(33) Hadiah Yang Salah

408 49 4
                                        

Mulmed: Pradipta House
_____________________________

"sayang, papa sama mama berangkat dulu ya. Kalian lanjut sarapannya" ucap Samudra kepada ketiga anaknya kemudian mencium satu persatu anaknya dan diikuti oleh Caca.

"Mama berangkat dulu" ucap Caca. Ketiga anaknya langsung kompak bersalaman dengan perempuan itu.

Latisha kembali melanjutkan sarapannya. Sesuap roti dengan selai cokelat masuk ke dalam mulutnya. Tanpa pembicaraan karena Latisha tidak menyukai keributan di pagi hari saat cuaca sedang cerah-cerah nya dan embun masih ada di bumi.

"Latika, gue lupa ngomong sama lo. Angga semalam kesini. Ada titipan bunga juga gue taruh ruang tamu" ucap Latisha saat mengingat jika semalam ada tamu Latika yang datang

"Angga?" Latika mengernyitkan dahinya. Angga adalah mantan pacar Latika yang ia putuskan sekitar enam bulan yang lalu karena Angga berselingkuh dengan teman sekolahnya di Bandung. lantas untuk apa Angga datang menemuinya kembali

"Iya Angga dia bilang namanya" jawab Latisha setelah menelan roti di mulutnya

"Ngapain dia kesini?" Tanya Latika kesal mengingat perlakuan Angga yang sama sekali tidak baik itu.

Latisha mengangkat bahunya menandakan jika dirinya tidak tau. Karena Latisha tidak bertanya ada keperluan apa cowok bernama Angga itu datang ke rumah ini.

"Kalau dia kesini. Jangan bukain pintu Sha" ucap Latika

"Iya" jawab Latisha. Ia juga tidak ingin tau hubungan apa antara Latika dengan manusia bernama Angga

"Angga mantan kamu?" Tanya Bara kepada Latika

"Siapa lagi kak" ketus Latika.

Bara tidak terlalu mengenal Angga, tapi Bara cukup tau sifat seseorang hanya dengan melihat gestur wajah beberapa kali. Bara meyakini jika Angga tidak baik waktu itu, tapi Latika bersikukuh untuk tetap menjalin hubungan dengan Angga. Sampai pada akhirnya Angga sendiri yang membuktikan pada Bara jika dirinya tidak cukup baik untuk seorang Latika. Waktu menjawab semua hal yang di curigai oleh Bara.

"Kamu masih ada hubungan sama dia?" Tanya Bara kemudian meneguk air putih di gelas hingga tandas

Sementara itu Latisha hanya diam sembari menikmati sarapannya, dan menjadi pendengar obrolan Bara dengan Latika. Karena Latisha tidak tau cerita tentang Latika semenjak SMP atau apa yang dialami oleh saudara kembarnya itu. Latika cukup tertutup dengan Latisha semenjak mengenal Mauren. Kali ini Latisha akan mendengarkan sepenggal cerita yang akan terungkap

"Enggak kak. Latika juga nggak tau kenapa dia datang lagi" jawab Latika

"Dia itu nggak baik. Nggak usah balik sama dia. Dia cuma bakal nyakitin kamu aja" ucap Bara

"Siapa juga yang mau balik sama dia. Latika juga nggak akan mau" ucap Latika sinis

"Kalau kakak boleh ngomong, Mauren juga nggak baik buat kamu. Kalau bisa cari teman yang lain" ucap Bara membuat Latisha mempertajam pendengarannya namun tetap sambil memakan sarapannya. Agar ia tidak terlihat seperti penguping.

"Iya. Latika bakal ngerti itu" jawab Latika.

Bara mengangguk-angguk. Bara memang terlihat selalu diam dengan pertengkaran kedua adiknya, tapi Bara tau jika api itu berasal dari Mauren yang terus mempengaruhi otak Latika dengan begitu keras. Sampai-sampai Latika selalu menyalahkan Latisha dalam berbagai hal. Mengenai diamnya Bara bukan berarti ia memihak Latika, tapi ia menyadari posisinya di rumah ini. Bara hanya bisa mengingatkan, tidak bisa berbuat lebih banyak selain hal itu.

Ponsel Latisha bergetar berulang membuat si pemilik langsung mengecek notifikasi yang muncul beriringan dengan layar yang menyala

Sergio: gue di depan

My Flat BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang