EMPAT PULUH LIMA (45)

697 45 5
                                        

Assalamu'alaikum semuanya?

Bagaimana kabarnya?

Aku datang lagi nih, jangan lupa Vote komen dan follow aku

Happy reading 💕

|

|

|

|

     

          Sesuai perkataannya kemarin, tepat siang tadi Aditama selaku om nya Revan mengantarkan Kenzo anaknya ke rumah Revan. Ya pastinya untuk dititip kan. Ia ingin menghabiskan waktunya berduaan bersama sang pujaan hati, istrinya.

Sebenarnya Revan males menjaga si kecil kenzo. Jika bukan karna ide gila si Reza, Revan sudah menolak mentah-mentah untuk menjaga anak kecil yang sangat menyebalkan ini. Lihat saja, dia tidak akan pernah bisa tenang. Bahkan sekarang sudah mulai bergerak, berayun-ayun seperti ekhem, tidak usah disebutkan.

"Heh bocil! Bisa diem ga" ujarnya menatap Kenzo tajam yang bergerak kesana-kemari. Bahkan kasur Revan sudah tak terbentuk dibuatnya

Bukan Kenzo namanya jika takut melihat Revan begini, si kecil super aktif itu malah melototi Revan balik

Bahkan tangan kecil nya mengepal tepat di depan muka Revan. Revan kaget bukan main, siapa yang mengajarinya begini

"Heh absal! Bisa diem ndak?" Ucap Kenzo menirukan suara Revan

"Absal apaan cil?" Tanya Revan bingung, jangan tanyakan sifat dinginnya kemana. Jika sudah menghadapi Kenzo, ia akan lebih cerewet. Bagaimana tidak? Berbicara dengan Kenzo itu tidak cukup satu-dua kata, bahkan si kecil itu tidak takut mendengar nada dingin Revan, ajaib bukan?

"Abang besal" balas Kenzo dengan muka polos.

"Ngomong R aja belum bisa, sok-sokan ngatain orang" dengus Revan

"Bialin! Telselah aku dong" balas Kenzo tak mau kalah

Aish! Anak dengan ayah sama aja. Sama-sama ngeselin

Sabar Revan sabar. Ingat ide gila Reza!

"Rapiin cepet kasur gue!" Titah Revan

Si kecil kenzo tetap asik dengan mainan nya tanpa menghiraukan perintah Revan, ingat kan? Revan paling tidak suka dibantah, tapi jika yang bantah anak kecil begini dia kudu gimana? Mau marah, takut nangis. Ga di marahin, keenakan dirinya. Buat orang darah tinggi aja

"Ogah, lapiin aja sendili" tolak Kenzo dengan muka songongnya. Ganteng sih, tapi songong

Revan mendilik tajam, agrh bisa mati darah tinggi iya

"Abang kan babu" lanjut Kenzo memandang Revan polos

Astaghfirullah! Sabar Revan sudah lewat batas

"Siapa yang ngajarin lo ngomong gitu hah!" Ujarnya menahan marah dan kesal secara bersamaan

"Papi" jawab Kenzo dengan muka yang lugu

Ingin Revan berkata kasar!

Ingatkah Revan, agar tidak membuang si kecil tengil itu ke rawa-rawa

Bagaimana jika menjalankan ide Reza saja? Setidaknya itu akan membuat darah tinggi nya menjadi rendah bukan?

Dengan segera ia mengambil handphone nya untuk menelpon umi Naira. Ya tentunya untuk minta izin, apalagi kan?

Setelah beberapa lama menjelaskan akhirnya ia mendapatkan izin dengan catatan tidak berduaan dan tetap menjaga jarak, Sosial distancing kali ah.

VANRA {TERBIT}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang