(64) Persiapan

284 46 0
                                        

Saat Sergio memasuki rumahnya setelah joging bersama Revan, suara dentingan piring yang beradu dengan sendok langsung masuk ke indra pendengarannya. Cowok itu berjalan ke arah ruang makan, ada Pamela, Saga, Bayu dan Dewi yang sedang memakan ayam bumbu Bali buatan mama nya.

"Ayo sarapan Sergio" ucap Dewi

"Nanti Sergio kesini lagi ma" ucap Sergio lalu melenggangkan pergi. Ia hampir melupakan jika kemarin Sergio mendapatkan titipan dari Latisha untuk mengundang seluruh keluarga cowok itu besok.

Selang beberapa waktu, Sergio kembali lagi ke ruang makan dengan membawa 4 undangan

"Ma ini ada undangan dari Latisha. Ulang tahun, kita sekeluarga di undang besok malam" ucap Sergio

Pamela serta Saga langsung menyambar undangan dan membacanya

"the real princess mau ulang tahun" komentar Pamela

"Kita harus datang dong. Kan kita di undang. Papa bisa kan besok" tanya Dewi kepada suaminya

"Bisa Ma. Malam kan ini acaranya. Lagian papa juga udah lama nggak bertegur sapa sama pak Samudra" jawab Bayu

"Meskipun no gift. Kamu harus bawa kado Sergio" ucap Bayu

"Nanti Pamela temenin cari kado" ucap Pamela. Sergio hanya mengangguk setuju. Selain Pamela, siapa lagi orang di rumah ini yang tau persis kesukaan gadis jaman sekarang.

***

Latisha baru bangun dari tidurnya saat dering ponsel terdengar sampai ke telinga gadis itu. Latisha meraih ponselnya yang ada di nakas, melihat nomor panggilan dari Amerika yang ada di layar.

"Halo" sapa Latisha lebih dulu

"Halo Latisha. Ini grandma. Latika udah berangkat?" Tanya Tika - nenek Latisha

"Halo grandma good morning" ucap Latisha lalu melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 "udah ma, jam 5 subuh tadi. Mungkin nanti malam juga udah sampai. Soalnya papa beliin Latika tiket 15 jam sampai ma" jawab Latisha. Pasalnya setengah sadar dan tidak Latisha mengiyakan saat Latika berpamitan lalu mereka saling memeluk sebentar

"Kamu kapan kesini lagi? Grandma kangen sama kamu" tanya Tika

"Belum tau ya ma. Latisha masih ada di zona nyaman..tapi Latisha akan secepatnya datang ke grandma" jawab Latisha.

"Ya udah. Grandma tunggu kedatangan kamu. Grandma tutup dulu ya. Biaya pulsa disini mahal" ucap Tika membuat Latisha terkekeh. Meskipun Tika memiliki banyak uang, wanita yang lebih dari setengah baya itu cukup perhitungan jika masalah pulsa. Apalagi jika menelpon luar negeri, Tika sangatlah perhitungan.

"Sepi juga nggak ada Latika" ucap Latisha pada dirinya sendiri kemudian beranjak ke kamar mandi. Latisha berniat untuk mencuci diri sebelum melakukan aktivitas di luar kamar. Setidaknya aroma wangi tercium dari tubuh gadis itu meskipun ini hari Minggu.

***

Karena hari ini Minggu, maka toko aksesoris perempuan cukup ramai. Terutama oleh kaum perempuan yang dengan sengaja menghabis-habiskan uang disini, untuk membeli beberapa aksesoris bahkan make up.

Pamela menarik tangan kakaknya masuk ke dalam toko. Beberapa perempuan menatap Sergio dengan kagum. Mungkin bukan beberapa, tapi nyaris semuanya. Tanpa malu dan tanpa ragu, bahkan ada yang terang-terangan berbisik atau bersuara keras yang di sengaja.

My Flat BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang