Hanya Latisha atau semua orang juga merasakan, setiap hari libur selalu bangun lebih awal, sedangkan saat hari biasa justru bangun lebih siang. Jam masih menunjukkan pukul 5 pagi saat Latisha terbangun dari tidurnya, mengecek beberapa notifikasi yang mungkin muncul tapi ternyata kosong. Hanya menampilkan jam analog dan perkiraan cuaca yang lebih sering tepat sasaran. Latisha meletakkan ponselnya di atas nakas, gadis itu beranjak ke kamar mandi yang berada di dalam kamarnya, mencuci wajah dan menyikat gigi nya. Setelah itu Latisha keluar dari kamar masih dengan baju tidur dan tangan yang memegang selembar kertas dari Radit kemarin beserta ponselnya.
Menunggu lift yang turun dari lantai 4 dimana kamar Latika berada.
Ting
Suara itu beriringan dengan pintu lift yang terbuka. Latisha menekan tanda nomor 3, dimana kamar mama nya berada. Sampai terbuka, semuanya kosong dan hanya ada salah satu asisten rumah tangga yang sedang menyapu, Latisha kurang ingat dengan namanya
"Non Latisha sudah bangun" ucap Asisten rumah tangga tersebut
"Iya Bi" jawab Latisha kemudian berlalu masuk ke dalam kamar mama nya tanpa mengetuk.
Caca masih tidur dengan memeluk guling dan balutan selimut sampai di pinggang. Latisha duduk di sisi sebelah mama nya yang masih tertidur pulas. Biasanya mama nya akan bangun sekitar setengah jam lagi, dan berangkat ke coffe shop kepemilikan wanita itu, tentu di atas tanah warisan suaminya.
"Mama" ucap Latisha
Caca membuka matanya, ada Latisha yang datang disebelahnya dengan wajah tersenyum. Caca meraih punggung tangan anaknya "sejak kapan kamu disini?" Tanya Caca
"Barusan Ma. Latisha ada perlu sama mama" ucap Latisha
Wanita yang memiliki nama panjang Caitlyn Christa Caroline Miller tersebut merubah posisinya menjadi duduk dan menghadap ke arah anak perempuannya "ada perlu apa sayang?" Tanya Caca
"Tanda tangan mama" ucap Latisha sembari memberikan selembar kertas kepada mama nya
"Kamu mau ikut camping?" Tanya Caca setelah membaca kertas yang di berikan oleh anak gadisnya
"Iya Ma. Acara tahunan" jawab Latisha
"Kok mama nggak tau ya" ucap Caca sembari menaruh kertas putih tersebut di pangkuannya, kemudian beralih mengambil ponsel yang tergeletak di atas nakas
Wanita yang nyaris berusia separuh baya itu mengecek kalender akademik di ponselnya. Dan yang dikatakan Latisha benar, ini sudah masuk jadwal camping yang dilaksanakan setiap tahunnya. Caca menggaruk dahi nya yang terasa gatal, bagaimana dirinya bisa melupakan tentang camping tahunan sementara suaminya adalah pemilik sekaligus direktur dari yayasan Salvator.
"Mama nggak ngasih izin Latisha?" Tanya Latisha
"Mama izinin tapi hati-hati ya disana"
"Iya ma" ucap Caca antusias
Caca membuka laci nakas lalu mengambil pulpen hitam dari dalam. Memberikan tanda tangan di atas kertas tersebut lalu memberikannya kepada Latisha kembali
"2 hari ya sayang?" Tanya Caca
"Iya ma 2 hari. Makasih ya ma, udah kasih izin ke Latisha" jawab Latisha
"Iya sayang"
"Papa kapan pulang Ma?" Tanya Latisha
"Besok kalau nggak lusa" jawab Caca. Karena hari senin ini, sudah seminggu tepat suaminya berada di Islandia
"Ya udah Latisha keluar dulu ya Ma" ucap Latisha dan dijawab anggukan oleh Caca. Sebetulnya Caca tidak tega dengan kepergian Latisha di camping tersebut, tapi sepertinya Latisha benar-benar menginginkan camping tahunan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Flat Boyfriend
Teen FictionKembar bersaudara harusnya sama, namun ini tidak. Moza Latika Pradipta dan Zoya Latisha Pradipta, memiliki sifat berbanding terbalik, bahkan berlawanan. Tidak pernah sinkron dan tidak pernah akur. Dipertemukan dengan laki-laki yang baik, dengan cara...
