DUA PULUH DELAPAN (28)

755 51 13
                                        

ASSALAMU'ALAIKUM

HALLOOO BESTIII!!!!!

HOW ARE YOU? DIHH SOK INGGRIS BANGET:V

HIHIHI PADA NUNGGUIN UPDATE GA? PASTI NUNGGUIN

FIKS, PASTI PADA NUNGGUIN

MARI GAISS MARI KITA VOTE AND KOMEN

Happy reading cantik dan ganteng

|
|
|
|
|
|
|

      Sampai sekarang perut Revan masih terasa nyeri, kenapa dengan dia?

Mukanya pun semakin terlihat pucat, membuat semuanya menjadi khawatir. Terlebih-lebih siswi-siswi yang termasuk ke dalam jajaran fans nya, kenapa dengan pangeran kita bersama?

Revan melangkah dengan cepat menuju unit kesehatan sekolah atau biasa disebut UKS seorang diri, karena yang lain masih sibuk makan di kantin. Bukan sibuk sih, lebih tepat nya dia tidak mengizinkan mereka untuk ikut bersama nya, ya karna alasan yang sama. Dia tidak ingin terlihat lemah.

Karena langkahnya yang terburu-buru, membuat dia menabrak seseorang

'Bruk'

"Shit" desis Revan bersamaan dengan jatuhnya orang yang menabraknya. Ah maksudnya yang ditabraknya

"Akhh" ringis Revan karna perutnya sedikit tersenggol dengan lengan milik orang yang dia tabrak

Sedangkan sang korban, mendongak menatap pelaku

"Kak Revan" cicitnya pelan

Revan yang mendengar suara itu, suara yang sangat ia kenali. Pemilik suara yang berhasil membuat dia jatuh cinta, cielah repan udah gede.

Dia menabrak gadisnya. Naira

Naira yang sedang berjalan sendirian menyusul besti nya ke kantin dibuat kaget karna ditabrak seseorang, mana jatuh lagi. Untung yang nabraknya ketua Vanostra, jadinya ngga disorakin deh

"Gapapa?" Tanyanya singkat tanpa membantu Naira untuk bangkit dari keterpurukan, eh jatuh maksudnya. Sorry jari author suka typo

"Kak Revan gapapa?" Naira malah bertanya balik

Naira bertanya bukan karna sebab tabrakan, namun wajah pucat Revan membuat pertanyaan itu muncul sendiri

Revan mengerutkan kening nya, ditanya malah nanya balik. Untung cewe

"Gua tanya, jawab" ujar Revan sedikit kesal

"Aku juga tanya kak, jadi jawab" Naira ikut kesal dengan Revan. Jelas-jelas disini Revan yang sakit, terbukti dari mukanya yang pucat, dan ringisan yang keluar dari bibir nya tadi

Revan memandang Naira tajam, sepertinya Naira sedikit memancing emosi nya. Revan bukan emosi karna Naira, tetapi karna menahan kepalanya yang pusing, perutnya yang nyeri membuat ia kesal bukan main

Naira yang ditatap tajam langsung gelagapan, ia meneguk ludah nya kasar. Tetapi dengan cepat dia kembali menormalkan ekspresi wajahnya

VANRA {TERBIT}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang