Bab 21

1K 132 4
                                        

Kedua kaki mungil Meng Yiran membawanya melangkah menuju pusat ibukota kerajaan Feng, ia dengan cepat menerobos kerumunan dan memulai aksinya. Tak perlu berteriak atau membuat keributan hanya untuk menjadi pusat perhatian banyak orang, populatitas dan parasnya saja sudah cukup membuat perhatian banyak orang kini tertuju padanya.

Saat ini tujuan Meng Yiran adalah toko Xue yang merupakan toko kain yang juga menjual pakaian jadi dan perhiasan. Toko Xue selalu menjadi langganan para nyonya bangsawan, istri pejabat dan para nona muda yang ada di ibukota Feng sebab barang yang mereka jual kualitasnya sepadan dengan harganya yang mahal. Tak jarang banyak orang berusaha menabung hanya demi membeli barang kualitas bagus milik toko Xue.

Alasan Meng Yiran kesana bukan hanya sekedar melihat - lihat kain baru, namun ia akan menghasut para nyonya muda dan pelanggan yang datang disana mengenai pengumuman kebangkitan putri mahkota yang sampai saat ini tak kunjung mendapat pembuktian. Ia akan membuat semua orang tidak percaya sehingga ia bisa mendorong semua orang untuk menuntut bukti pada pihak kerajaan sebab kepercayaan mereka di cemarkan oleh kebohongan yang sampai saat ini belum mendapat klarifikasi dan janji dari kaisar Feng Rui.

Meng Yiran mulai mengelilingi beberapa kain yang dipajang di toko Xue, kebetulan sekali ia mendapat sekumpulan nyonya - nyonya bangsawan yang nampak sedang bergosip. Entah hari ini adalah keberuntungannya atau tidak, ia tak sengaja mencuri dengar jika para nyonya bangsawan mulai meragukan pengumuman mengenai kebangkita putri mahkota Feng Na Na seminggu yang lalu.

"Bukankah aneh jika sampai saat yang mulia kaisar Feng Rui tak kunjung membawa putri mahkota Feng Na Na kehadapan publik. Aku merasa jika perkataan nona muda Meng Yiran mengenai pihak kerajaan bisa saja berbohong dan menyebar opini untuk menutupi rasa kehilangan yang mulia kaisar Feng Rui nampaknya benar" kata nyonya bangswana bertubuh sedikit kurus dari nyonya bangsawan dan pejabat lainnya.

"Selain itu bukankah saat jamuan syukuran atas kebangkitan putri mahkota Feng Na Na, ia tak hadir?" timpal nyonya bangsawan yang sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari beberapa kain sutra yang ia pilah.

"Namun yang mulia kaisar Feng Rui beralasan jika yang mulia putri mahkota Feng Na Na masih lemah dan butuh istirahat. Mungkin saja itu memang benar" bela nyonya bangsawan yang merupakan seorang istri pejabat.

"Apakah butuh waktu selama ini? Bagaimana jika apa yang dikatakan yang mulia kaisar Feng Rui hanyalah kebohongan untuk kesekian kalinya agar ia kembali menipu kita?" timpal Meng Yiran yang mulai menambah minyak di atas api.

Sahutan Meng Yiran membuat para nyonya istri pejabat dan istri bangsawan yang tengah berkumpul itu cukup terkejut. Pasalahnya mereka sedari tadi hanya berempat, dan seketika nona muda dari keluarga Meng yang dikenal berprestasi karna kecerdasan dan bakatnya, serta karna kecantikannya sungguh sangat tidak terduga untuk mereka.

"Nona muda Meng Yiran.." kata nyonya bangsawan yang merupakan istri pejabat "sejak kapan kau disini?" tanyanya

"Sejak para nyonya bangsawan yang terhormat mengangkat topik keraguan mengenai kebenaran dibalik kebangkitan yang mulia putri mahkota yang sampai saat ini menjadi misteri akan kebenarannya" jawab Meng Yiran sopan.

"Kebangkitan yang mulia putri mahkota memang sungguh masih menjadi misteri dan tanda tanya besar. Sosoknya yang sampai saat ini belum menunjukan jati diri ke hadapan publik membuat semua orang meragukan kebenaran akan kebangkitannya. Meskipun pihak kerajaan sudah memberi klarifikasi akan keajaiban itu, tapi tanpa bukti, bisa saja yang mulia kaisar Feng Rui berbohong dan menggunakan kekuasaannya bukan?" kata nyonya bangsawan dengan tubuh sedikit berisi. Ia sejak tadi sibuk memilah kain dan pada akhirnya ia pun mengalihkan tatapannya menatap Meng Yiran meminta persetujuan dari argumennya.

"Selama tidak ada bukti, penguasa pun bisa berbohong dengan menggunakan kekuasaannya bukan? Itu berarti hal ini pun berlaku pada yang mulia kaisar" balas Meng Yiran menyetujui

"Jika itu benar kebohongan, aku tidak percaya jika yang mulia kaisar dan pihak kerajaan menganggap seluruh penduduknya bodoh dengan menyebarkan kabar burung seperti ini" kata nyonya muda pejabat bertubuh mungil dan lemah yang sedari tadi hanya diam.

"Mereka keterlaluan. Hanya karna mereka berkuasa, mereka menyebarkan berita yang bahkan kejelasan dan kebenarannya masih diragukan. Apakah mereka berpikir kita sebedoh itu sehingga mudah untuk dibodohi seperti ini? Aku sungguh tidak tahan, mari katakan pada semua orang mengenai ini!" kata nyonya bangsawan yang bertubuh kurus.

"Nyonya Chen, anda jangan gegabah!" tahan nyonya bangsawan yang merupakan istri pejabat.

"Aku tidak peduli, kita harus segera selesaikan masalah ini!" tegas nyonya bangsawan bertubuh kurus yang merupakan nyonya dari kediaman pejabat Chen.

Melihat reaksi yang diberikan nyonya Chen yang mulai menyebarkan berita tersebut di depan toko Xue, Meng Yiran menyeringai senang seraya bergumam "Lihatlah bagaimana reaksi yang akan kau berikan yang mulia kaisar jika seluruh penduduk kerajaan Feng menuntut kebenaran akan pengumuman yang kau sebar di depan pintu gerbang utama"

"Ahh.. aku sungguh tidak sabar melihat kejadian itu"

****************


Berita kebohongan dibalik pengumuman kebangkitan putri mahkota Feng Na Na semakin cepat merambat bagaikan virus yang menyebar melaui udara dan menular melalui penciuman dan masuk kedalam pernafasan.

Hanya dalam waktu yang singkat, kabar itu mulai panas di bicarakan para penduduk ibukota kerajaan Feng, dan dengan cepat para penduduk ibukota kerajaan Feng merasa marah karna di anggap bodoh dan merasa kepercayaan mereka dihancurkan karna kebohongan para penguasa yang mempermainkan kepercayaan mereka hanya karna memenuhi keegoisan kaisar Feng Rui yang tak ingin menunjukan rasa kehilangannya.

Semua orang tau jika yang mulia kaisar Feng Rui begitu kehilangan, tetapi bukan berarti ia menurunkan perintah menyebar berita burung yang kebenarannya masih di pertanyakan. Bukan karna ia berkuasa sehingga berlaku semena - mena dan membodohi banyak orang, bukan pula karna kedudukannya yang tinggi sehingga ia bisa memandang orang rendah dan mengklaim mereka semua adalah orang - orang bodoh.

"Brengsek! bagaimana bisa kita di bodohi selama ini!" teriak seorang pedagang bertubuh kekar yang nampak sangat murka.

"Kami memang bukan dari keluarga berada, bukan pula dari keluarga yang berlatar pendidikan, tapi kami tidak bodoh. Bagaimana bisa seorang pemimpin mempermainkan penduduknya dengan kabar burung yang ia sebarkan, sungguh perbuatan tercela dengan menghina penduduk yang menjadi pondasi terbentuknya kekuasaan dan pemerintahan yang dia pegang saat ini"

"Ini sungguh sudah keterlaluan, kita harus buat perhitungan dengan menuntut kebenaran dan keadilan!"

"Kalau begitu, mari ajukan protes di depan pintu gerbang utama kerajaan Feng!" teriak pedagang bertubuh kekar yang langsung mendapat sorakan persetujuan dari penduduk lainnya.

Disaat semua penduduk terbakar oleh gejolak amarah, di sisi lain Meng Yiran yang kini berada di depan sebuah kedai makanan sambil menikmati teh dan kudapannya tersenyum miring seraya berkata "Pertunjukan dimulai!" serunya

"Aku sudah tidak sabar menanti kekalahanmu, kaisar Feng Rui!" tambahnya

.
.
.
.
.

TBC

Rabu, 16 Desember 2020

Jangan lupa like dan komen 😘
Serta jangan lupa follow IG
@yung379_

Feng Na Na [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang