Setiap hari author usahakan up 2-3 chapter. Jangan lupa tinggalkan vote ya❣️
_________________________________
Pamela masih memikirkan keras tawaran dari Latisha tadi siang, memang ada bagusnya tapi bukan sebuah solusi untuk keluar dari masalah. Itu namanya Pamela lari dari sebuah masalah yang seharusnya ia hadapi.
Tapi Karin tidak akan pernah berhenti mengganggunya sampai Saga benar-benar putus dari Sabrina. Atau setidaknya sampai Saga mau berbalikan dengan Karin.
"Sri" seru Sergio saat ia melintas kamar Pamela yang terbuka. Cowok itu masuk lalu duduk di sisi ranjang, bersebelahan dengan Pamela
"Ada apa kak?" Tanya Pamela
"Lo ada masalah apa sebenarnya? Sampai Latisha mau bantuin lo pindah ke Salvator dengan nilai lo yang pas-pasan. Gue bukan menghalangi atau mencegah niat baik Latisha ke lo. Tapi lo harus tau diri juga, lo pernah daftar ke Salvator akhirnya di tolak karena nilai lo yang kurang. Gue tau Latisha bisa memasukkan lo dengan mudah ke Salvator bahkan cuma berkedip aja, tapi lo harus mikir juga seribu atau bahkan sejuta kali, persaingan nilai ketat, jangan bikin diri lo malu disana. Lo bisa mendapatkan perlindungan Latisha disana, tapi untuk nilai, mau anak pemilik yayasan atau siswa umum semuanya adil, real dan nggak kaleng-kaleng. Jadi masalah lo apa? Gue mungkin bisa bantu" cerca Sergio lalu merangkul bahu Pamela.
Pamela tersenyum tipis "kak Latisha baik sekali" ucapnya
"Masalah lo apa? Setiap gue tanya Latisha, jawabnya selalu suruh tanya lo sendiri karena dia bilang itu privasi" Tanya Sergio ulang
Pamela melepaskan nafas yang ditahannya selama beberapa detik, menceritakan semua yang ia alami dari awal sampai akhir. Tentang sesuatu yang di janjikan kepada Karin tapi tidak bisa Pamela penuhi. Semuanya tanpa terkecuali, bahkan tentang Latisha yang membelanya siang tadi.
"Lo udah cerita masalah ini ke Kak Saga?" Tanya Sergio
Pamela menggeleng "belum" jawabnya
"Lo harus bilang ke Kak Saga. Kalau lo diem-diem aja. Karin-Karin itu bakal seenaknya juga sama lo" ucap Sergio
"Nggak berani kak" jawab Pamela
Sergio mencari nomor Saga di ponselnya, menekan tombol telepon dan langsung di angkat dari seberang sana
"Ada apa? Kita serumah ngapain teleponan?" Tanya Saga ketus lantaran acara menonton tv di ganggu oleh telepon Sergio
"Ke kamarnya Pamela sekarang. Ada yang perlu kita omongin ke lo" ucap Sergio kemudian memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak padahal Saga baru akan membuka mulut, menanyakan ada apa. Pasalnya cowok itu tengah menonton serial kartun yang baru tayang pertama kali di tv.
Selang beberapa waktu Saga masuk ke dalam kamar Pamela, merebahkan tubuhnya di atas ranjang lalu menatap langit-langit kamar Pamela.
"Urusin mantan lo" ketus Sergio
"Mantan yang mana?" Tanya Saga
"Karin" jawab Pamela
"Udah putus" jawab Saga enteng
"Ya makanya disebut mantan sama Kak Sergio" ucap Pamela.
"Lo kira ini ulah siapa kak?" Tanya Sergio sembari menunjuk lutut Pamela yang tertutup kain kasa
Saga menyipitkan matanya menatap lutut Pamela yang terluka. Padahal tadi pagi saat Saga berangkat bersama dengan Pamela, adiknya tersebut masih utuh dan tidak lecet sedikit pun. Tapi semenjak pulang dari perkumpulan ekstrakurikuler, Saga belum melihat Pamela dari dekat. Dan baru mengetahui jika Pamela mendapatkan luka di lututnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Flat Boyfriend
Genç KurguKembar bersaudara harusnya sama, namun ini tidak. Moza Latika Pradipta dan Zoya Latisha Pradipta, memiliki sifat berbanding terbalik, bahkan berlawanan. Tidak pernah sinkron dan tidak pernah akur. Dipertemukan dengan laki-laki yang baik, dengan cara...
