Bab 40

717 82 1
                                        

Lima hari menjelang pesta pernikahan dan penobatanku, selama itu pula aku kian merasa gugup dan takut. Entah hal apa yang membuatku merasa ketakutan, entah itu karna tradisi kerajaan di mana malam pertama harus di saksikan para kasim dan dayang, atau karna ada hal lain yang menggangguku. Firasatku mengatakan ketika perayaan pesta pernikahan dan penobatanku di mulai, akan ada hal buruk yang menimpaku.

"Yang mulia, pakaian pengantin anda telah datang" kata Guang Li membawa sebuah kotak yang di bungkus dengan kain sutra berwarna merah.

Dua minggu yang lalu aku memang sempat melakukan pengukuran untuk baju pengantinku. Aku tidak pernah menyangka jika baju pengantinku telah selesai, padahal ada banyak sulaman bunga - bunga kecil di setiap pinggiran pakaian, lalu ada sulaman burung Phoenix yang melambangkan kedudukanku sebagai permaisuri.

Aku menghampiri Guang Li, kotak besar yang di bungkus kain sutra berwarna merah baru saja Guang Li tetakkan di atas meja. Aku membuka bungkusan kain sutra tersebut dan membuka penutup kotak yang terbuat dari kayu, seketika kotak kayu yang kupegang jatuh dan jeritanku keluar saat melihat bukan baju pengantingku di dalamnya melainkan sebuah boneka manusia dengan jarum menancap pada tubuh boneka serta darah hewan.

"A-apa ini?" Kataku ketakutan.

Baru saja aku merasakan sebuah firasat buruk, pada akhirnya aku kini telah berhasil mendapat teror mengerikan di penghujung lima hari pesta pernikahan dan penobatanku. Dengan tubuh gemetar, aku bersembunyi di balik punggung Guang Li yang saat ini tampak siaga menjagaku. Jeritanku yang kencang berhasil membuat para kasim, dayang dan pengawal berbondong-bondong menghampiri ruanganku.

"Yang mulia apa yang terjadi?" Tanya seorang pengawal menghampiriku yang kini bersama dengan Guang Li.

"Singkirkan kotak itu, tampaknya seseorang tengah berusaha ingin mencelakain yang mulia putri mahkota" perintah Guang Li yang di angguki pengawal tersebut.

Beberapa dayang yang sempat melihat sekilas isi kotak menjerit. Isi kotak tersebut tampak sangat mengerikan di tambah bau amis darah membuat siapa saja yang menciumnya merasa mual.

Sepeninggalan pengawal itu membawa pergi jauh kotak mengerikan tersebut, seketika seluruh tubuhku terasa lemas. Aku terjatuh dan kini terduduk di atas lantai yang terasa sangat dingin, kondisiku yang sangat terkejut dengan apa yang baru saja ku terima berhasil membuat Guang Li dan para kasim serta dayang menghampiriku dengan raut wajah khawatir.

Aku tak pernah menyangka jika di tempatku saat ini pun masih ada orang - orang jahat yang menjahili dengan hal yang mengerikan seperti ini. Aku yang terlalu terbuai dengan aktivitasku membuatku lupa jika dunia yang kutempati kini adalah tempat yang lebih mengerikan di banding masa depan.

"Yang mulia.."

"Yang mulia, apakah anda baik-baik saja?" Tanya Guang Li.

Melihat betapa khawatirnya para bawahanku, aku pun berusaha menampilkan sebuah senyum untuk meyakinkan mereka jika aku baik-baik saja. Meski aku berusaha tanpa baik-baik saja, rasa takut itu tak kunjung hilang.

Trauma yang pernah kurasakan di masa depan akibat tunanganku yang selalu mengirim hadiah aneh nan mengerikan terus berputar di kepalaku. Tubuhku terasa gemetar, air mataku mulai jatuh membasahi kedua pipiku.

Aku takut. Sangat takut. Kejadian hari ini hanya mengingatkanku dengan traumaku dari masa depan. Kupikir aku akan bebas dari rasa takut yang di akibatkan sebuah teror, aku pikir semuanya akan baik-baik saja karna aku telah berada di tempat lain. Aku berpikir kehidupanku akan damai, dan kebahagiaan akan dengan mudah kudapatkan. Sayangnya aku yang terbuai dengan aktivitasku, serta sikap bergantungku pada orang lain membuatku lupa jika dunia yang kutenpati kini adalah dunia yang kejam, aku harus melawan jika tak ingin di tindas. Kaisar Feng Rui, pangeran Feng Lang dan Guang Li tak selamanya berada di dekatku.

Jika aku terus bergantung pada mereka, aku hanya akan menjadi wanita lemah yang akan terus menjadi sasaran para musuh. Aku tak ingin membebani siapapun, karna itu aku ingin menjadi kuat.

Kuseka air mataku, aku berusaha bangkit dari dudukku dan berdiri tegak seraya memancarkan aura angkuh dan bijaksana secara bersamaan. Aku lantas berdehem sesaat sebelum berkata "maaf membuat kalian khawatir, aku hanya sedikit ketakutan mendapat teror seperti ini" akuku. "Saat ini aku baik-baik saja, jadi aku berharap kejadian hari ini tidak tersebar dan keluar dari istana barat" tambahku.

Baik Guang Li ataupun para kasim dan dayang tampak berpikir sejenak. Mereka tentu saja mempertimbangkan permintaanku bagaimanapun teror yang kuterima akan berdampak buruk bagi keselamatanku.

"Aku tahu kalian khawatir padaku. Tapi aku hanya ingin cukup penghuni istana barat yang tahu kejadaian ini. Aku tak ingin membuat yang mulia kaisar Feng Rui khawatir terlebih saat ini yang mulia tengah sibuk mengurus pemerintahan di tambah ia pun sibuk mengurus pesta pernikahan dan penobatanku" jedaku. "Masalah yang ku terima hari ini mungkin adalah peringatan dari musuh, jujur aku takut. Namun aku tak selamanya ingin membuat semua orang khawatir dan terus menerus bergantung pada kalian semua maka dari itu biarkan aku menyelesaikan masalah ini sendiri, meski aku sepenuhnya belum yakin mampu mengatasi ketakutanku. Jadi ku mohon tolong rahasiakan masalah ini dan bantu aku melawan rasa takutku. Aku ingin menjadi wanita yang kuat, sehingga kelak aku bisa bangga bersanding dengan yang mulia kaisar dan melindungi kalian semua" tambahku.

Setelah mendengar penjelasanku, pada akhirnya Guang Li serta para kasim dan dayang pun setuju untuk menutup masalah hari ini. Mereka pun akan membantuku memenuhi impianku, yakni menjadi kuat.

Aku tersenyum dan mengucap terima kasihku dengan tulus. Setelah mengklarifikasi fakta bahwa aku masih hidup, itu berarti memberitahukan para musuh bahwa rencana mereka dalam menjatuhkanku gagal. Aku sendiri yang memulai menunjukan diriku di khalayak ramai para penduduk ibukota Feng saat itu, maka mulai sekarang dan kedepannya aku harus menerima segala risiko yang akan kuhadapi dan dengan cepat mengambil tindakan.

Saat ini ambisiku adalah menjadi kuat. Aku yakin aku tidak akan kalah dari mereka sebab aku lebih unggul dari mereka masalah pengetahuan. Saat ini aku bukanlah Feng Na Na yang mereka kenal, aku bukanlah gadis lemah yang hanya akan menjadi beban semua orang. Aku akan membalas perbuatan mereka yang berusaha mengincarku dengan kemampuan dan pemgetahuan yang kumiliki dari masa depan.

Di saat aku telah membulatkan tekatku, di sisi lain di kediaman Meng Lu, seorang pelayan baru saja kembali setelah berhasil mengirim dan meloloskan sebuah barang masuk ke istana. Pelayan itu lantas menghadap pada sosok gadis cantik yang kini memunggunginya.

"Nona muda, hamba telah berhasil mengirim barang tersebut pada yang mulia putri mahkota" lapornya.

"Kerja bagus, aku akan menghargai usahamu dengan memberimu imbalan yang setimpal. Sekarang kembalilah bekerja" kata Meng Yi Ran tanpa berbalik menatap bawahannya.

Sepeninggalan pelayan kediamannya, Meng Yi Ran lantas tersenyum mentap langit cerah pagi ini. Ia lantas berkata "Kau saat ini pasti sangat ketakutan melihat isi dari kota yang ku kirim kan, Feng Na Na?"

.
.
.
.
.

TBC

Rabu, 1 September 2021

Feng Na Na [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang