Kenakalan awal

1.1K 129 17
                                        

Author pov:

Matahari bersinar menandakan pagi hari yang cerah, Alisha sudah berdiri tepat di antara ranjang Athanasia dan Ethaniel.

"Tuan muda! Nona muda! Ini sudah pagi, jangan terlambat untuk kelas pertama!"

Tak ada jawaban.

Baik Athanasia maupun Ethaniel masih meringkuk dibawah selimut, karena Alisha bukan lah maid yang sopan jadi dia menarik selimut Athanasia dan selimut Ethaniel secara bergantian, lalu mencipratkan sedikit air dingin kepada dua bocah yang masih dialam mimpi tersebut.

"Lima menit lagi..." Suara serak Ethaniel keluar.

"Tuan muda sebentar lagi kelas akan dimulai!"

Mendengar hal tersebut mata Athanasia langsung terbuka lebar, dia langsung menuju kamar mandi.

Karena hari ini adalah hari pertama, Athanasia tidak ingin mendapatkan bangku yang berada ditengah, dia memilih didepan tapi pinggiran jendela atau pojok belakang.

Jika belum ada siswa dia bisa menyimpankan tempat untuk Ethaniel, Matheo dan Raphael.

Dengan secepat kilat Athanasia berbenah benah meninggalkan Ethaniel yang masih diseret Alisha ke kamar mandi.

"Alisha aku pergi dulu." Pamit Athanasia lalu menutup pintu.

"Selamat belajar nona..." Jawab Alisha yang masih memegang Ethaniel.

...

Athanasia berjalan menuju tangga dengan lesuh tadi dia belum sempat sarapan sama sekali, Setidaknya dirinya harus meletakkan buku dibangku yang dia inginkan setelah itu baru dia ke area makan.

Belum jauh Athanasia berjalan, Matheo sudah mencegatnya dari belakang bersama seorang pria.

"Hei tunggu!" Panggil Matheo lalu mensejajarkan langkahnya dengan Athanasia. "Dimana Ethan?"

"Masih diseret ke kamar mandi." Athanasia menjeda. "Ah ya kemarin kau dan kakak kemana saja sampai sore?"

"Ah kami? Pergi ke pemandian air panas, Ethan mengatakan dia tidak akan mengejarmu lagi karena merasa lelah, aku sih cuman ikut ikutan dengannya." Jelas Matheo dengan panjangnya.

"Owh dan siapa yang ada disampingmu itu?"

"Dia teman sekamarku namanya Dimitris Julian Iskandar, dia anak seorang penyihir berbakat di wilayah Madhiaz." Matheo membisikkan ke telinga Athanasia.

"Aku dengar!"

Matheo hanya tersenyum sumringah, Athanasia mengulurkan tangannya kepada Dimitris.

"Salam kenal aku Athanasia De Alger Obelia." Athanasia tersenyum.

"Dimitris." Balasnya singkat dan menerima uluran tangan Athanasia.

Mereka bertiga pun berjalan bersama ke kelas pagi.

Kelas Pagi: Sejarah.

Ethaniel sudah berada dikelasnya bersama Athanasia dan yang lain, Athanasia datang lebih awal dari dirinya, jadi saat Ethaniel datang dia cuman langsung duduk dibangku yang Athanasia sediakan.

Sebenarnya saat sampai dikelas Athanasia belum melihat banyak anak. Dan dengan sigap dia mengklaim semua bangku yang berada didekat jendela dari depan hingga belakang adalah miliknya seorang.

Jadi saudara dan temannya dapat menyender didekat jendela dengan santai, urutannya dipilih dengan suit kecuali Athanasia dan Dimitris, karena Athanasia yang menjaga semua bangkunya, dan Dimitris yang memang ingin bangku belakang.

Different Fate For My AthanasiaHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora