Seputar hubungan Latisha dan Sergio hanya Revan, Aldi, dan Brian lah yang tau. Selain itu masih menganggap jika Sergio jomblo begitu juga dengan Latisha.
Sepulang sekolah, Latisha dengan sengaja menunggu Sergio di parkiran, sesekali membalas senyuman pada teman yang menyapanya. Tapi sosok yang di tunggunya tidak juga muncul, termasuk ketiga temannya yang lain. Benar-benar membosankan bagi Latisha.
Akhirnya gadis itu mengeluarkan ponselnya, mengetikkan beberapa kata ke manusia yang menyandang pacar baru Latisha
Latisha: jam 4 Keano cafe
Setelah itu barulah Latisha meninggalkan sekolah menggunakan mobilnya. Karena cuaca panas yang tidak cukup mendukung Latisha untuk terus menunggu Sergio lebih lama lagi.
***
Senyum cerah Pamela langsung menyambut Sergio yang baru memasuki rumah dengan mata yang meminta jawaban. Sergio sedang tidak mood siang ini, karena ia baru saja di rampok ketiga temannya dengan membelikan berbagai makanan di kantin sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
Dengan dalih pajak jadian, padahal setiap Revan berganti pacar seminggu sekali. Tidak pernah Sergio merasakan kenikmatan makanan kantin. Lagi pula untuk apa pajak dalam hal jadian. Jika pajak pernikahan saja tidak pernah ada. Sergio baru kali ini mendengar ucapan tersebut
Pamela menarik lengan kakaknya yang mematung tak berkata apa-apa. Gadis berambut sebahu itu menarik Sergio sampai di kamar Sergio lalu mendudukkan kakaknya di sofa dengan Pamela yang duduk di sebelahnya.
"Gimana? Udah?" Tanya Pamela dengan wajah tersenyum menggoda
"Apanya?" Tanya Sergio malas
"Jadiannya"
"Udah"
"Waah congrats kak. Terus responnya dia?"
"Biasa aja"
Pamela mengernyitkan dahi nya "kakak nggak ninggalin dia lagi kan?" Tanya Pamela curiga
"Enggak Sri"
"Terus?"
"Ya biasa aja kayak hari-hari sebelumnya"
Pamela mengangakan mulutnya lebar "fiks lo freak kak" seru Pamela sembari menggelengkan kepalanya
"Harusnya lo itu bersikap romantis. Lucu menggemaskan" sambung Pamela
"Jadi badut?" Tanya Sergio asal. Karena baginya, yang lucu dan menggemaskan hanyalah badut dengan kepala Winnie the Pooh.
Pamela berdecak "nggak begitu juga dong kak. Lo itu harus sweet jadi cowok"
"Jadi gula?"
"Terserah. Nanti Pamela pantau lagi perkembangan hubungan kakak selama kak Gio belum bisa membahagiakan perempuan. Sekarang Pamela mau makan siang dulu" ucap Pamela kemudian beranjak meninggalkan kamar yang di dominasi warna putih tulang tersebut.
Sergio menatap pintu yang tertutup kemudian mengacak rambutnya. Menjadikan Latisha sebagai pacarnya bukanlah sebuah solusi tapi sepertinya menjadi sebuah pikiran. Jika seperti ini terus yang ada Sergio akan turun ranking.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Flat Boyfriend
Novela JuvenilKembar bersaudara harusnya sama, namun ini tidak. Moza Latika Pradipta dan Zoya Latisha Pradipta, memiliki sifat berbanding terbalik, bahkan berlawanan. Tidak pernah sinkron dan tidak pernah akur. Dipertemukan dengan laki-laki yang baik, dengan cara...
