Assalamu'alaikum semuanya?
Bagaimana kabarnya?
Aku datang lagi nih, jangan lupa Vote komen dan follow aku
Follow Instagram aku @maulaaa_11
Happy reading 💕
|
•
|
•
|
•
|
Mereka mulai menutup mulut karna film akan segera dimulai. Suara-suara teriakan karna ketakutan tertahan terdengar ketika film di tayangkan
Aluna yang katanya berani, bahkan sudah mengumpet di belakang Naira, Naira sesekali menutup matanya, ketika ada adegan horor yang ditayangkan, ya namanya aja nonton film horor, adegannya mesti horor dong.
Berbeda dengan Revan Angga dan Keysha, mereka masih stay cool, tidak ada raut ketakutan diwajahnya, padahal dalam hati mah nahan takut sksk
Naira memejam matanya erat-erat, aish kenapa Gwen memilih film horor kalo takut begini.
"Takut?" Tanya Revan mencondongkan tubuhnya sedikit ke arah naira yang duduk di kursi bawahnya seraya menaikkan sebelah alisnya.
"Hah!? Ngga kok kak" jawab Naira berbohong, gimana ngga takut? Film yang ditayangkan itu film horor, bukan komedi. Ga mungkin dong Naira ketawa sendiri.
Tapi tidak mungkin juga kan dia bilang takut? Gyg. Gengsi Ya Guys
"Duduk sini, biar gue peluk" ucap Revan dengan santai
"Hah!?" Otak Naira masih mencerna perkataan Revan
"Gila lo Van, belum mahram woi. Ngebet banget" ucap Reza menampol bahu Revan sedikit keras
"Canda gue" balas Revan
Sedangkan Naira hanya diam, karna sudah mengerti maksud Revan. Diam-diam malu maksudnya.
Film yang mereka nonton terus di putarkan hingga selesai. Mereka, maksudnya Gwen, Aluna dan Naira tidak menonton. Hanya menutup mata seraya saling mengumpet. Bahkan kedua tangannya berfungsi untuk menutup muka.
"Sok-sokan bilang ga takut, tadi aja ngumpet" Reza mengejek Aluna
"Nyenyenye" cibir Aluna yang kesal karna di ejek
Sedangkan Reza hanya terkekeh lucu, cantik juga adik kelasnya ini
"Mau langsung pulang?" Tanya Reza yang diangguki Aluna
"Hati-hati" pesan Revan kepada Naira yang sudah berjalan untuk keluar dari mall itu.
Revan masih berdirinya di tempatnya dengan muka yang masih datar padahal tubuhnya sedikit bergetar karena menahan nyeri yang amat sakit.
"Van, kenapa?" Rezi bertanya karna melihat gelagat aneh dari tubuh Revan
Reza yang sadar pun langsung memusatkan pandangannya ke arah Revan, shit!! dia tau Revan kenapa
KAMU SEDANG MEMBACA
VANRA {TERBIT}
Teen Fiction"kita dipertemukan bukan untuk dipersatukan" Sabilla Naira Arumi "Terimakasih telah hadir, walaupun bukan takdir" Revano Putra William LENGKAP VERSI WATTPAD Rank🏅 #1 in Septi /12-5-22 #1 in Hijabers/23-6-22 #1 in Naira /2-7-22 #1 in Islami /28-8-2...
