Yuhhhhuuuu, aku kembali lagi besti
Jangan lupa vote and komen. Follow juga akun author! Wajib! Kalo ga author ga mau up lagi!
Follow Instagram aku @maulaaa_11
Maksa nih!!
Hehehe
Happy reading bestiiii
|
|
|
|
Naira berjalan menulusuri koridor kelas 12 menuju kelas Revan. Tentunya untuk mencari Revan, tujuannya hanya ingin menjelaskan agar Revan tidak salah paham.
Bukan apa-apa, dia tidak ingin Revan salah paham karna Minggu depan meraka akan menikah. Jika hubungan mereka tidak baik dari sekarang, bagaimana nanti kedepannya.
"Cari siapa dek?" Pertanyaan itu sontak membuat Naira yang celingak-celinguk mencari Revan kaget
"Ma-maaf kak, kak Revan ada di kelas ga?" Cicit Naira pelan
"Oh cari Revan toh. Tapi dianya ga ada di kelas dek, coba cari ke rooftop. Biasanya dia sama yang lain disana"
"Yaudah kak, saya permisi. Terimakasih" ujar nya berlalu pergi menuju rooftop
Naira telah sampai di depan pintu rooftop.
Tetapi sekarang dia dilanda kebingungan. Apakah dia harus ke rooftop? Tetapi ada sedikit perasaan takut untuk membuka pintu kayu itu.
Naira menarik napas pelan, "bismillah" dengan pelan-pelan dia membuka pintu itu.
Revan dan keempat inti Vanostra yang mendengar pintu rooftop terbuka, mengalihkan pandangan mereka. Di depan pintu itu, terdapat seorang wanita cantik, ditambah hijab yang menutupi kepalanya membuat dia lebih menarik.
"Eh neng geulis ngapain kesini?" Pertanyaan itu muncul dari bibir Septi
"Pe-permisi kak" sapa Naira pelan
"Kenapa?" Tanya Revan dengan nada yang sangat dingin ditambah mukanya yang begitu datar membuat Naira sedikit takut
Naira meremas pelan roknya, dia gugup sekarang
"Naira mau ngomong sama kak Revan" ucapnya dengan susah payah
"Hm"
Revan berjalan mendekati Naira, tetapi masih ada jarak antara keduanya.
Sedangkan yang lainnya, hanya diam menatap kedua insan yang saling berhadapan. Naira yang menunduk takut, dan Revan yang menatap dingin
"Nai mau minta maaf kak. Yang tadi kakak liat, ngga seperti yang kakak pikirin kok" jelasnya dengan suara yang pelan tapi masih bisa Revan dengar
"Terus? Apa hubungannya sama gue?" Pertanyaan itu sontak membuat Naira mendongak. Jadi Revan tidak peduli? Revan tidak marah melihat calon istrinya dengan pria lain?
"Kakak ngga marah?" Tanya nya pelan
"Ngapain gue harus marah? Ga penting" hati Naira teriris mendengar jawaban Revan. Jadi? Dirinya tidak penting? Tidak kah Revan sadar bahwa perkataannya membuat Naira sakit hati
"Lo tau? Gue pikir lo beda sama yang lain. Ternyata lo itu munafik" lagi, perkataan Revan seolah-olah seperti batu yang menghantam hati Naira dengan keras. Hatinya terhimpit
"Kak Revan" panggil nya lirih. Mati-matian Naira menahan air mata yang sebentar lagi akan meluncur
"GA USAH SEBUT NAMA GUE" bentak Revan yang sudah dikuasai amarah
Bentakan keras itu sontak membuat Naira kaget, sedangkan keempat inti Vanostra memandang Revan tidak percaya.
"Kak, Nai cuma-"
KAMU SEDANG MEMBACA
VANRA {TERBIT}
Teen Fiction"kita dipertemukan bukan untuk dipersatukan" Sabilla Naira Arumi "Terimakasih telah hadir, walaupun bukan takdir" Revano Putra William LENGKAP VERSI WATTPAD Rank🏅 #1 in Septi /12-5-22 #1 in Hijabers/23-6-22 #1 in Naira /2-7-22 #1 in Islami /28-8-2...
