ASSALAMU'ALAIKUM
HOLLA BESTIIIII
BAGAIMANA KABARNYA HARI INI? PADA NUNGGUIN UPDATE GA SIH?:(
AYO DONG VOTE AND KOMEN
Follow Instagram aku @maulaaa_11
AKU NUNGGU KOMEN DARI KALIAN BARU UP LAGI!!
BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT LAGIIIII!!!!!!
Happy reading cantik, ganteng!!
|
|
|
|
|
|
|
|
Minggu demi minggu terus berlalu, menggantikan hari demi hari. Kehidupan terus berjalan. Seperti biasanya, mereka menjalani kehidupan sehari-hari. Tak terkecuali Naira, setelah kejadian beberapa Minggu yang lalu, Bayu Maximilian Harrison menyatakan perasaannya yang tak dapat terbalas. Kejadian itu tidak diketahui siapapun, ya kecuali Aluna tentunya.
Ah tapi tidak, sepertinya kejadian itu tak luput dari pandangan seseorang. Dia mencoba melupakan kejadian itu, dimana ada orang yang mengungkapkan perasaannya kepada gadis yang bahkan menyandang calon istrinya. And itu adalah Revan.
Dia menunggu Naira untuk menceritakan sendiri, tapi sepertinya gadis itu tak peka. Bagaimana mau peka? Revan itu cuek, ga banyak ngomong mau dia lagi baik atau ngambek ngga ada yang tau.
Hari ini merupakan hari Minggu, hari yang ditunggu-tunggu oleh kaum rebahan, termasuk author:)
Kini, Revan and the geng sedang berkumpul di salah satu tempat biasa mereka nongkrong.
Keterdiaman dia tak luput dari pandangan Angga, si paling peka
"Kenapa lo?" Tanya Angga
"Gapapa" fiks, persis seperti cewe:v
Angga mendengus malas, "kalo lagi ada masalah selesain Van, jangan diem aja"
"Revan mah kapan punya masalah? Hidupnya tentram damai sejahtera sentosa sejagat raya. Cuma manusia seperti kita yang banyak masalah" celutuk Septi
Reza menoyor kepala Septi, "lah lo pikir Revan apaan kalo bukan manusia?"
"Revan mah titisan bidadara sksksk" Rezi yang menjawab
"Dan gue bidadarinya" timpal Septi berlagak seperti banci di perempatan
"Gila" sarkas Revan menatap keduanya malas
Seperti hanya Revan dan Angga yang waras
"Ah ayang Revan mah gitu" Septi mengerucutkan bibirnya
"Mau gue bunuh?" Pertanyaan Revan berhasil membuat Septi meneguk ludah kasar. Tapi sepertinya tidak bisa membuat Septi menyerah
"Kalo malaikat mautnya seperti ayang Revan, Dede Septi mau kok" mulai Septi lagi
"Udah Sep udah. Kagak liat lo, kepala Revan udah keluar tanduk tuh" tutur Rezi dengan berani
Revan menggeram kesal, apa-apaan mereka ini, berani sekali merendahkan Revan yang notabenenya bos mereka. Emang ye kagak ada takut-takutnya nih bocah berdua.
"Diem deh lo berdua" tukas Reza
"Sori bos sori becanda doang kita" ucap keduanya dengan terkekeh
"Hm"
"Yaelah bos, jangan ngambek dong. Just bercanda bos" sahut Septi
Revan berdiri dari duduknya, mengalihkan atensi keempat babunya, eh ralat temennya.
KAMU SEDANG MEMBACA
VANRA {TERBIT}
Ficção Adolescente"kita dipertemukan bukan untuk dipersatukan" Sabilla Naira Arumi "Terimakasih telah hadir, walaupun bukan takdir" Revano Putra William LENGKAP VERSI WATTPAD Rank🏅 #1 in Septi /12-5-22 #1 in Hijabers/23-6-22 #1 in Naira /2-7-22 #1 in Islami /28-8-2...
