Berhubung hari ini adalah tanggal merah, Latisha memutuskan untuk rebahan sampai siang hari. Dari pada ia dibawah dan akan menimbulkan keributan dengan Latika.
Latisha memejamkan matanya hendak melanjutkan tidurnya, namun ponsel yang berada di atas nakas bergetar membuat gadis itu berdecak kesal karena niatnya bermalas-malasan di ganggu seperti ini. Latisha meraih ponselnya kemudian melihat nama yang terpampang di layar
'Sergio Is Calling'
Latisha menggeser tombol hijau lalu menempelkan ponselnya ke telinga
"Halo ada apa pagi-pagi nelpon?" Tanya Latisha
"Pagi? Ini udah jam 9. Gue udah pulang joging dan lo bilang pagi?" Tanya Sergio sinis membuat Latisha langsung melihat jam di ponselnya yang menunjukkan pukul sembilan lebih empat menit.
"Iya iya siang. Nelpon gue cuma mau ngomel?" Tanya Latisha
"Bukan. Gue mau ngajakin lo jalan" jawab Sergio membuat Latisha langsung merubah posisinya menjadi duduk, matanya terbelalak kaget tapi senyumnya mengembang
"Bisa. Di jemput kan?"
"Sendiri-sendiri" jawab Sergio dingin
"Oke"
"Nanti gue kirim alamatnya"
"Jam berapa?"
"Sekarang"
"Oke"
Sambungan telepon langsung terputus membuat Latisha mencak-mencak di atas ranjang. Harusnya Sergio menjemputnya, bukan meminta sendiri-sendiri. Tapi tidak apa-apa, ini untuk pertama kalinya Sergio mengajak Latisha keluar lebih dulu.
***
"Gimana? Berhasil?" Tanya Pamela yang baru datang dari arah dapur dengan membawa air putih di tangannya
Jangan mengira jika ide jalan itu adalah ide Sergio sendiri. Tentu hal itu adalah pemikiran Pamela saat melihat kakaknya di hari libur malah lontang-lantung tidak jelas. Padahal Saga sudah ada acara sejak pagi dengan pacarnya sendiri.
"Udah" jawab Sergio
"Bagus" puji Pamela sembari duduk kemudian mengacungkan dua jempolnya ke arah Sergio
"Gue harus kemana nanti?" Tanya Sergio
"Mall, cafe, pantai atau kemana kek"
"Panas-panas begini"
"Mall adem"
"Oke"
"Yaudah siap-siap gih terus jemput dia" suruh Pamela sembari mengambil gelas berisi air di meja kemudian menyeruputnya
"Ngapain di jemput? Kita berangkat sendiri-sendiri"
Uhuk uhuk uhuk
Pamela harus tersedak air karena ucapan Sergio yang benar-benar aneh.
"Di jemput dong" ketus Pamela setelah tenggorokan nya menjadi lebih baik
"Kenapa Sri?"
"Cewek itu biasanya dijemput. Masa berangkat sendiri-sendiri. Kalian mau kelompok atau mau jalan sih"
"Terus?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Flat Boyfriend
Teen FictionKembar bersaudara harusnya sama, namun ini tidak. Moza Latika Pradipta dan Zoya Latisha Pradipta, memiliki sifat berbanding terbalik, bahkan berlawanan. Tidak pernah sinkron dan tidak pernah akur. Dipertemukan dengan laki-laki yang baik, dengan cara...
