknya juga mendapat undangan dari pangeran mahkota, Anastasius sedikit khawatir dengan kedua anaknya itu karena kelakuan dan sifat mereka yang sangat tidak mencerminkan para bangsawan pada umumnya.

Anastasius berjalan keluar dari kamar dan menuju ruang tengah terlihat maid, perkerja dan beberapa staf sudah berbaris rapi namun duo kurcaci itu belum menampakkan hawa keberadaan mereka sama sekali.

"Rico dimana anak anak nakal itu sekarang?"

Anastasius bertanya pada Rico yang menjadi kepala pelayan baru di mansion itu, memang saat pindah Anastasius mengganti beberapa pelayan sekaligus kepala pelayan yang melayaninya, semua orang yang berkerja untuk Anastasius akan dihapus ingatannya jika mereka berhenti atau diberhentikan.

"Tuan muda dan nona muda masih bersiap siap, mungkin sebentar lagi mereka akan datang tuan."

"Begitukah?"

Anastasius mendengar suara berisik dari lantai dua, Athanasia dan Ethaniel sepertinya mulai berulah kembali dan menyusahkan Alisha.

"Alishaaaa yuhuuu si cantik Athanasia De Alger membutuhkan dirimu~ uuu~"

"Tidak bisa! Alisha sedang menyisir rambutku!"

"Rambut pendek gitu tinggal disisir pake jari apa susah nya?"

"Jari apanya! Yang ada entar rambutku kusut!"

"Hilih biasanya juga make jari."

"Ini tuh perjamuan! Rapi dikit, jaga image!"

"Image matamu rabun! Alishaaaa cepet kemari."

"Alishaaaa jangan dengarkan bocah itu."

Dan berbagai berdebatan lainnya antara Athanasia, Alisha, dan Ethaniel, setelah bermenit menit berlalu akhirnya mereka turun dan mendekat kearah Anastasius.

"Kalian sangat lama." Ujar Anastasius tak habis pikir.

"Ga tau tuh yah, si pendek ini dari tadi mencari sepatu haknya."

"Hah? Sumpah nggak ada ayah, si aneh ini yang sejak tadi mencari sapu tangannya."

"Kalian berdua sama saja."

Kata Anastasius menusuk, dia berjalan ke sisi kiri Athanasia sedangkan Ethaniel ke sisi kanannya, kedua pria itu mengulurkan tangannya, Athanasia merasa seperti anak anak yang digandeng ayah dan ibunya ke taman.

Yah dia sendiri tidak pernah merasakan kasih sayang seperti itu.

Mereka bertiga masuk kedalam kereta kuda berwarna biru laut dengan ornamen putih, Anastasius duduk berhadapan dengan mereka berdua, Athanasia dan Ethaniel sesekali melempar candaan satu sama lain walau terkesan menghina tapi tidak ada yang tersinggung.

Cara duduk, berbicara dan gerak gerik mereka juga sama, Ethaniel dengan kedua kaki bersila dan tangan yang terlipat di dada, begitu juga Athanasia padahal dia memakai gaun tapi dia tetap duduk seperti itu.

"Kalian sudah sangat cocok untuk menjadi kembaran."

"Benarkah?" Tanya mereka serentak.

"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika Jenap Jennette Jamet itu bergabung dengan kalian."

"Ayah- jika ayah ingin mencoba membunuhku dengan cara inovatif maka ayah hanya perlu membawaku ke tempat penuh kekejian(obelia) itu gak perlu ada si Jenap."
Jelas Athanasia tersenyum remeh.

Different Fate For My AthanasiaHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora