Latisha tengah duduk bersila sembari memainkan ponselnya saat Latika keluar dari lift dengan menenteng tas di tangannya
"Gue mau keluar kalau mama nyariin" ucap Latika kemudian beranjak pergi begitu saja.
Latisha hanya membalasnya dengan gumaman kemudian membalas chat dari Sergio yang sempat tertunda karena Latika mengajak berbicara Latisha.
Latisha: mau jemput jam berapa emangnya?
"Kak Bara mau kemana?" Tanya Latisha saat melihat kakak satu-satunya tersebut sudah rapi dengan membawa kunci mobil di tangannya
"Mau kumpul sama anak-anak. Mau ikut?" Tanya Bara dengan senyum menghias wajahnya hingga memperlihatkan wajah tampan yang terpampang disana. Latisha kembali teringat dengan apa yang di temukannya di ruang kerja papa nya beberapa pekan lalu.
"Enggak kak. Pulang jam berapa?" Tanya Latisha
Bara mendekat kemudian mengecup puncak kepala Latisha dengan penuh kasih sayang "jam 11. Mau nitip sesuatu?" Tanya Bara
Latisha menggeleng "Enggak" jawabnya
"Kalau gitu kakak berangkat dulu. Mama bentar lagi juga pulang" ucap Bara
"Iya kak. Hati-hati di jalan"
"Siap bos" jawab Bara kemudian beranjak pergi.
Latisha kembali menatap ponselnya yang sudah menampilkan notifikasi chat dari Sergio
Sergio: 06:20
Latisha: oke
Latisha yang merasa bosan, akhirnya berdiri dari duduknya, berjalan ke arah pantry, mengambil segelas jus kemudian telinganya mendengar suara bel yang di tekan berulang
"Bi, biar saya aja" ucap Latisha menghentikan Bi Asih yang akan membukakan pintu.
Latisha menaruh gelas di atas meja, berjalan ke arah pintu utama saat bel kembali terdengar nyaring di penjuru rumah. Gadis itu merapikan pakaiannya yang sedikit lusuh kemudian membukakan pintu. Seorang cowok dengan wajah khas Asia berdiri dengan membawa sebuket bunga di tangannya dan langsung memeluk Latisha erat, padahal Latisha tidak pernah mengenalnya sebelumnya. Latisha mendorong tubuh cowok itu hingga terlepas dari pelukannya
"Lama nggak ketemu. Rambut kamu memanjang, dan lebih feminim. Lebih cantik" ucap cowok bernama Angga tersebut
"Maksudnya apa ya?" Tanya Latisha heran. Pasalnya Latisha tidak pernah mengenal manusia di depannya.
"I love you" ucap Angga kemudian mendekat ke arah Latisha tapi Latisha mundur beberapa langkah
"Tolong ya lo ini siapa. Mungkin salah alamat" ketus Latisha kemudian menutup pintu tapi Angga mendorongnya
"Latika" panggil Angga
Latisha mengernyitkan dahinya kemudian membuka pintu kembali "Latika lagi keluar. Kalau mau nunggu silahkan" ketus Latisha Sembari menunjuk kursi kayu yang berada di teras rumah
"Latika kamu kenapa sih? Apa yang salah?" Tanya Angga
"Gue Latisha kembarannya Latika. Latika nya baru aja keluar" ketus Latisha
"Jangan bohong Latika. Kamu nggak pernah cerita punya kembaran"
Latisha menyeringai kemudian mundur beberapa langkah. Menarik kerah baju Angga keras lalu menunjukkan foto keluarga yang terpampang di ruang tamu "you can see?" Tanya Latisha kemudian mendorong tubuh Angga keluar. Latisha tidak menyukai orang selancang Angga.
Angga membisu, Latika yang di kenal nya tidak pernah membahas mengenai kembaran. Yang di ceritakan Latika hanya sebatas memiliki kakak laki-laki bernama Bara. Tidak pernah Latika membicarakan tentang saudara perempuan. Yang bahkan tinggal dalam satu atap yang sama.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Flat Boyfriend
Ficção AdolescenteKembar bersaudara harusnya sama, namun ini tidak. Moza Latika Pradipta dan Zoya Latisha Pradipta, memiliki sifat berbanding terbalik, bahkan berlawanan. Tidak pernah sinkron dan tidak pernah akur. Dipertemukan dengan laki-laki yang baik, dengan cara...
