Siapa dia yang berani memerintah dan mengatur hidup Ku? Ah, Dia adalah penguasa negeri ini. Kemasyhuran namanya terdengar di penjuru kerajaan. Ketampanannya sudah menjadi buah bibir sedari dia lahir. Kepandaian memimpin kerajaan teruji dengan baik. Dia adalah gambaran kesempurnaan dalam impian semua gadis di Kerajaan ini. Namanya tersebut dalam doa tiap keluarga dan para gadis di kerajaan ini.
Siapa Aku? Seorang putri bangsawan menengah yang beruntung memiliki kekasih tampan kepercayaan Raja. Cinta Ku begitu murni kepada sang pengawal Raja. Aku gadis pecinta sejati, kebahagiaan Ku adalah bersama dia dan Aku siap menempuh segala cara agar bisa bersama kekasih Ku.
Aku menyandarkan tubuh di kereta yang mengantar pulang. Jantung Ku bergemuruh kencang sedari tadi berusaha tetap bernapas senormal mungkin di samping penguasa negeri ini. Dia begitu mengintimidasi membuat seluruh tubuh Ku menjadi kaku bahkan tersenyum pun terasa begitu sulit.
Berada dalam kereta menuju kerumah seakan melepas diri dalam 'sangkar' tak kasat mata. Aku masih takut apa yang akan terjadi setelah ini. Bagaimana pun semua penduduk Kerajaan ini tahu, Naningga bukan orang sembarangan. Dia anak bangsawan kelas atas. Putri seorang saudagar kaya yang jika dirunut garis keluarganya berada dalam garis keluarga Ibunda Prasmewari.
Aku selalu berpikir pernikahan indah yang akan Ku jalankan bersama Partha, memiliki mertua Ibunda Partha yang sudah seperti Ibu Ku sendiri tapi jika menjadi seorang Ratu maka itu bearti akan menjadi menantu Ibunda Prasmewari yang telah memilih Naningga menjadi calon permaisuri bagi putranya.
Perasaan berkecamuk dalam hati Ku antara marah,sedih dan putus asa. Apa maunya Arsakana mengapa dia tidak menikah dengan Naningga saja atau Aku yang tidak tahu diri menolak bersanding dengan Raja, aah bagaimana Aku menolak bahkan menjawab iya atau tidak terasa kelu bibir ini.
Aku menatap keluar jendela hari sudah menanjak senja jika masih nekat pergi ke arah wilayah utara maka akan bertemu malam dimana perjalanan ini menjadi berbahaya untuk gadis seperti Ku. Aku melirik ke arah belakang dan depan kereta. Dimana pengawal Arsakana yang dikatakan tadi. Apa dia hanya berusaha menakuti Ku? Kereta memasuki halaman rumah Ku yang seakan menanti tuannya kembali.
Aku bisa melihat tatapan cemas Ayahanda dan Ibunda.
"Ada gerangan apakah Yang Mulia memanggil putri kesayangan Ayah? ". Aku menatap Ayahanda dan Ibunda. Mereka bertanya pelan walaupun kereta Kerajaan telah pergi sedari tadi.
"Aku belum siap menceritakan semuanya Ayah dan Ibunda. Aku tidak tahu pastinya, mungkin hanya untuk memastikan apakah Aku bisa menjadi bagian dari Kerajaan". Sebisa mungkin Aku tidak menjelaskan detail sebenarnya, setidaknya menjadi bagian dari Kerajaan dengan kedudukan Partha sebagai pimpinan wilayah utara masih masuk akal. Aku tidak ingin berbohong walau Aku tahu sebagai seorang pejabat Kerajaan kelas tiga. Ayahanda pasti memahami bukan perkara seperti ini yang membuat seorang Raja memanggil secara pribadi seorang rakyat seperti dirinya.
"Semoga semua baik saja". Suara berat Ayah memecahkan kesunyian yang sempat tercipta setelah jawaban Ku barusan. Aku tersenyum terpaksa setelah ini rasanya tidak yakin semua akan baik seperti sebelumnya yang Aku tahu besok akan pergi ke wilayah utara. Aku harus bertemu Partha.
Malam ini terasa merambat pelan, Aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok atau setelah ini. Berharap Arsakana berubah pikiran adalah hal yang mudah untuk dibayangkan karena itu bearti masalah terselesaikan tapi hati kecil Ku mengatakan tidak semudah itu.
Arsakana terkenal sebagai penakluk. Kemenangan demi kemenangan perang yang dipimpinnya telah diraihnya sedari dia menjadi seorang pangeran. Arsakana bukan Raja yang duduk di singgasana tapi berada dalam garis depan ketika kerajaan ini membutuhkannya.
Arsakana menjadi Raja di usia 18 tahun setelah tiga tahun kepemimpinannya tanpa seorang ratu. Ibunda Prasmewari membuka pemilihan seorang permaisuri bagi sang Raja, Aku ingat momen itu ketika semua gadis dalam penjuru negeri ini berlomba mengikuti pemilihan ratu yang mendatangkan keuntungan besar bagi toko kain milik keluarga Partha.
Aku dan Ibunda begitu sibuk di toko menyiapkan semua kain terbaik pesanan para putri bangsawan dan gadis cantik negeri ini. Mereka berlomba mengenakan pakaian terbaik untuk pemilihan ratu. Kami pun menunjukkan pejahit dengan kualitas yang tidak diragukan sebagai bagian pelayanan toko ini.
Saat itu Putri Kemuning pun mengikuti pemilihan ratu yang membuat kesedihan besar bagi Partha. Aku mengenggam tangan kekasih Ku seerat mungkin, menyiram luka dihati dengan kasih sayang yang Ku punya menepis rasa cemburu karena Aku tahu rasa itu masih ada di hati Partha. Aku mencoba tidak perduli setidaknya kekasih Ku berada dalam dekapan.
Momen ini juga menjadi titik Partha untuk mulai belajar mencintai Ku secara utuh. Aku percaya pada janji seorang Ksatria dan janji itu milik kekasih Ku.
Apakah Aku seorang kekasih yang baik? Tanpa ragu-ragu akan Ku jawab Iya, Aku kekasih terbaik yang dipunya Partha tapi Apakah Aku seorang sahabat yang baik. Aku tersenyum tipis, entahlah.
Jauh sebelum Aku menjadi kekasih Partha ketika pria tersebut menjalin kasih dengan Putri Kemuning.
Aku menangis dalam diam, mencoba meredakan sakit ketika melihat mereka bersanding. Dua insan yang salin mencintai dengan ketampanan dan kecantikan yang terlahir dari paras rupawan membuat semua mata terpesona ketika melihat mereka berjalan bersama.
Aku cemburu dan sakit. Rasa menyiksa yang sebisa mungkin Ku lawan tapi akhirnya Aku terpedaya dalam kecemburuan buta, saat itu Aku mendengar sejatinya hubungan Kemuning dan Partha tidak mendapatkan restu.
Ayahanda Kemuning menginginkan seorang Pangeran atau pimpinan wilayah untuk bersanding bersama putrinya agar bisa memperluas pengaruh kerajaan kecil. Jika menikah dengan Ksatria kerajaan, Kemuning bukan menjadi Ratu atau istri pimpinan wilayah tapi hanya menjadi istri seorang pengawal kerajaan secara status sosial tetap berada dalam status tinggi tapi bagi seorang raja ambisius kerajaan kecil bukan merupakan tujuan yang ingin dicapainya.
Aku masih ingat memberanikan diri mengirim surat melalui seorang pengawal kerajaan Teratai yang Ku kenal ketika membeli Kuda di desa Semilir. Surat yang kemudian diterima Raja Teratai dalam pertemuan rahasia. Ku ceritakan hubungan Putri Kemuning dan Partha.
Raja Teratai begitu marah karena selama ini dia mencoba mempercayai Kemuning jika hubungan dengan Partha hanya sebatas persahabatan. Menepis semua laporan dari pengawal bahwa hubungan Kemuning lebih dari itu.
Aku tahu keberuntungan besar ketika Raja Teratai berkenan menemui Ku, kesempatan itu tentu tidak Ku sia-siakan. Segala kata dan bukti Ku persiapkan tidak lupa juga Aku beritahu tempat dimana mereka biasa bertemu.
Tidak lama berselang Raja Teratai mengetahui hubungan Partha dan Kemuning, Aku mendengar perjodohan Putri Kemuning dengan Pangeran dari Kerajaan lain. Hubungan Partha dan Kemuning pun kandas.
Aku mengigit bibir bawah, menahan air mata yang hendak jatuh. Apakah Aku jahat? Tentu saja tidak bagi Ku karena lambat laun Raja Teratai pasti mengetahui tapi dari seorang sahabat Partha yang juga Ku kenal karena merupakan teman diperguruan Ksatria. Partha sedang mempersiapkan diri untuk menemui Raja Teratai.
Sebagai pengawal kerajaan Arsakana, Partha bertujuan untuk menemui Raja Teratai menjanjikan untuk mempertemukan Raja Teratai dan Raja Agung Arsakana. Partha berencana membantu Raja Teratai melakukan perjanjian diplomasi agak bisa masuk dalam kerajaan Arsakana.
Jika telah berada dalam kerajaan Arsakana dan menjadi wilayah kerajaan Arsakana tentu saja Raja Teratai tidak terobsesi mencari pendamping seorang pangeran atau pimpinan wilayah bagi putrinya karena impian raja Teratai sebenarnya memperbesar dan memperkuat wilayah kerajaan mereka.
Hal ini lah yang harus Aku cegah. Rahasia terbesar Ku adalah menjadi bagian penghancur hubungan Partha dan Kemuning. Rahasia yang tidak diketahui oleh Partha dan Kemuning.
Partha bahkan awalnya menyembunyikan hubungan kami karena ada harapan untuk bersatu kembali dengan Putri Kemuning.
Sekarang semua yang Ku lakukan untuk bersama Partha akan kandas karena Raja Muda Agung Arsakana. Apakah ini karma bagi ku?.
KAMU SEDANG MEMBACA
Wanita Sang Raja
RomansaDenting, wanita bangsawan menengah yang telah mendapatkan cinta pertamanya, 'Partha'. Pria tampan kepercayaan Raja Muda Agung, tetapi tanpa di duga Raja Muda jatuh cinta pada dirinya. Sekarang dialah wanita terpilih Sang Raja Muda Agung Arsakana. Sa...
