(52) Rahasia Besar

338 43 0
                                        

Setelah liburan selama 5 hari, dan saling berdiam diri dengan Sergio, berbicara saat hal yang diucapkan benar-benar penting. Bahkan saat pesawat sudah landing dan kini mereka ada di area penjemputan, Latisha sama sekali tidak membicarakan sepatah kata pun. Pamela yang melihat sendiri kejadian itu hanya diam tidak bergeming.

"Mama sama Papa duluan aja. Sergio sama Latisha masih ada urusan sebentar" ucap Sergio seusai menaruh kopernya di bagasi dan menahan koper Latisha agar tetap di genggaman gadis itu

Latisha tidak berucap apa-apa, tidak dalam mood baik untuk bertengkar disini.

"Tante om terimakasih ya untuk liburannya. Hati-hati di jalan" ucap Latisha. Wajahnya tersenyum ke arah kedua orang tua Sergio yang berada di dalam mobil

"Kak hati-hati di jalan juga. Jagain kak Sergio" ucap Pamela sembari melambaikan tangan nya keluar jendela

"Iya Mel" jawab Latisha

"Tante sama Om berangkat pulang dulu. Kalian hati-hati di jalan" ucap Dewi

"Iya tante"

Seusai itu mobil yang membawa seluruh keluarga Sergio mulai meninggalkan area bandara. Latisha menatap tajam cowok di sebelahnya, harusnya siang ini Latisha berangkat pulang dan tidur-tiduran di rumah. Bukan malah menyeret koper seperti ini.

Beberapa waktu setelah itu, tanpa pembicaraan apapun Sergio menarik lengan Latisha, masuk ke taksi online yang sudah di pesan Sergio.

"Pak kita ke jalan Seruni" ucap Sergio

Sopir itu mengangguk mengiyakan

***

"Duduk dulu deh" suruh Sergio pada Latisha.

Kini mereka duduk bersebelahan di bangku taman yang cukup sepi. Berbagai bunga di tanam dengan rapi, ada air mancur di bagian tengah. Beberapa pedagang berlalu lalang menjajakan dagangannya. Mulai makanan sampai penjual mainan anak-anak.

"Soy, maafin aku. Aku nggak bisa di diemin kayak gini terus" ucap Sergio

"Terus maunya gimana?" Tanya Latisha dengan nada ketus

"Kita ngomong baik-baik" jawab Sergio

"Baik-baik gimana?"

"Kamu lihat sendiri" ucap Sergio sembari menunjukkan chat cowok itu bersama dengan Liana. Dimana Sergio melarang Liana untuk mengirimkan emoticon aneh-aneh, yang bisa menimbulkan prasangka buruk dari Latisha.

Latisha mendengus kesal, melihat chat yang ingin di tunjukkan Sergio padanya. Membaca satu persatu semua yang Sergio bicarakan dengan Liana lalu memberikan kembali ponsel itu pada pemiliknya.

"Sebentar" ucap Sergio kemudian beranjak pergi. Latisha berdecak

Selang beberapa waktu Sergio datang dengan membawa sekardus bunga mawar di tangannya, setidaknya ada 20 tangkai dalam kardus air mineral tersebut. Sergio memberikan pada Latisha lalu tersenyum

"Maafin ya Soy. Aku salah" ucap Sergio

Ingin di tahan tapi tidak bisa, akhirnya Latisha tersenyum dan menerima bunga tersebut. Memang tidak romantis, tapi begitu unik di mata Latisha "iya aku maafin" jawabnya

Sergio bernafas lega, tidak sia-sia matanya menangkap penjual bunga mawar yang baru saja lewat, membeli semua dagangannya dengan mengeluarkan uang berlembar-lembar ratusan ribu. Akhirnya Latisha mau berbicara dengannya.

My Flat BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang