TIGA PULUH EMPAT (34)

661 42 6
                                        

     ASSALAMU'ALAIKUM YUHHHHUUUU

BAGAIMANA KABARNYA HARI INI?

SEMOGA HAPPY SELALU

AKU BALIK LAGI NIH, SEMOGA AJA PADA NUNGGUIN YA

MARI VOTE KOMEN DAN POLLOW DULU BARU LANJUT BACA

Oh iya, bantuin share cerita ini juga ya sama besti-besti kalian hihi

Happy reading cantik, ganteng

|
|
|
|
|
|
|


        Angga, Reza dan Rezi yang sudah mengecek cctv tentang sang pelaku pun ikut menyusul Revan ke rumah sakit.

"Jadi gimana Van?" Tanya Angga

Revan tersenyum miring. Angel bodoh! Belum tau aja kalo Revan kesetanan bagaimana

Ingin main-main ternyata

"Suruh Dimas bawa mereka ke markas" titah Revan kepada wakilnya dengan tegas

Angga yang dapat perintah pun segera menelpon Dimas. Sebenarnya gampang sih untuk membawa Angel, cuma dia tak ingin mengotorkan tubuhnya berdekatan dengan iblis itu. Kejam sekali

"Van, lo gamau masuk gitu buat liat calon bini" goda Septi menaik-turunkan alisnya

"Parah lo Van, masa calon bini sakit ga di tengokin" Rezi ikut serta

Bola mata Revan mengarah tepat dimana Septi berdiri, membuat ia meneguk salivanya kasar, mampus gue

"Kalo gue liat lo di kamar jenazah aja gimana?" Tanya Revan dengan santai ditambah smirk andalannya

Septi langsung gelagapan, maksudnya ga gitu

"Ya elah Van, gue kan cuma bercanda haha" ujar Septi dengan tertawa hambar. Padahal hatinya sedang ketakutan

"Tau tuh Septi, bercanda mulu" Sahut Rezi yang langsung mendapati pelototan dari Septi. Apa-apaan dia ini, bukankah dia juga ikutan

"Lo juga ikutan tadi ngab" timpal Reza

Revan tak memusingkan mereka, lebih baik ia masuk ke dalam untuk melihat istrinya, eh calon maksudnya

Masih calon Van, sabar-sabar

"Kita ga masuk nih?" Tanya Septi

"Kan gue mau liat neng bidadari" sambungnya sekali lagi

"Di dalam ada keluarganya Naira ngab, ya kali kita masuk. Ga berani lah"

Di dalam kamar sana, nampak Naira yang lagi makan disuapi oleh ummi, aish jadi pengen suapi Naira juga. Tidak-tidak belum boleh Van. Ia menggelengkan kepalanya guna menghilangkan pikiran itu

"Kenapa lo Van?" Tanya Zaki yang aneh melihat kelakuan Revan

"Ga" seperti biasa, cuma itulah balasan sang adik ipar

"Kayak cewe aja lo, ditanya 'kenapa' jawabnya 'gapapa'" ejek Zaki

Mungkin jika yang mengejek ini adalah Septi ia tak akan segan-segan melayangkan tatapan tajamnya, tapi masalahnya ini abang gadisnya tak mungkin ia tatap tajam. Apalagi ada calon mertuanya disini, bisa-bisa di uninstall dari calon menantu

"Zaki" tegur Abrisam yang jengah melihat kelakuan anaknya

"Umi, Nai mau pulang" rengek Naira, ia paling tak suka menginap di rumah sakit. Sepertinya semua juga tidak suka, baunya itu lohhh

VANRA {TERBIT}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang