(27) Ungkapkan

417 59 2
                                        

Sergio kembali membuka matanya saat jam di dinding menunjukkan pukul 2 siang karena terdengar riuh dari luar. Apalagi jika bukan Pamela yang sedang ribut dengan Saga, berebut remote tv, atau berebut makanan. Setiap hari selalu seperti itu tidak pernah berubah sama sekali

Cowok berbalut kaos kuning itu meraih ponsel yang ada di atas nakas. Lalu mengecek beberapa notifikasi yang muncul, ada chat grup dan ada chat dari Latisha yang di kirimkan sejak jam 9 pagi

Sergio memilih membuka chat dari Latisha

Latisha: apa kabar Sergio?

Latisha: gimana keadaan lo?

Sergio: baik

Setelah itu Sergio beralih ke chat grup yang berada di urutan kedua

REMAS PAHA (Remaja Masjid Pak Haji)

Aldi: enak ye yang udah tidur di rumah sejak semalem

Brian: enak ya yang paling deket sama camer

Revan: enak ya yang mau punya anak blasteran

Aldi: nggak nyambung anjir

Revan: sambung sambungin aja

Brian: si Sergio kemana kok nggak nongol? Masih menikmati hidup selama di rumah?

Revan: yang iri diem aja ye

Sergio: ada apa aja setelah gue pulang?

Sergio kembali beralih ke chat yang baru di balas oleh Latisha

Latisha: oh. . Thanks ya udah nolongin gue. Kalau nggak ada lo terus gue pingsan mungkin udah di makan sama macan

Sergio: mana ada macan disana?😂

Sergio: mau berterimakasih seberapa banyak nih? Perasaan dari kemarin bilangnya makasih mulu

Latisha: mau bilang apa lagi? I love you? Hahahaha🤣

Sergio tersenyum hanya karena sekedar membaca balasan dari Latisha. Dengan antusias Sergio pun mengirimkan balasannya kembali

Sergio: 😵

Latisha: bercanda🤪

Sergio: santai aja

Saat bagian teratas tepat di bawah nama ada tulisan mengetik, Sergio langsung menekan tombol home screen. Berganti ke aplikasi chrome, mengetikkan beberapa huruf disana

'Cara menyatakan perasaan'

Beberapa ide muncul di layar, Sergio membacanya dengan seksama sampai tiba-tiba ia ingin membuang air besar. Cowok itu langsung menaruh ponselnya di atas ranjang, berlari ke kamar mandi yang berada di dalam kamarnya sembari memegangi perutnya.

Pamela yang kalah telak dari Saga dalam permainan monopoli langsung menggeram kesal. Ia memporak porandakan bangunan hotel dan rumah yang ada di atas kertas tersebut kemudian Pamela menoleh ke kanan dan ke kiri tapi tidak ada tanda-tanda kakak keduanya itu sudah bangun.

"Selamat ya yang udah jadi super kaya, punya uang dollar, punya hotel, punya rumah, bisa keliling negara. Tapi sayangnya nggak punya kendaraan. Kamu miskin mas" ucap Pamela sinis karena berulang kali mendapatkan kartu dana umum yang justru membuat Pamela di rugikan. Kehilangan negara, uang, bahkan masuk penjara.

Saga terkekeh dengan Pamela yang kesal seperti itu. Biasanya Pamela lah yang kaya raya saat bermain monopoli. Tapi kali ini berbeda, Pamela justru kalah dan mengalami kebangkrutan yang signifikan

My Flat BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang