Sekarang jam menunjukkan pukul 05.00, setelah shalat tahajud tadi, Naira kembali merajut mimpi nya. Dan sekarang dia bangun untuk menunaikan shalat subuh, selesai shalat subuh, dia langsung bergegas mandi. Hari ini adalah hari pertama dia sekolah di SMA I AIRLANGGA, dia tak ingin terlambat.
Naira telah siap dengan seragam sekolahnya, tak lupa pula dia memasukkan beberapa buku kosong ke dalam ransel nya.
"Naira, udah siap belum? Cepetan turun" teriak Zaki di balik pintu kamar Naira.
"Udah, bentar lagi Naira turun" balasnya dengan berteriak juga.
Setelah selesai semuanya, Naira langsung turun menyusul Abangnya. Kini di meja makan sudah ada umi, Abi dan Zaki yang menunggu dirinya.
Dia langsung duduk di kursinya, dia langsung bergegas sarapan. Dia tak mau lambungnya kambuh di hari pertama nya sekolah.
"Cepetan selesaikan makanmu ya, nanti biar Abi yang antar Naira" ucap Abrisam setelah selesai makan.
"Naira udah selesai Abi, ayuk berangkat" kata Naira, lalu bangun untuk berpamitan dengan umi nya.
"Naira berangkat ya umi, assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"
Naira dan Abi nya kini di mobil, menulusuri jalan untuk menuju SMA I Airlangga, yang jaraknya hanya sekitar 20 menit dari rumahnya.
"Abi" panggil Naira, Abrisam hanya menoleh sebentar,
"Naira masuk kelas mana nanti bi?" Tanya nya memilin ujung jilbab nya, dia gugup.
"Nanti kamu masuk ke kelas XI IPA 2 ya sayang"
"Baik Abi"
Naira gugup sekarang, akan kah dia mempunyai teman seperti Rahmi? Ngomong-ngomong masalah Rahmi, dia jadi rindu sahabatnya sekarang.
"Nahh udah sampai" ucap Abrisam
Naira menoleh ke arah sekolah nya itu, 'Masya Allah' kata yang terucap di hatinya.
"Do'ain Naira ya Abi, assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh."
Naira langsung keluar dari mobil setelah berpamitan kepada Abi nya.
'Bismillah' ucapnya dalam hati ketika mulai memasuki gerbang SMA itu.
Banyak pasang mata yang memperhatikannya, ada tatapan yang mengisyaratkan kekaguman, kebencian, heran, tak suka. Bahkan ada yang memuji dan menghina nya secara langsung
'sok alim banget sih'
'kayak ibu-ibu aja'
'ada bidadari jatuh dari langit euy'
'iyuh Cantikan juga gua'
Dan masih banyak lagi hinaan dan pujian yang terdengar di telinga nya, hanya kata 'astaghfirullah' yang terucap di hatinya.
Naira berjalan mencari kelasnya tanpa menghiraukan perkataan yang menusuk telinga nya itu. Tapi tiba-tiba...
'BRUKK'
Naira terduduk di lantai karna seseorang menabraknya.
Naira mendongak melihat siapa yang menabraknya,
'DEG'
Naira langsung memalingkan wajahnya yang terasa panas, entah kenapa pipinya memerah bak udang rebus ketika melihat tatapan tajam pria itu.
Pria itu langsung melangkah pergi tanpa membantu ataupun meminta maaf pada Naira.
"Dasar cowo songong, bukannya minta maaf, ini malah langsung pergi" gerutunya pelan.
Naira langsung bergegas lagi mencari kelasnya, tapi di sela perjalanan, dia melihat seorang gadis yang berambut sebahu, berjalan ke arah nya.
"Eumm, aku boleh nanya ngga?" Tanya nya sedikit ragu
"Boleh" ucap gadis berambut sebahu itu.
"Tau kelas XI IPA 2?" Tanya Naira
"Tau, Lo murid baru yah?" Tanya nya balik
Naira hanya menganggukkan kepalanya pelan.
"Ayo gue antar, kita sekelas" ucap gadis itu menarik tangan Naira
"Lo duduk di samping gue aja yah, soalnya disini kosong"
"Ouh iya, nama gue Aluna, lo siapa?" Sambung nya lagi
"Nama aku Sabilla Naira Arumi, panggil aja Naira"
"HEY EPERIBADI....GWEN COMING NIHH" teriak seorang gadis berambut hitam pekat, disusul seorang gadis dengan bermuka datar.
'cantik' itu kesan pertama yang dilihat oleh Naira.
Aluna mendengus kasar mendengar teriakan sahabatnya itu.
"Ehh ini siapa? Murid baru yah? Kenalin, gue Gwen yang cantik" katanya dengan nada yang ceria, menjulurkan tangan ke arah Naira
"Huh! Iya, aku Naira" ucapnya membalas uluran tangan gadis yang bernama Gwen itu.
" Keysha" ucap gadis yang berambut hitam itu dengan muka yang datar.
"Jangan dimasukkan ke hati ya Nai, dia emang gitu. Ice girl" bisik Gwen di telinga Naira.
'tet'
Bunyi bel terdengar, menandakan bahwa jam pelajaran akan segera dimulai.
Kelas yang tadinya riuh langsung dirasuki keheningan setelan mendengar suara langkah sepatu high heels, yang menuju ke dalam kelas XI IPA 2 itu.
"Good morning guys"
"Morning Miss" sahut siswa kelas itu serentak.
"By the way, murid baru yang mana nih?" Tanya Miss Raina dengan pandangan yang menyapu hingga ke sudut kelas.
Naira mengangkat tangan nya sedikit demi sedikit, dia gugup.
"Silahkan maju"
Naira berjalan menuju depan kelas dengan gugupnya, banyak pasang mata yang melihatnya dengan bermacam-macam tatapan.
Naira memilin ujung jilbab nya, "Assalamu'alaikum, perkenalkan nama saya Sabilla Naira Arumi, pindahan dari Bandung, salam kenal semuanya" ucapnya pelan.
Ada sebagian dari mereka menanggapi perkataan Naira itu, sedangkan yang lain hanya menganggap itu angin lalu, jahat emang:v
"Silahkan duduk kembali"
Naira langsung melangkah menuju tempat duduknya dengan perasaan yang masih berdebar kencang.
'teett'
Bel itu berkumandang dengan indahnya, menandakan waktu istirahat tiba.
"Keluar kuy" ajak Gwen.
"Kuy lah" seru ketiganya, lalu ketawa ngakak.
Keempatnya langsung berjalan menulusuri jalan, jalan kenangan kali ah.
Kini keempatnya telah sampai di kantin sekolah, siswa-siswa yang berlalu lalang nampak jelas di pandangan mereka, hingga tanpa sadar,
'BRUKK'
"HEH! NGAPAIN LO NABRAK GUE HAH!?" teriak seorang gadis yang ditabrak Naira, ah lebih tepatnya dia yang nabrak Naira.
"Lahh kan kakak yang nabrak saya, kok saya yang disalahin?"
"LO ITU MURID BARU, JADI JANGAN SOK-SOKAN LAWAN GUE" teriak dia lagi mendorong bahu Naira.
"Saya tak melawan kakak, saya hanya membela diri sendiri" jawabannya santai.
"Udahlah kak Angel, berisik banget kok lo dari tadi" ucap Gwen, dengan muka yang ngeselin banget.
Angel menggeram marah, dia juga malu mendengar bisik-bisik siswa lain yang membela Naira.
"Udahlah, pergi aja sana" ucap Keysha dengan nada dinginnya.
Angel beserta 3 antik nya langsung pergi, 'awas aja Lo' batinnya memandang tajam Naira, sedangkan yang ditatap hanya memutar bola matanya malas.
KAMU SEDANG MEMBACA
VANRA {TERBIT}
Teen Fiction"kita dipertemukan bukan untuk dipersatukan" Sabilla Naira Arumi "Terimakasih telah hadir, walaupun bukan takdir" Revano Putra William LENGKAP VERSI WATTPAD Rank🏅 #1 in Septi /12-5-22 #1 in Hijabers/23-6-22 #1 in Naira /2-7-22 #1 in Islami /28-8-2...
