SEPULUH (10)

1.2K 75 1
                                        

Keduanya telah sampai di rumah, Naira dengan buru-buru nya memarkirkan motornya ke bagasi. Dia langsung saja mengambil belanjaan yang berisi eskrim nya di tangan Sarah. Sarah yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya. Dasar Naira.

"Nai, jangan kebanyakan makan eskrim" tegur umi yang baru masuk ke dalam rumah.

"Iya mi" jawab Naira mengentikan jilatan eskrim nya. Setelah selesai makan, Naira langsung bergegas menuju kamar nya. Dia membuka apk WhatsApp nya yang berisikan beberapa chat yang belum dia balas.

Kak Bayu
Haii Nai...

Anda
Iya kak, ada apa ya?

Kak Bayu
Ngga ada Nai, cuma pengen chat lu aja

'Apa sih, ga jelas banget' gerutu Naira dalam hati.

Naira langsung menutup hp nya karna tak ada pesan penting yang masuk. Dia ingat, besok adalah hari Senin, dengan gerakan yang gesit dia langsung saja menyetrika seragamnya. Tak lama kemudian azan Dzuhur berkumandang, Naira yang tak shalat pun melanjutkan setrikaannya.

Dia sangat lelah sekarang, tanpa sadar Naira menegelamkan tubuh nya ke atas kasur yang empuk itu. Tak lama kemudian mata Naira tertutup dan semuanya gelap, Naira tertidur.

°°°

"Naira mana mi?" Tanya seorang pria yang baru masuk ke rumah nya.

"Naira di kamar, tidur deh kayaknya" ucap umi nya yang sedang menonton di ruang tv.

"Udah lama tidurnya?"

"Udah dari tadi siang, kamu bangunin gih"

"Oke umi" seru Zaki langsung berlari ke kamar adiknya.

Zaki melihat adiknya yang masih terlelap dalam tidur nya. Otak jail nya keluar tiba-tiba. Dengan semangat nya dia berjalan mengendap-endap. Dan dengan jail nya dia menghimpit hidung nya Naira. Naira yang tak bisa bernapas lagi langsung bangun dari tidurnya.

"ABANG GILAAAAA" teriaknya dan mengundang tawa Zaki dengan kerasnya.

"Hahahaha mampus" ledek nya.

"Maka nya kalo tidur itu jangan kayak kebo" ledek nya lagi, kemudian langsung berlari menuju ke kamarnya itu, berlindung dari kemarahan singa betina itu.

Naira berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya itu. Setelah selesai mandi, Naira turun kebawah, cacing-cacing di perutnya sudah berteriak makan dari tadi.

"Assalamu'alaikum umi" sapa nya setelah menuruni anak tangga itu.

"Wa'alaikumussalam, udah bangun sayang?" Tanya Sarah, umi nya.

"Udah mi, Nai laper mi, masih ada makanan ga?" Tanya nya mengerucutkan bibirnya.

"Masih nak, ayok sini makan"

Dengan bersemangatnya, Naira langsung makan. Cacing-cacing itu sudah bersorak gembira.

"Naira udah selesai makan mi, mau ke atas dulu yah. Mau belajar"

"Iya sayang"

Hari sudah mulai malam, bintang-bintang mulai bergantung di langit dan bulan mulai menyinari malam gelap. Naira tau mau makan lagi, udah kenyang banget katanya. Naira sibuk dengan dunia halu nya, novel. Dia sangat suka membaca apalagi novel.

"Yuuuhuuuu dekk, Abang Lo yang paling tampan ini coming" ucap seorang pria berteriak memasuki kamar Naira.

"Apasih bang, berisik banget"

VANRA {TERBIT}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang